Hadi Santoso Gagal jadi Dirut Bank Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM - Tak disangka, hasil rapat umum pemegang saham luar biasa empat bulan lalu tentang usulan penetapan direksi dan Komisaris PT Bank Jatim tidak semuanya diloloskan Otoritas Jasa Keuangan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kemarin sore hanya melantik dua komisaris dan tiga direksi Bank Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Senin (28/10/2019). Dua komisaris yang dilantik yaitu Heru Tjahjono yang juga merupakan Sekdaprov Jatim sebagai komisaris Bank Jatim dan Muhammad Mas’ud selaku Komisaris Independen. Sedangkan tiga direksi yang dilantik yaitu Direktur Kepatuhan dan Managemen Resiko Erdianto Sigit Cahyono, Direktur TI dan Operasi Tonny Prasetyo, dan Direktur Komersial dan Korporasi Busrul Iman. Kedua komisaris dan tiga direksi yang dilantik tersebut telah mendapatkan surat keputusan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah menilai berdasarkan kemampuan dan kepatutan. Sedangkan Hadi Santoso yang diusulkan sebagai Direktur Utama lalu Elfaurid Aguswantoro diusulkan jadi direktur Konsumer Ritel dan Usaha Syariah, keduanya gagal lolos fit proper test OJK. Dalam sambutannya, Khofifah terlihat tidak mempermasalahkan hasil ini. Khofifag hanya menekankan bahwa Bank Jatim telah memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Total aset Bank Jatim hingga September 2019 sudah mencapai Rp 72,1 triliun. Pencapaian ini meningkat 15,06 persen dibandingkan total aset Desember 2018. Bahkan untuk laba Bank Jatim hingga bulan September 2019 sudah mencapai Rp 1,1 triliun. Angka ini lebih besar 7,61 dibandingkan laba yang sama tahun 2018. "Selain itu, realisasi investasi Jawa Timur pada semester pertama tahun 2019 mencapai Rp 32,1 triliun dan didominasi oleh UMKM yang menjadi sumber utama pendorong pembangunan ekonomi Jawa Timur. Maka, Bank Jatim diharapkan menjadi backbone pembangunan UMKM di Jawa Timur," kata Khofifah. Lebih lanjut Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono, mengatakan bahwa para komisaris dan direktur yang dilantik hari ini sudah lolos uji fit and proper test. Namun ia menekankan dalam fit and proper test yang dilakukan pada nama-nama direksi dan juga komisaris yang diajukan ke OJK, ada dua yang tidak lolos. Tepatnya di posisi direktur utama dan salah satu posisi direktur di Bank Jatim. "Ya, betul, memang ada dua yang tidak lolos fit and proper test. Satu posisi dirut, dan satu lagi direktur. Detailnya bisa ditanya ke gubernur," kata Heru yang hadir di pelantikan. Ia mengatakan tidak lolosnya dua orang yang sudah menjadi hasil rekrutmen dan RUPSLB yang diselenggarakan Bank Jatim itu lantaran beberapa alasan. Terutama ada beberapa poin dari fit and proper test OJK yang tidak berhasil dilalui dengan hasil yang diharapkan. "Tentunya di dalam penilaian fit and proper tes itu ada aspek penilaian yang dinilai. Yang pertama aspek integritas. Kedua aspek kompetensi. Nah kedua hal tersebut menjadi kriteria tolok ukur dinilai apakah komisaris dan direksi bisa pas atau patut di fit and proper test," tegas Heru. Otomatis dua orang tersebut yang sudah dinyatakan tak lolos di fit and proper test OJK maka posisinya gugur. Sehingga posisi dirut dan satu direksi lain juga kembali kosong. Sehingga nanti harus ditunjuk Plt atau PJ. "Untuk pengisian jabatan bisa dua sistemnya. Bisa RUPS dulu lalu fit and proper test. Atau dibalik. Itu sesuai aturan internal Bank Jatim. Sama saja tergantung dari kebutuhan saja, mana yang lebih efisien atau mudah," ucap Heru. Bagi yang sudah gugur dan tak lolos fit and proper test OJK dikatakan Heru harus ada jeda jika ingin mengikuti rekruitmen lagi. Yaitu enam bulan untuk bisa melamar posisi yang sama. Kecuali posisi yang dilamar berbeda, maka bisa tanpa jeda. Dengan demikian saat ini Pelaksana Tugas (pgs) dirut Bank Jatim masih tetap dijabat Ferdian Timur Satyagraha. Sampai menunggu RUPS berikutnya. Rko
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…