SURABAYAPAGI.com, Sumenep – Sebanyak 65.859 warga Sumenep, Madura, Jawa Timur menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Bantuan tersebut diberikan kepada warga terdampak virus corona atau Covid-19.
“Bantuan sosial ini sudah kami luncurkan kemarin di Kantor Pos,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Selasa (12/5/2020).
Menurut Busyro, dari 65.859 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang mendapat bantuan, baru 36.403 KPM yang saat ini dilakukan proses pencairan. Kendati demikian, sisa KPM dari jumlah yang ada tak perlu resah, karena hanya tinggal menunggu waktu saja.
“Dari laporan PT Pos data yang masuk terus bergerak. Jadi untuk masyarakat tidak perlu resah jika masih belum bisa dicairkan hari ini, karena semua data yang kami usulkan sudah masuk di kementerian,” jelasnya.
Penyaluran bantuan tersebut juga dipastikan tepat sasaran karena data yang diambil telah disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat penerima. Sebelum penyaluran BST, tim telah melakukan kroscek kepada calon penerima dengan melampirkan E-KTP dan KK.
“Pendataan yang kita lakukan sudah berlapis, mulai dari pemerintahan desa, kecamatan hingga kabupaten. Jadi, penyaluran bantuan ini saya kira sudah sesuai prosedur dan penerimanya pasti orang yang berhak,” ucapnya.
Sebab itu, dia berharap bantuan BST ini bisa bermanfaat dan mengurangi beban ekonomi masyarakat, dan diharapkan dapat digunakan sesuai kebutuhannya.
“Semoga bantuan BST ini sesuai dengan harapan bersama dan bermanfaat bagi masyarakat penerimanya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan menyampaikan, dana BST dari Kemensos RI sebesar Rp 118 miliar lebih untuk disalurkan kepada 65.859 KPM di Sumenep.
“Per KPM akan menerima Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2020,” tuturnya.
Dijelaskan, ada dua mekanisme penyaluran untuk BST bagi keluarga kurang mampu terdampak Covid-19. Yakni melalui Kantor Pos dan sebagian melalui perbankan.
“Kalau dirinci, dari 65.859 KPM yang dicairkan melalui kantor Pos sebanyak 36.403 KPM, melalui Bank BNI sebanyak 2.300 KPM, Bank BRI sebanyak 821 KPM, Bank Mandiri sebanyak 154 KPM, dan Bank BTN sebanyak 19 KPM,” jelasnya. (haz/dsy)
Editor : Redaksi