Ma’ruf Amin Ditolak, PKB Minta Warga NU tidak Terprovokasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Senin (01/03) KH Ma’ruf Amin dihadang sekelompok massa ketika hendak mengunjungi Pamekasan Madura. Hal ini disayangkan beberapa pihak dan diduga ada pengerahan atau provokasi untuk menghadang Calon Wakil Presiden Nomor 01 ini. Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Syaiful Bahri Anshori meminta warga Nahdlatul Ulama (NU) tidak terprovokasi dengan penolakan terhadap Kiai Ma’ruf Amin pada saat ingin melakukan ziarah ke makam Kiai Zuhro, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. “Orang NU jangan terpengaruh dengan kasus penolakan Kiai Ma’ruf Amin di Pamekasan, Madura,” kata Syaiful, Rabu (03/04). Syaiful mengaku heran dengan adanya penolakan terhadap sekelompok orang terhadap Kiai Ma’ruf Amin, yang merupakan calon wakil presiden pendamping Jokowi di Pilpres 2019. “Saya fikir peristiwa ini baru pertama kali seorang ulama besar dihadang oleh masyarakat ketika akan ziarah ke seorang ulama di Madura,” imbuhnya. Syaiful menuding ada pihak yang sengaja memprovokasi masyarakat agar menghadang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. “Kita tahu bahwa Madura pada umumnya dan Pamekasan pada khususnya adalah daerah yang sangat religius yang sangat menghargai dan tawaddu’ dengan ulama,” ujar Syaiful. “Melihat dari cara penolakan mereka pada kehadiran KMA, ada kelompok atau perorangan yang menjadi provokator agar masyarakat menolak kehadiran KMA (KH Ma’ruf Amin -red) di Pamekasan,” sambungnya. Oleh karena itu, anggota Komisi I DPR RI ini meminta kepada Bawaslu untuk menyelidiki dan mengusut tuntas insiden tersebut. “Bawaslu agar segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran tersebut,” tandasnya. Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Madura, Baddrut Tamam menjelaskan mengenai cawapres Ma’ruf Amin yang dihadang sekelompok massa saat berkunjung ke wilayahnya. Tamam menyebut peristiwa tersebut sebagai penghambatan dan tidak ada adu fisik saat peristiwa. "Sebenarnya bukan penghadangan, itu penghambatan dari menuju ke lokasi. Tiba-tiba ada beberapa orang yang menggerakkan untuk melakukan penghambatan. Pihak kepolisian ada 350 polisi sudah berjaga di situ untuk pengamanan. Dari pasukan Brimob dan polisi, sebenarnya tidak terjadi apa-apa, hanya penghambatan, tidak ada adu fisik," ujar Tamam kepada wartawan, Selasa (02/04). Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin (01/04), di mana Ma’ruf hendak berziarah ke makam kakek buyutnya, KH Zuhro di Desa Jambringin. Sebelum sampai ke lokasi haul, mobil tertahan. Tak lama kemudian, azan Magrib berkumandang diiringi suara massa meneriakkan nama Prabowo. Tampak warga yang mengenakan baju koko dan berpeci berbaris di pinggir jalan. Ada juga yang menaiki kendaraan roda dua. Warga terus meneriakkan nama Prabowo. Terkait insiden tersebut, Tamam mengatakan bahwa sekelompok massa tersebut sudah diberikan pemahaman bahwa apa yang dilakukan mereka keliru. "Diberikan pemahaman bahwa cara yang begitu cara yang tidak baik. Kami sudah koordinasi dengan kepolisian dan pihak lain. Kami memanggil pak camat, pak kades, untuk tidak melakukan hal-hal menciderai Kabupaten Pamekasan yang damai, yang sejuk," ujar Tamam. Ma’ruf sebelumnya heran karena kegiatan berziarahnya dihadang sekelompok massa di Pamekasan. Ma’ruf menyebut pihak yang menghadangnya adalah sekelompok kecil karena ia meyakini masyarakat Madura sudah memberikan dukungan penuh kepada Jokowi-Ma’ruf Amin.
Tag :

Berita Terbaru

Sapu Bersih Gelar, Ubaya Tunjukkan Dominasi di Campus League Regional Surabaya

Sapu Bersih Gelar, Ubaya Tunjukkan Dominasi di Campus League Regional Surabaya

Rabu, 29 Apr 2026 20:52 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 20:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Surabaya (Ubaya) meraih hasil maksimal pada ajang Campus League Basketball Regional Surabaya dengan memborong dua gelar s…

Khofifah Dorong Konektivitas Global, Misi Dagang Jatim di Malaysia Raih Transaksi Rp15,25 Triliun

Khofifah Dorong Konektivitas Global, Misi Dagang Jatim di Malaysia Raih Transaksi Rp15,25 Triliun

Rabu, 29 Apr 2026 20:08 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 20:08 WIB

SurabayaPagi, Kuala Lumpur – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung gelaran East Java Trade and Investment Forum 2026 yang mencatatkan n…

Enam Saksi Diperiksa KPK, Ada Kepala Dinas Pendidikan hingga eks Ketua KPU Kota Madiun 

Enam Saksi Diperiksa KPK, Ada Kepala Dinas Pendidikan hingga eks Ketua KPU Kota Madiun 

Rabu, 29 Apr 2026 18:39 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 18:39 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pe…

Diprotes Warga,  DPRD Desak Operasional CASBAR di Hentikan

Diprotes Warga,  DPRD Desak Operasional CASBAR di Hentikan

Rabu, 29 Apr 2026 18:38 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penolakan terhadap tempat hiburan di kawasan Pondok Nirwana, Jalan Ir. Soekarno terus bergulir.  polemik operasional CASBAR …

Ada Dispensasi Tarif Parkir Bagi Pasien Rawat Inap RSUD Notopuro

Ada Dispensasi Tarif Parkir Bagi Pasien Rawat Inap RSUD Notopuro

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kebijakan tarif progresif parkir di RSUD Notopuro Sidoarjo di bahas dalam forum hearing bersama DPRD Sidoarjo, sejumlah pihak…

Target 4 Emas, IBCA BFC MMA Kota Madiun Berangkatkan 16 Atlet 

Target 4 Emas, IBCA BFC MMA Kota Madiun Berangkatkan 16 Atlet 

Rabu, 29 Apr 2026 17:42 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:42 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — IBCA BFC MMA Kota Madiun memberangkatkan 16 atlet pada kejuaraan IBCA MMA se-Jawa Timur piala Walikota Surabaya tahun 2026. Pada kej…