Publik dan Polda Punya Rasa Berbeda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menilai Kemacetan yang Mengular Panjang di kawasan Bundaran Waru pada Hari Pertama PSBB di Surabaya Raya SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Masyarakat pengguna jalan dan Polda Jatim dalam merasakan dan menilai kemacetan yang mengular di kawasan Bundaran Waru, depan City of Tomorrow (CiTo) Surabaya berbeda. Pengguna jalan kemacetan hari pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya ini mengganggu perjalanannya ke kantor. Tapi Dirlantas Polda Jatim masih menganggap kemacetan di Waru itu masih dalam batas yang wajar. Dirlantas Polda Jatim, Kombes Budi Indra Dermawan, menilai kemacetan mengular di kawasan Bundaran Waru masih dalam batas yang wajar, punya alasan. Antara lain banyak warga luar yang bekerja di Surabaya. Hal ini mempengaruhi volume kendaraan yang masuk ke Surabaya dari arah Sidoarjo pada jam berangkat kerja. "Waru padat karena ada pekerja yang bekerja di Surabaya. Tapi jam siang, saya di Waru, sudah lengang tidak ada kepadatan," katanya. Meski begitu, Polda Jatim bersama Gubernur Jawa Timur dan seluruh Forkompida akan melakukan evaluasi pada pelaksanaan hari pertama PSBB. “Saya lihat kondisi ini ternyata masih banyak masyarakat yang belum tau. Jadi kita akan giatkan anggota terus lakukan sosialisasi hingga masyarakat ikut peduli dan sadar untuk memberantas pandemi Covid-19 di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, di sekitar lokasi bunderan Waru, Selasa (28/4/2020). Dari pantauran Surabaya Pagi, sejak pukul 00:00 WIB Selasa (28/4/2020), petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP sudah melakukan pemeriksaan pengendara sesuai dengan protokol kesehatan dan pembatasan warga. Baik pengendara roda dua maupun roda empat, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, menunjukkan surat kesehatan, penggunaan masker hingga memeriksa keperluan untuk masuk ke kota Surabaya. Antri Panjang Hingga Depan RS Mitkel Waru Antrian mulai mengekor di bunderan Waru depan CiTo sudah sejak pukul 06:00 WIB, disaat berangkat kerja. Dan ekor antrian sudah terlihat dari RS Mitra Keluarga, Waru Sidoarjo. Tepat di depan pintu masuk kota Surabaya, tikungan pintu masuk CiTo, beberapa petugas membuat barikade dengan memeriksa satu persatu pengendara. Kendaraan berpelat selain L (yang masuk ke Surabaya) dihentikan dan diperiksa, namun pengendara bernopol W (Sidoarjo dan Gresik) diberi kelonggaran. Sesekali petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan, kepada seluruh pengendara yang melintas. Salah satu pengendara, Diana, 32 tahun, kaget dengan kemacetan yang terjadi saat berangkat kerja sekitar pukul 07:00 WIB. "Kaget tadi pagi mbak, biasanya saya kerja langsung aja lewat Cito, ini tiba-tiba macet gitu. Untungnya cuma diperiksa aja kan identitasnya. Tapi ada yang di suruh puter balik karena plat nya bukan plat L lalu belum dapet surat dari tempat kerja kalo mereka karyawan di Surabaya. Mungkin hari pertama juga jadi petugasnya masih ramah," jelas Diana. Petugas Pemeriksaan Check Point Kurang Hal berbeda kembali saat disampaikan oleh Dana, salah satu buruh pabrik di Kota Surabaya, yang juga ditemui di bunderan Waru, menganggap kemacetan ini biasa dan tidak ada perbedaan hari biasa sebelum ada PSBB. “Biasa aja mbak, saya lewat sini hampir setiap hari, juga seperti ini. Macet setiap hari. Cuma karena hari ini PSBB, yah mungkin pemeriksaan,” terangnya. Namun, tambahnya, ia menyarankan, soal pemeriksaan, personel petugas gabungan lebih diperbanyak saat proses check in. “Seharusnya kedepan, petugas diperbanyak juga. Jadi proses pemeriksaan bisa berlanjut lancar,” tambahnya. Sementara, pengendara kendaraan roda empat, salah satunya Rudi Wibowo, 46, sempat tidak mengetahui, bila kemacetan sepanjang ini. “Kalau padat dari biasanya sih sama. Cuma ini khan Selasa, biasanya sudah lancar. Tapi mungkin ini hari pertama PSBB. Jadi pemeriksaan njlimet. Apalagi ini saya dan istri, di mobil harus ditata soal physical distancing. meskipun suami istri. Yah saya nuruti, akhirnya istri duduk di belakang. Seakan-akan, saya ini jadi sopirnya,” ujar Rudi, tertawa, yang ditemui di depan Graha BNI Pangeran, Selasa pagi. Tidak Diperiksa Ketat Untuk soal kendaraan roda empat, di dalam spanduk check point tertulis, bahwa mobil hanya membawa penumpang 50 persen, baik itu kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, sesuai Perwali Surabaya Nomor 16 tahun 2020. Selain di bunderan Waru, juga ada pemeriksaan di area Pondok Tjandra-Gunung Anyar perbatasan Surabaya dan Sidoarjo. Seperti Dini, salah satu penduduk Pondok Tjandra yang mengaku bila ia tidak diperiksa ketika memasuki kota Surabaya pada siang hari dan hanya disemprot desinfektan pada bagian luar mobilnya. "Saya tadi agak was-was ketika mau memasuki Surabaya, karena saya tidak punya kepentingan cuma harus nengok ibu. Kalo di hentikan tadi sempat tapi cuma disemprot aja mobil saya," ujarnya. nalq/adt/byt/pat/nt/cr-3/rmc
Tag :

Berita Terbaru

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…