Kompolnas Angkat Bicara Terkait Kasus Polisi Tembak Istri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta –Aksi bunuh diri dan pembunuhan yang dilakukan oleh polisi Aiptu Pariadi mendapat perhatian dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Dalam keterangannya, bunuh diri itu terjadi saat Pariadi diketahui terlebih dahulu menembak sang istri menggunakan pistol dinasnya hingga tewas. Kompolnas berharap kepolisian segera menyelidiki motif bunuh diri serta pembunuhan yang dilakukan oleh Aiptu Pariadi dan mengimbau agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. "Saya berharap agar pimpinannya dapat menyelidiki apa permasalahannya dan mengambil langkah-langlah yang diperlukan untuk mencegah kejadian seperti ini terulang," kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti di Jakarta, Senin (7/10/2019). Lebih lanjut, Poengky menuturkan bahwa tidak semua polisi dibekali pistol. Hanya satuan tertentu saja yang dibolehkan memegang senjata api tersebut. Misalnya pada satuan reserse dan Brimob yang bertugas di daerah konflik. Ketika izin memegang senjata api diberikan, maka seorang anggota kepolisian sudah lulus tes menembak, tes psikologi, kesehatan fisik mental, tes bebas narkoba dan sudah mendapatkan izin dari atasan. Setiap enam bulan akan diuji tes psikologi, kesehatan fisik mental dan narkoba "Dalam kasus Aiptu P, saya menduga yang bersangkutan dalam kondisi emosi tinggi. Siapapun dalam kondisi emosi tinggi dapat melakukan tindakan yang tak terduga. Saya berharap pimpinan dapat lebih memerhatikan anggotanya," tutur Poengky. "Demikian pula kawan-kawanya sesama polisi sebagai kawan juga diharapkan memerhatikan satu sama lain. Jika dilihat anggota atau kawan ada masalah, segera diajak bicara, bila perlu pimpinan memberikan nasihat atau memerintahkan ke pelayanan konseling," imbuhnya. Poengky menambahkan, tugas polisi memang berat, apalagi kesejahteraan untuk bintara dan tamtama diklaimnya masih belum memadai. "Mungkin juga masih ada permasalahan lain yang belum diketahui. Sehingga pimpinan diharapkan tanggap dan mengayomi bawahan," tambahnya. Program psikotes berkala untuk anggota polisi yang memegang senpi memiliki dampak besar. Karena itu program tersebut harus terus diadakan. "Program psikotes jelas berdampak besar. Jika tidak ada psikotes maka izin menembak tidak bisa diberikan," tegas dia. Diwartakan sebelumnya, aksi bunuh diri dilakukan polisi bernama Aiptu Pariadi. Sebelum menembak kepalanya sendiri, Aiptu Pariadi terlebih dahulu menembak istrinya yang tengah menonton televisi. Tak tanggung-tanggung, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) itu menembak istrinya sebanyak dua kali di bagian kepala hingga tewas bersimbah darah. Penembakkan itu dipicu kekesalan Aiptu Pariadi terhadap sang istri. Keduanya diketahui terlibat cekcok sebelum aksi penembakan.
Tag :

Berita Terbaru

Sapu Bersih Gelar, Ubaya Tunjukkan Dominasi di Campus League Regional Surabaya

Sapu Bersih Gelar, Ubaya Tunjukkan Dominasi di Campus League Regional Surabaya

Rabu, 29 Apr 2026 20:52 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 20:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Surabaya (Ubaya) meraih hasil maksimal pada ajang Campus League Basketball Regional Surabaya dengan memborong dua gelar s…

Khofifah Dorong Konektivitas Global, Misi Dagang Jatim di Malaysia Raih Transaksi Rp15,25 Triliun

Khofifah Dorong Konektivitas Global, Misi Dagang Jatim di Malaysia Raih Transaksi Rp15,25 Triliun

Rabu, 29 Apr 2026 20:08 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 20:08 WIB

SurabayaPagi, Kuala Lumpur – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung gelaran East Java Trade and Investment Forum 2026 yang mencatatkan n…

Enam Saksi Diperiksa KPK, Ada Kepala Dinas Pendidikan hingga eks Ketua KPU Kota Madiun 

Enam Saksi Diperiksa KPK, Ada Kepala Dinas Pendidikan hingga eks Ketua KPU Kota Madiun 

Rabu, 29 Apr 2026 18:39 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 18:39 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pe…

Diprotes Warga,  DPRD Desak Operasional CASBAR di Hentikan

Diprotes Warga,  DPRD Desak Operasional CASBAR di Hentikan

Rabu, 29 Apr 2026 18:38 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penolakan terhadap tempat hiburan di kawasan Pondok Nirwana, Jalan Ir. Soekarno terus bergulir.  polemik operasional CASBAR …

Ada Dispensasi Tarif Parkir Bagi Pasien Rawat Inap RSUD Notopuro

Ada Dispensasi Tarif Parkir Bagi Pasien Rawat Inap RSUD Notopuro

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kebijakan tarif progresif parkir di RSUD Notopuro Sidoarjo di bahas dalam forum hearing bersama DPRD Sidoarjo, sejumlah pihak…

Target 4 Emas, IBCA BFC MMA Kota Madiun Berangkatkan 16 Atlet 

Target 4 Emas, IBCA BFC MMA Kota Madiun Berangkatkan 16 Atlet 

Rabu, 29 Apr 2026 17:42 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:42 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — IBCA BFC MMA Kota Madiun memberangkatkan 16 atlet pada kejuaraan IBCA MMA se-Jawa Timur piala Walikota Surabaya tahun 2026. Pada kej…