Dicari, Walikota Visioner Wujudkan Surabaya kota Metropolitan yang Multikul

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Surat Terbuka untuk Calon Walikota Surabaya, 2020-2025 (2) Pembaca yang Budiman, Risma, adalah walikota perempuan dijamannya. Risma bisa terkenal terutama karena kebijakan penghijauan dan pertamanan. Apakah kota Surabaya cukup bersolek dengan urusan taman kota dan pohon-pohon yang menghijaukan kota Surabaya? Tidak cukup! Bagi warga kota Surabaya, yang well educated, Risma adalah memiliki zaman yang sudah lewat atau masa lalu. Tantangan masa depan, bukan lagi milik atau cocok dengan gaya kepemimpinan Risma. Hasil penelusuran saya di beberapa sektor bisnis dan akademisi, sejumlah warga kota lain ingin perubahan riil diluar persoalan taman kota dan pepohonan hijau. Tentu walikota Surabaya lima tahun ke depan, menggunakan cara pandang pengganti bukan penerus, haruslah walikota yang memiliki kemampuan diatas sosok Tri Rismaharini. Lalu, apa dan bagaimana figur pengganti Risma? Apa cukup sekelas Wisnu Shakti yang saatnya seperti “ban serep” Risma dalam memimpin kota Surabaya. Atau Ir. Armudji, arek Suroboyo asli yang lama berkecimpung dalam rana politik praktis di DPRD Surabaya. Atau mengandalkan Dyah Katarina, wakil rakyat yang sampai kini belum pernah meneroh prestasi nyata dalam pembangunan kota Surabaya. Dyah Katarina, lebh dikenal karena ia bisa “mendompleng” popularitas Bambang DH, suaminya yang pernah menjadi kepala daerah kota Surabaya, dua periode. Pengganti walikota Surabaya Tri Rismahari ini, sekiranya mengikuti blueprint pemerintah pusat, otomatis dia adalah pengganti Risma, bukan penerus belaka. Akal sehat saya bilang walikota Surabaya periode 2020-2025 harus visioner. Walikota yang punya kapasitas membangun kota Surabaya yang metropolitan. Untuk mencari figur walikota pengganti Risma, saya mencoba mengadakan pertemuan non formal dengan beberapa pebisnis dan akademisi. Dalam pertemuan itu, saya berbincang, berdiskusi, dan terlibat dalam sebuah permainan kekompakan kelompok yang dalam manajemen disebut Lead Out. Lead Out adalah permainan simulasi dinamis dan interaktif untuk mengasah keterampilan, kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, perencanaan, dan pengambilan risiko pengelolaan kota Surabaya, periode 2020-2025. Permainan sendiri dibagi secara kelompok, dengan nama tiap kelompok yang terdiri pebisnis pers, akademisi dan pebisnis non pers yang semua berdomisili di Surabaya. Hasil dari permainan kelompok ini dianalisis bersama (agar obyektif) untuk diberi penilaian. Bila nilai kerja kelompoknya tidak memuaskan, maka pimpinan kelompok, yang diberi gelar “pimpinan cabang” harus dirotasi. Peserta yang hadir dari berbagai latar yang berbeda, terlihat hanyut dalam keseruan mencari sosok walikota Surabaya, pengganti Risma. Pembaca yang Budiman, Konsep “Dare to Lead” ini bertujuan untuk memilih calon walikota Surabaya masa depan yang bisa memahami lebih dalam tentang arti, cara, dan tantangan terkait kepemimpinan. Kajian yang muncul seorang walikota pengganti Risma, harus bisa membaca fenomena yang terjadi, termasuk soal ketidakstabilan perubahan ekonomi yang mesti dihadapi dengan mental siap menerima perubahan dan ia walikota Surabaya yang tidak mudah menyerah. Kunci walikota pengganti Risma, mesti punya agility, informasi, dan persistensi. Dan calon walikota pengganti Risma, juga harus berani mengambil tanggung jawab membangun kota Surabaya, lebih dari urusan penghijauan dan pertamanan semata. Calon Walikota pengganti Risma, harus mau berubah untuk menghadapi ragam tantangan, dan punya wawasan sebaik mungkin. Terutama untuk melangkah menghadapi masa depan mewujudkan Surabaya kota metropolitan yang multicultural. Pemahaman kota metropolitan yang multikutural berbasis penduduk mayoritas islam moderat, bukan pemeluk islam garis keras. Pendeknya, seorang calon walikota mendatang juga dituntut untuk bisa seperti GPS pada smartphone. Ini penting agar ia dapat melihat jauh kedepan. Termasuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengancam suatu perubahan tata kota dan perencanaan kota yang multikultural. Pendeknya seorang walikota era industri 4.0 harus memiliki semangat, kekuatan kemauan, dan pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan jangka panjang, Surabaya tahun 2045. Dia golongan individu yang dapat menginspirasi tim di Pemkot, wong cilik, warga kota terdidik dan warga kota usahawan. Tentu goalnya untuk mencapai tujuan pembangunan kota. Ia adalah seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan memiliki visi pengelola kota multikultural yang visioner. Seorang walikota yang visioner membuat mereka akan dapat menciptakan serta menjadikan sebuah kota metropolitan menjadi lebih maju dan berkembang di masa yang akan datang. Walikota Surabaya yang kini memiliki penduduk usia milenial lebih besar dari warga tua, mesti haus dan gigih belajar, bukan dari buku saja, tapi dari situasi dan pengalaman, serta berbagai masukan langsung dari warga kota. Itulah, kira-kira sosok walikota pengelola kota metropolitan yang multikulural yang tidak hanya bermimpi untuk masa depan. Ini bisa terwujud bila ia melakukan berbarengan dengan suatu tindakan strategis kelola aspek ekonomi kota yang terbuka dengan dunia luar atau internasional. Tindakan strategis ini termasuk kemampuan untuk mengantisipasi dan menciptakan visi masa depan, tetapi juga mempertahankan fleksibiltas pergerakan warga, dan bekerja dengan multikutural untuk memulai suatu perubahan. Terutama dalam menciptakan suatu keunggulan bersaing dengan kota-kota metropolitan yang diimpikan Presiden Jokowi di pulau jawa dan luar jawa. Jujur, dengan visi merencanakan masa depan kota metropolitan yang multicultural adalah tidak mudah dicapai. Makanya, saya kurang begitu yakin walikota pengganti Risma, hanya terdiri politisi lokal saja. Kesempatan untuk non politisi, saatnya dipikirkan masak-masak dengan pendekatan positive thinking untuk perubahan kota Surabaya yang lebih bermanfaat bagi bermacam etnis, suku, agama dan latarbelakang sosial. ([email protected], bersambung)
Tag :

Berita Terbaru

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI. COM, Lumajang- Kualitas Makanan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Bupati Lumajang, …

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Ancaman pencurian ternak sapi dan sepeda motor menjadi perhatian Polsek Rowokangkung.  Untuk mencegah tindak kriminalitas tersebut, …

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Isu yang sempat viral di media sosial serta dibumbui narasi sepihak mengenai adanya dugaan tekanan struktural maupun arogansi o…

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peta pergerakan spiritual dan organisasi keagamaan di Kabupaten Sidoarjo memasuki babak baru. Jam'iyah Ahlit Thariqah a…

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …