Cara Tangani Virus Corona Lewat Medsos

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Arus informasi yang deras terkait wabah virus corona bisa kurang efektif dan membingungkan publik jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karenanya, perlu penanganan khusus terkait isu tersebut di media sosial (medsos) Tentunya, penanganan pun dilakukan dengan mempertimbangkan banyak faktor agar informasi yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Berikut ini langkah-langkahnya. 1. Bentuk tim inti Personilnya bisa diambil dari Kementerian, Lembaga Negara (K/L) yang punya tim medsos kuat seperti Kemendikbud, Kemkominfo, BNPB, KPU, TNI, POLRI dan unsur organisasi masyarakat seperti NU, MUhammadiyah, dan lain-lain. Rekrut pengawas dari jurnalis senior dengan jam terbang tinggi dan mereka yang berpengalaman menangani kasus flu burung. Kumpulkan penanggungjawab, admin, jubir atau pengelola media sosial di seluruh K/L. Jelaskan pedoman penanganan virus corona di internet, website dan media sosial. 2. Umumkan akun khusus Umumkan akun khusus yang fokus menyampaikan informasi dan perkembangan tentang COVID-19. Sampai sekarang publik bingung, banyak akun Kementerian, Lembaga Negara menyampaikan informasi tentang virus corona, namun dicampur dengan informasi lain. Akun tidak perlu dibuat baru, namun bisa menggunakan akun lama dengan jumlah follower tinggi. Akun ini merujuk pada website khusus yang menjadi pusat informasi. 3. Gunakan pola sentralisasi Menggunakan pola sentralisasi artinya konten diproduksi hanya oleh satu tim, sedangkan tim yang lain cukup menyebarkan. Boleh saja setiap K/L membuat konten sendiri, namun tetap mencantumkan sumber dari tim inti. Namun buat apa membuat konten yang sama? Lebih baik di-share, retweet, repost, dan lain-lain. Sekarang ini, dalam pengamatan saya, yang terjadi adalah pola multiple hub and spoke bahkan yang lebih parah organic-holistik. Maksudnya, setiap K/L memproduksi konten tentang corona, bahkan banyak pejabat atau yang sudah tidak menjabat juga memproduksi konten tentang itu. Alhasil, publik makin bingung karena hubungan masyarakat dengan tokoh tertentu sangat kuat. 4. Pusatkan di Facebook Mengapa Facebook? Karena kolom interaksinya bagus untuk komentar dan jawaban. Tim bisa bekerja 7 hari 24 jam. Jawab seluruh pertanyaan warga, buat Q and A. Berikan tautan yang mengarah pada landing page pada setiap jawaban. 5. Fokus pada pesan kunci Jangan gunakan emoticon atau emoji apapun dalam menyampaikan informasi dan merespons netizen. Semua komunikasi dan informasi harus berdasarkan fakta, bukan emosi dan perasaan. Perlu diingat juga agar penyampaian informasi tidak membuat panik, melainkan berisi petunjuk-petunjuk teknis pencegahan. Bangun semangat memperjuangkan kepentingan nasional dan solidaritas, bukan ego Kementerian atau kepentingan golongan tertentu. 6. Panggil semua perusahaan medsos Panggil semua perusahaan medsos yang beroperasi di Indonesia seperti Google, Facebook, YouTube, Instagram, WhatsApp, Twitter, TikTok, LinkedIn, termasuk aplikasi medsos lokal. Minta mereka agar membantu maksimal dengan berpedoman pada SOP yang sudah dibuat pemerintah. 7. Berdayakan berbagai organisasi bentukan pemerintah Organisasi seperti Generasi Pesona Indonesia (GENPI) yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata misalnya, bisa diberdayakan untuk membantu hal ini. Menurut pengakuan Kemenpar, GENPI punya 15 ribu anggota yang tersebar di 34 provinsi dan terdiri dari anak-anak muda kreatif. *) Hariqo Wibawa Satria adalah Direktur Eksekutif Komunikonten dan penulis buku Seni Mengelola Tim Media Sosial.(dc/cr-01/dsy)
Tag :

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…