Li Shi Min Bangun Proyek Pertanian tapi Turunkan Pajak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Napak Tilas Kekaisaran Dalam Dinasti China Kuno (7) SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Kecerdikan Li Shi Min dimulai ketika ia berkuasa. Meenurut artikel Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua, Li Shi Min digambarkan sedemikian baik hati. Terbukti, Li Shi Min ikut menangis bersama prajurit saat datang ke upacara untuk mengenang prajurit yang gugur. Li Shi Min sebagai kaisar juga mengundang tentara untuk beristirahat di sisi tempat tidurnya. Dikabarkan lagi bahwa Li Shi Min mengisap luka jendral Li Simo yang terluka karena panah. Dengan kebaikan hati Kaisar Taizong, aib yang selama ini menyelimuti tubuhnya sekakan-akan sirna begitu saja. “Masa awal kepemimpinan Li Shimin atau Tang Taizong menggambarkan pemerintahan ideal atau "di-ideal-kan", ini berkat usaha dirinya sebagai penguasa untuk mempengaruhi catatan sejarah , dan pada gilirannya mempengaruhi kaum sejarahwan dan Confucian” kata sejarahawan. Tang Taizong pada saat baru berkuasa mengatakan bahwa "penguasa bergantung pada negara dan negara bergantung kepada rakyat. Menindas rakyat untuk membuat mereka patuh pada penguasa itu sama saja memotong daging sendiri untuk mengisi perutnya sendiri. Perut terisi tetapi tubuh terluka." Selain itu, Hasil-hasil yang dicapai oleh Li Shimin banyak sekali, misalnya selama berkuasanya dalam waktu 20 tahun lebih, Li Shimin secara besar-besaran melakukan proyek pembangunan prasarana pertanian, tapi pajak yang dikenakan kepada kaum tani tidak dinaikkan malah diturunkan. Salah satu semboyannya yang terkenal berbunyi: “rakyat ibarat air, raja ibarat perahu. Air dapat melayarkan perahu, dapat pula mengkaramkannya.” Artinya ialah rakyat adalah kekuatan yang dapat mendukung berkuasanya suatu pemerintah, tapi juga dapat menggulingkannya. Dan justru berdasarkan pikiran itulah, Li Shimin sangat mementingkan dukungan rakyat. Deklarasi ini membawa dia pada popularitas. Di tahun 627 , Tang Taizong mengambil nama masa pemerintahannya sebagai Zhenguan. Di kalangan sejarahwan dianggap sebagai pemerintahan yang baik masa Zhenguan". Model kepemimpinan ini yang menginspirasi penguasa berikutnya seperti masa pemerintahan Kubilai , masa pemerintahan Qianlong dan bahkan Tokugawa Ieuyasu. Li Shimin adalah kaisar yang pandai mendengarkan usul dan pendapat bawahannya. Konon pada masa awal berkuasanya Li Shimin, seorang bernama Yuan Lushi sangat membangkitkan kemarahan sang kaisar karena suatu hal yang dilakukannya. Li Shimin yang sedang naik pitam itu lantas memerintahkan agar dia dihukum mati. Saat itu seorang menteri senior bernama Sun Fujia dengan berani mengajukan pendapatnya untuk membela Yuan Lushi. Mendengar pembelaan itu, Li Shimin membebaskan Yuan Lushi, dan memberikannya sebuah taman kepada Sun Fujia sebagai penghargaan atas keberaniannya mengajukan pendapat yang lain. “Sejak aku naik takhta, siapa pun tidak berani mengajukan usul kepada aku. Sun Fujia adalah orang pertama yang berbuat demikian, itulah sebabnya aku menghargainya dengan kado yang lumayan." Pada masa kemudian Li Shimin bahkan mengangkat Wei Zheng sebagai Menteri Urusan Usul dan Pendapat kepada Kaisar sebagai penghargaan atas ketulusan hatinya dalam mengajukan usul kepada kaisar. Sejak itu, mengajukan usul dan pendapat kepada Kaisar Li Shimin berangsur-angsur menjadi suatu gejala umum selama berkuasanya, dan Li Shimin pun terus dengan rendah hati mendengarkan usul yang berisi baik. Namun, gambaran ideal ini hanya berlangsung pada tahun-tahun awal masa kepemimpinannya. Dipertengahan tahun 630 , Tang Taizong mengerahkan kekuatan untuk konsolidasi dan perluasan kekaisaran di perbatasan. Dia mulai percaya diri dan membangun berbagai mega proyek dan menghamburkan biaya dan tenaga kerja. Suatu ketika Tang Taizong mengamati bahwa tutor dari pangeran tidak becus mendidik anaknya. Untuk kejahatan seperti itu dia pantai mati. Liu Fan menjawab :"Kepala mentri anda Fang Xuanling mengabdi kepada baginda sejauh ini tidak sanggup mencegah baginda dari berburu "". Taizong kemudian pergi keluar dalam kemarahan besar. Ketidakpuasan para pejabat terhadap kepemimpinan Tang Taizong adalah meninggalkan prinsip awal kepemimpinannya. Dua dekade terakhir kepemimpinannya diwarnai dengan perselisihan dengan pejabat. Di tahun 637 , Ma Chou mengeluhkan tentang naiknya beban labour services dan tentang bagaimana Taizong mulai bersikap tidak acuh kepada rakyat . Ma memberikan nasehat agar Taizong kembali kepada kebijakan awalnya. Di tahun berikutnya Wei Zheng [580-643] juga mengeluhkan perubahan gaya administrasi kaisar sejak 627 , dan meningkatnya arogansi , kepuasan diri dan pemborosan uang negara. Taizong mulai merasa puas dan aman dan merumuskan kebijakan sendiri tanpa mengindahkan pendapat para pejabat. Dia mulai gusar dengan kritik dan mengintimidasi siapa saja yang tidak sepakat dengan dirinya. Di masa akhir Li Shimin tidak lagi sebagai pemimpin yang ideal seperti di masa awal dan menghabiskan masa akhir kepemimpinannya dengan penghamburan uang dan tenaga yang pada gilirannya membebani rakyat . Dia juga tidak menghormati saran pejabat-jabatnya sehingga orang yang paling setia seperti Fang Xuanling di tahun 648 , menjelang kematiannya di tempat tidurnya dengan sedih mengamati bahwa pada saat itu tidak ada seorangpun di pemerintahan berani membantah Taizong .
Tag :

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…