Shieny Yakin Masa Depan Game Lokal Cerah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Di tahun 2020 ini banyak sekali masyarakat yang hobi bermain game. Tidak sekedar untuk hobi atau kesenangan saja namun ada juga yang menajadikannya peluang bisnis. Peluang tersebut tentu dilihat jelas oleh Shieny, menurutnya game bisa memberi perubahan massive pada kehidupan, bisa juga memrei solusi bisnis dan berdampak positif. Selama satu dekade terakhir ini development game mengalami pertumbuhan yang cepat dalam dunia digital. Bahkan, dari skala ukuran, industri game tiga kali lebih besar dari industri film, dan dua kali lipat dari industri musik. Karena semua potensi tersebut Shieny yang memang telah memiliki kegemaran terhadap dunia game sejak kecil ini mulai mencoba membuat gamenya sendiri. Berangkat dari kegemaran itu, ia bersama teman-teman di ITB mendirikan Agate Studio di tahun 2009. setelah setahun berjalan perusahaan ini mulai mengembangkan serious games pada 2010. Agate mulai dibentuk dengan bermodalkan uang sebesar Rp. 100 juta dari hasil mereka patungan yang nantinya akan dikembalikan dalam gaji yang dibagi rata. Shieny juga menuturkan bahwa dalam 6 bulan pertamanya dalam pengambangan game ia dan seluruh rekannya harus bekerja 15 jam sehari dan hanya mendapat gaji Rp. 50 Ribu. Namun karena ia menyukai pekerjaan tersebut maka ia terus berusaha mengembangkan Agate. Padahal kala itu, pasar Indonesia yang belum memadai untuk menjual game. Karena itu mereka memutuskan untuk menjual game mereka ke pasar global terlebih dahulu. Mereka memasukkan game-game mereka ke beberapa portal game dan mulai mendapatkan penghasilan dari sana. “Salah satu momen yang sangat mengharukan adalah ketika sudah bisa menggaji para crewsesuai dengan UMR,” ucap Shieny. Pasang surut di bisnis ini sudah Shieny alami. Mulai dari penurunan pasar Flash game di tahun 2010, kenaikan dan penurunan populeritas Facebook game tahun 2011-2012, hingga ledakan game mobile di platform iOS dan Android sejak tahun 2013. Bekal itu membuat dia semakin ingin mengembangkan kreativitas dan bisnis di industri game. Sampai saat ini Agate Studio memiliki dua lini bisnis, yakni Serious Game dan Entertainment Game.Dan sejak tahun 2010 Shieny disrahi tanggung jawab mengelola divisi Agate Level Up ini. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir Agate Level Up telah berkembang pesat dengan omzet sekitar Rp 100 juta per bulan. Kliennya mulai dari perusahaan perikalan, hingga lembaga pemerintah. Tak heran jika dia yakin dan optimis industri game lokal memiliki masa depan yang cerah. “Tantangan terbesar adalah pertumbuhan pasar. Masih banyak yang belum melihat game sebagai layanan yang dapat menjadi solusi perusahaan. Padahal edukasi yang ditawarkan game jauh lebih efektif,” ungkapnya. Di sisi lain, menurut Shieny, masih butuh dukungan dari banyak pihak terutama pemerintah agar industri game lokal semakin kuat dan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Sejauh ini pemerintah sudah sangat support terhadap industri kreatif, termasuk game. Tapi akan lebih mantap jika melihat negara-negara lain yang sukses di industri game akibat campur tangan pemerintah,” ungkapnya.gl
Tag :

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…