SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Di hari ke-8 penerapan PSBB, enam warga Gresik kembali terpapar virus corona atau Covid-19. Mereka berasal dari berbagai desa dan kecamatan. Asal klasternya juga beragam.
Di antara yang terpapar adalah seorang warga asal Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik. Artinya, untuk kali pertama warga asal kecamatan kota terinfeksi virus berbahaya ini. Sekaligus menjadikan Kecamatan Gresik sebagai zona merah baru persebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Gresik.
Selain itu juga ada Kecamatan Dukun yang mengikuti jejak Kecamatan Gresik. Pasalnya, seorang warga Desa Karangcangkring, Dukun, pun terjangkit oleh virus asal Wuhan, China tersebut.
Kabaghumas dan Protokol Setkab Gresik Reza Pahlevi menyebutkan, ke-6 warga Gresik konfirmasi positif kali ini berasal dari 3 klaster. Yakni, seorang berasal OTG, 2 orang dari klaster Surabaya, dan 3 orang klaster pelayaran.
"Seorang dari mereka kini dirawat di sebuah rumah sakit di Gresik. Sedang lima pasien, semuanya dirawat di rumah sakit di Surabaya," tulis Reza dalam pers rilisnya kepada sejumlah awak media, Rabu malam (5/5).
Dengan penambahan 6 pasien baru, maka jumlah warga Gresik yang terjangkiti Covid-19 sudah mencapai 36 orang. Angkanya terus naik kendati di wilayah Gresik saat ini tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sebaran pasien konfirmasi positif Covid-19 Gresik per 5 Mei 2020: Desa Kroman, Kecamatan Gresik 1 orang; Desa Betoyoguci 1 orang dan Desa Suci 1 orang, keduanya masuk Kecamatan Manyar; Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo 2 orang; Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun 1 orang.
Rincian selengkapnya sebaran Covid-19 per kecamatan: Menganti 8; Kebomas 6; Manyar 6; Driyorejo 5; Benjeng 4; Sidayu 2; Duduksampeyan 2; Kedamean 1; Dukun 1 dan Gresik 1. did
Editor : Moch Ilham