Peduli Kesehatan Karyawan, PT PRIA Rutin Gelar MCU

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - PT. Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA) kian peduli terhadap kesehatan seluruh karyawannya. Ini dibuktikan dengan melakukan MCU (Madical Cek Up) rutin tiap tahunnya. Arinta F. Yasa, Kepala Bagian QHSE PT. PRIA mengatakan tahun 2019 kemarin seluruh karyawan PT PRIA sudah melakukan general check up kesehatan di Plant Lakardowo, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. "Tanggal 30 dan 31 Januari 2019 sudah dilakukan MCU (Madical Cek Up). Ini bertujuan untuk memeriksa secara komperehensif kondisi kesehatan seluruh karyawan," ujarnya. Arinta menyebut, pemeriksaan secara menyeluruh ini juga bertujuan untuk mendeteksi secara dini jenis penyakit yang diderita karyawan. "Kalau memang ada penyakitnya kita bisa segera mem follow up penanganannya secara serius. Baik melalui klinik PT. PRIA, rumah sakit swasta maupun daerah hingga tingkat lanjutan," jelasnya. Arinta menambahkan, MCU ini merupakan bagian dari kegiatan program P2K3L secara rutin setiap tahunnya. "Kegiatan ini sudah kami lakukan secara rutin setiap tahun, ini adalah tahun ke empat yang kami lakukan," urainya. Ia menjelaskan, MCU karyawan PT. Putra Restu Ibu Abadi ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap petama adalah pemeriksaan dasar yang dilakukan pada akhir tahun 2019, dan tahap ke dua adalah pemeriksaan indikasi dari hasil pemeriksaan dasar. **foto** "Pemeriksaan tahap dua ini akan dilakukan di minggu ke tiga di bulan Januari 2020 ini. Adapun pemeriksaan di tahap 2 ini meliputi Audiometri pemeriksaan pendengaran, spirometri pemeriksaan pernafasan, EKG pemeriksaan jantung, dan foto Torax," terangnya. Ia menyebut pada pemeriksaan tahap dua ini juga berdasarkan lingkungan kerja. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini adanya pencegahan Penyakit akibat Kerja (PAK). Pelaksnaan MCU ini bekerja sama dengan RSI Sakinah yang telah tersertifikasi Paripurna. **foto** "Pemeriksaan Fisik juga dilakukan oleh dokter yang bersertifikat hiperkes Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Serta pemeriksaan khusus dianalisis oleh dokter spesialis," tegasnya. Sementara itu, Sukendro, Supervisor Bagian Elektrik di PT PRIA memaparkan kegiatan MCU ini dilakukan selain karena rasa peduli juga untuk memmenuhi Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (UU Keselamatan Kerja), Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor Per.02/Men/1980 Tahun 1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja (Permen 2/1980), Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.03/Men/1982 Tahun 1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja (Permen 3/1982). "Kesehatan karyawan di PT. Putra Restu Ibu Abadi menjadi pusat perhatian management, walaupun ada fasilitas BPJS kesehatan dan asuransi kesehatan lainnya, perusahaan juga menambahkan klinik gratis dengan fasilitas gedung, ambulance, dokter, paramedis, apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. Fasilitas ini selain dikhususkan untuk karyawan juga dikhususkan untuk warga sekitar perusahaan secara gratis," ujarnya. Supervisor senior yang sudah lebih dari lima tahun bergabung dengan PT. Putra Restu Ibu Abadi ini jiga merinci jika MCU karyawan ini targetnya 100 persen karyawan dari berbagai lapisan struktural maupun managerial perusahaan. Harapannya kesehatan karyawan termonitoring sepenuhnya. "Hasil pemeriksaan karyawan ini akan ditindaklanjuti oleh dokter hiperkes dan berkaloborasi dengan dokter perusahaan di Klinik PT. Putra Restu Ibu Abadi," pungkasnya. Terpisah, Bambang Aji, Karyawan PT PRIA di Bagian Batako mengaku bersyukur terhadap kepedulian perusahaan kepada kesehatannya. Pasalnya batako merupakan divisi yang area kerjanya bising, meskipun ketika bekerja telah menggunakan earplug tapi pemeriksaan pendengaran secara berkala ini penting. "Alhamdulillah sudah 4 tahun berturut-turut karyawan mendapatkan pemeriksaan MCU ini. Ketika ada beberapa indikasi permasalahan kesehatan karena pekerjaan, langsung teratasi," ujar Bambang. dw
Tag :

Berita Terbaru

PETA CINTA Gus Fawait Permudah Layanan KTP, Warga Tak Perlu ke Dispendukcapil

PETA CINTA Gus Fawait Permudah Layanan KTP, Warga Tak Perlu ke Dispendukcapil

Kamis, 30 Jul 2026 21:10 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 21:10 WIB

JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di D…

Kunjungi Desa Gugut, Gus Fawait Dengarkan Aspirasi Warga dan Kader Posyandu

Kunjungi Desa Gugut, Gus Fawait Dengarkan Aspirasi Warga dan Kader Posyandu

Kamis, 30 Jul 2026 20:55 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 20:55 WIB

Jember - Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendengarkan langsung berbagai…

Persidangan Maidi, Saksi Sebut Alat Berat PUPR Dipakai Bantu Proyek TPA Winongo atas Perintah Maidi

Persidangan Maidi, Saksi Sebut Alat Berat PUPR Dipakai Bantu Proyek TPA Winongo atas Perintah Maidi

Kamis, 30 Jul 2026 19:57 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:57 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saksi Kepala Seksi Bidang PSDA Dinas PUPR Kota Madiun, Sri Teguh Sumaryanto, mengungkap di persidangan bahwa dirinya kerap m…

Bank Jatim Salurkan Kredit Rp 111,28 triliun

Bank Jatim Salurkan Kredit Rp 111,28 triliun

Kamis, 30 Jul 2026 19:40 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan penguatan sinergi ini menjadi strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan…

Terpaan El Nino, Molor dari Akhir Agustus ke 2027

Terpaan El Nino, Molor dari Akhir Agustus ke 2027

Kamis, 30 Jul 2026 19:38 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Fenomena El Nino telah aktif dan diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah…

Pengusaha HKI Curhat ke Kemenperin

Pengusaha HKI Curhat ke Kemenperin

Kamis, 30 Jul 2026 19:33 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana meminta adanya penekanan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah…