Pengamat: Dewan Sedang Bekerja untuk Rakyat, Bukan Gaduh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengamat Sosial dan Politik Univeristas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Mahfud Fauzi
Pengamat Sosial dan Politik Univeristas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Mahfud Fauzi

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lima Fraksi di DPRD Surabaya yang sedang berjuang mewujudkan terbentuknya pansus percepatan penanganan covid-19 mendapat apresiasi dari pengamat sosial dan politik. Para wakil rakyat yang berasal dari Fraksi Gerindra, PKB, PAN-PPP, Golkar, dan Demokrat-Nasdem dinilai sedang memperjuangkan keselamatan dan nasib rakyat.

 

Pengamat Sosial dan Politik Univeristas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Mahfud Fauzi  menyangkal tudingan kalangan dewan gaduh di tengah pandemi Covid-19. Justeru lima fraksi yang mengusulkan pembentukan pansus covid-19 sedang bekerja untuk rakyat Surabaya.

 

"Ngak benar, mereka ini bekerja, bekerja itu jangan diartikan gaduh, karena dasarnya (usulan pansus) masukan dari masyakat," ujarnya, Rabu (6/5).

 

Agus menilai, usulan pansus tidak bisa diartikan politis. Sebab, sebagai legislatif, momentum pemilihan legislatif (pileg) masih jauh. Pun demikian dengan Pilwali, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilwali Surabaya 2020.

 

"Bicara pilwali 2020, usulan ini tidak ada hubungannya. Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) mau dijelekkan atau diapresiasi positif tidak akan berpengaruh. Jadi sama sekali tidak mengandung unsur politik," ujarnya.

 

Menurutnya, sangat tidak beralasan ketika Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menolak usulan pembentukan pansus, apalagi usulan itu berasal dari 5 fraksi diantara 8 fraksi di DPRD Surabaya. Kalangan dewan harus bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

 

"Tidak beralasan ketika berbagai usulan itu tidak diakomodir," tegasnya.

 

Agus menegaskan, pansus salah satu elemen yang harus dilakukan oleh wakil rakyat ketika mereka menemukan ganjalan terhadap apa yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Sehingga, Pemkot Surabaya bisa bekerja on the track.

 

Salah satu ganjalan yang sedang dihadapi oleh kalangan dewan saat ini adalah Pemkot Surabaya dinilai tidak memiliki road map dalam penanganan covid-19. Selain itu, Pemkot terkesan tidak transparan. Sehinggan penggunaan dana Rp 196 miliar dan dana cadangan senilai Rp 1,3 triliun rawan bocor.

 

Tak hanya itu, bantuan sosial (bansos) baik yang berasal dari APBD dan CSR juga rawan dipolitisasi. Sebab, selain distribusi bansos tidak merata, Pemkot dinilai tidak memiliki data update MBR dan masyarakat terdampak Covid-19.

 

"Sebetulnya ini (pansus) instrumen yang memudahkan pemkot. Seharusnya semua elemen berterima kasih kepada pansus yang bekerja atas nama rakyat. Saya percaya kok ini akan memudahkan, siapa yang menjadi ganjalan dalam proses penyaluran bansos nanti akan ketemu," tegasnya.

 

Menurutnya, andaikan usulan pembentukan pansus covid-19 ini diapresiasi, maka akan memberikan input positif kepada Pemkot Surabaya. Juga akan menjadi masukan sangat baik bagi partai pemenang pemilu. Alq

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…