Kabut Asap Selimuti Kota Dumai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Pekanbaru - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti Kota Dumai, Riau. Selain adanya titik api di daerah pelabuhan itu, kabut asap ini juga merupakan kiriman dari Bengkalis yang banyak titik api. Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Marzuki, jarak pandang di Kota Dumai pada Rabu pagi (20/3/2019) hanya dua kilometer. "Sementara daerah lainnya, seperti Pekanbaru dan Indragiri Hulu yang terpapar kabut asap, jarak pandangnya lima hingga enam kilometer," kata Marzuki kepada. Dia menjelaskan, kepekatan asap di Kota Dumai juga dipengaruhi adanya uap air pada pagi hari. Seiring dengan naiknya matahari, kabut asap bakal terurai dan menjadi tipis. "Biasanya kalau sudah siang jarak pandang mulai membaik hingga 5 kilometer," sebut Marzuki di kantornya. Beberapa pihak menyebut kabut asap di Kota Dumai juga merupakan kiriman dari negara tetangga seperti Malaysia. Memang dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Malaysia ada kabut asap yang belum bisa dipastikan akibat kebakaran lahan. Terkait ini, Marzuki belum bisa memastikan karena BMKG disebutnya tidak pernah memantau titik panas dan titik api di sana. Hanya saja kalau melihat pergerakan angin, Marzuki menyebut memang ada mengarah ke perbatasan Sumatera, termasuk Dumai dan Bengkalis. "Bisa saja dari Malaysia tapi tidak pasti, namun arah angin bergerak dari arah timur laut dan masuk ke perbatasan Sumatera," tegas Marzuki. Selain itu, kabut asap di Riau juga mengancam provinsi tetangga seperti Sumatera Utara dan Jambi. Pasalnya tiupan angin dari timur laut dan utara membawa asap ke arah selatan dan utara. "Kemarin ada terpantau di perbatasan utara, kemudian ke selatan seperti Provinsi Jambi," kata Marzuki. Dalam beberapa hari terakhir, titik panas sebagai indikasi Karhutla di Provinsi Riau terjadi lonjakan. Jika biasanya hanya terdeteksi puluhan, namun dalam dua hari terakhir angkanya mencapai ratusan. Pada Selasa pagi, 19 Maret 2019, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan ada 156 titik panas. Kemudian pada Rabu (20/3/2019) meningkat menjadi 165 titik panas. Menurut Marzuki, melonjaknya titik panas karena potensi hujan dalam beberapa hari terakhir sangat minim. Ditambah lagi cuaca terik yang membuat lahan mudah terbakar. Marzuki menjelaskan, curah hujan minim karena adanya badai tropis Savana serta Veronica di sekitar tenggara Sumatera. Ditambah lagi badai tropis di perairan Australia yang berpengaruh terhadap cuaca di Sumatera. "Badai ini membuat pertumbuhan awan berpotensi hujan sangat sulit," kata Marzuki. Badai itu membuat masa udara terpecah sehingga awan yang mulai terbentuk terurai lagi. Ditambah lagi dengan udara yang membentuk awan tertarik oleh badai ke daerah gangguan. "Gangguan ini istilahnya divergent, awan berpotensi hujan sulit terbentuk," terang Marzuki.
Tag :

Berita Terbaru

Upayakan Pemulihan Jembatan Junjung, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp7,2 Miliar

Upayakan Pemulihan Jembatan Junjung, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp7,2 Miliar

Minggu, 12 Apr 2026 12:39 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 12:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kondisi Jembatan Junjung yang patah sejak Desember 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, telah…

Ada Anggota Keluarga Pakai Narkoba? Bantuan dari Pemkot Mojokerto Bisa Dicabut

Ada Anggota Keluarga Pakai Narkoba? Bantuan dari Pemkot Mojokerto Bisa Dicabut

Minggu, 12 Apr 2026 12:35 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 12:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menunjukkan sikap tegas dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari,…

Jelang Mojotirto 2026, Ning Ita Pimpin Korve di Taman Bahari Majapahit

Jelang Mojotirto 2026, Ning Ita Pimpin Korve di Taman Bahari Majapahit

Minggu, 12 Apr 2026 12:32 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 12:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menjelang perhelatan Mojotirto 2026, Taman Bahari Majapahit (TBM) menjadi lokasi kerja bakti (korve) yang dipimpin langsung Wali…

Pastikan Transaksi Aman dan Sesuai, Disdag Kota Madiun Tera Ulang Timbangan Pedagang di Pasar Sleko

Pastikan Transaksi Aman dan Sesuai, Disdag Kota Madiun Tera Ulang Timbangan Pedagang di Pasar Sleko

Minggu, 12 Apr 2026 12:25 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 12:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai salah satu upaya memastikan transaksi jual beli berlangsung aman sesuai satuan baku, Petugas Dinas Perdagangan (Disdag) Kota…

Tekan Siswa SD-SMP Rentan Putus Sekolah, Disdikbud Situbondo Lakukan Pendataan Ulang hingga Siapkan Beasiswa Tunai

Tekan Siswa SD-SMP Rentan Putus Sekolah, Disdikbud Situbondo Lakukan Pendataan Ulang hingga Siapkan Beasiswa Tunai

Minggu, 12 Apr 2026 11:46 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka menekan angka siswa SD dan SMP siswa yang rentan putus sekolah, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui…

Pedagang di Sidoarjo Meringis, Mayoritas Lapak di Kawasan Popoh Diisi luar Daerah

Pedagang di Sidoarjo Meringis, Mayoritas Lapak di Kawasan Popoh Diisi luar Daerah

Minggu, 12 Apr 2026 11:19 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 11:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Baru-baru ini, para pedagang di di kawasan Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, tepatnya di area Jalan Perumahan TAS 3 meringis dan tak…