Avur di Kesamben Tercemar Limbah Belerang dan Klorin, Begini Kata Bupati Jo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Pasca Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, merilis hasil uji laboratorium, sungai Avur di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, terbukti tercemar limbah berupa klorin dan belerang. Pabrik pembuang limbah berupa klorin dan belerang tersebut, kini terus diselidiki. Bupati Jombang merespon dan akan segera menindak siapa saja yang terbukti membuang limbah sembarangan tersebut sesuai hukum yang berlaku. Bupati Jombang, Mundjidah Wahab mengatakan, limbah pabrik yang mencemari sungai dan merusak tanaman petani sudah berlangsung lima tahun. Dan hasil penyelidikan Pemkab Jombang, pihak pabrik sebenarnya memiliki penampungan limbah. **foto** "Cuma penampungan itu tidak berfungsi. Pabrik membuang limbah ke sungai dengan cara menyewa tanah warga, dan kemudian disalurkan melalui pipa," katanya, kepada sejumlah jurnalis, Kamis (28/11/2019). Sementara, soal tanaman petani yang rusak, bupati juga berjanji akan segera melakukan inventarisi. "Ya nanti akan kita carikan solusi-solusi untuk memperbaiki kualitas tanaman petani," ujarnya. Mundjidah menegaskan, bahwa kedepan Pemkab Jombang akan memperketat perijinan, khususnya yang terkait dengan limbah. "Jadi harus ada persyaratan untuk membuat penampungan limbah, sehingga tidak membahayakan lingkungan," tegasnya. **foto** Sementara itu, Kabid Wasdal Gakkum DLH Jombang, Yuli Inayati mengungkapkan, bahwa hasil uji untuk kualitas air sungai yang diduga menjadi sumber air limbah hasilnya sudah keluar. "Jadi zat yang mencemari yakni belerang dan klorin. Nah itu yang mencemari sungai. Dan dampaknya yang dikeluhkan masyarakat gatal, mereka memanfaatkan untuk pertanian," ungkapnya. Ina menjelaskan, ketika petani bersentuhan dengan air tersebut, maka mereka mengeluh gatal-gatal. Selain itu juga membuat tanaman jagung milik warga mati sebelum panen. "Jadi itu sudah mencemari, dan harus ditindak tegas. Pencemaran ini sudah berlangsung sekitar lima tahun. Dan terindikasi ada dua pabrik yang membuang limbah ke sungai avur," pungkasnya.(suf)
Tag :

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…