Nadiem, tak Berani Putuskan Awal Belajar Tahun 2020

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nadiem Makarim, Mendikbud RI
Nadiem Makarim, Mendikbud RI

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Awal belajar siswa pada tahun ajaran 2020 ini dijadwalkan pertengahan Juli 2020 mendatang. Tapi adanya pandemi global virus corona, jadwal ini masih simpang siur.

Federasi Serikat Guru Indonesia mengusulkan belajar dari rumah secara online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang hingga Desember. Ini jika kasus virus corona (Covid-19) masih tinggi di Indonesia, demikian siaran pers yang diterima Surabaya Pagi, Kamis (28/5/2020) kemarin.

Dan ternyata, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sendiri mengaku tak berani memastikan. Nadiem untuk urusan keputusan sekolah kembali dibuka, masih menunggu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Penanganan skenario apapun (soal pembukaan sekolah) terus jadi suatu diskusi dengan pakar-pakar dan tentunya keputusan itu masih dalam gugus tugas bukan di Kemendikbud," ujarnya Nadiem, menjawab pertanyaan Komisi X DPR RI pada Rapat Dengar Pendapat melalui konferensi video, Rabu pekan lalu (20/5).

 

Keputusan pada Gugus Tugas

Nadiem hanya menyatakan pihaknya telah mendiskusikan berbagai kemungkinan dan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Gugus Tugas. Namun, keputusan final tetap ada di tangan Gugus Tugas. Hal ini karena Nadiem menilai perkara pembukaan sekolah di tengah pandemi adalah persoalan kesehatan, bukan pendidikan.

Jadi mohon kesabaran. Tapi kalau ada rumor akan dilanjutkan sampai akhir tahun atau menunggu tahun berikutnya itu tidak benar. Kami tidak pernah (memberikan) pernyataan itu. Itu tidak benar," jelasnya.

 

Rasa Aman dan Sehat

Federasi Serikat Guru Indonesia  mengkhawatirkan soal potensi klaster baru corona di sekolah jika sekolah dibuka bulan Juli. Demikian respon FSGI atas wacana pembukaan sekolah pada Juli 2020 untuk daerah aman dari corona yang diungkapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Agar kondisi benar-benar aman dan sehat, maka opsi yang patut dipilih Kemendikbud dan Kemenag adalah dengan memperpanjang masa PJJ selama satu semester ke depan sampai akhir Desember, atau setidaknya sampai pertengahan semester ganjil," tutur Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim melalui keterangan pers yang diterima Surabaya Pagi, Kamis (28/5/2020).

Menurutnya, pemerintah tidak bisa tergesa-gesa melaksanakan pembukaan sekolah pada pertengahan Juli 2020. Ia menilai dibutuhkan persiapan matang dan ketepatan data corona di tiap wilayah untuk menjalankan rencana tersebut.

Hal ini penting karena pembukaan sekolah harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa serta guru. Terlebih melihat kasus guru dan siswa terpapar corona setelah sekolah dibuka di negara lain seperti Prancis, Finlandia, dan Korea Selatan.

 

Gelombang Kedua

Bayang-bayang gelombang kedua penyebaran corona menurutnya juga perlu diperhatikan. Ia mengatakan ancaman ini bakal membuat siswa, orang tua dan guru khawatir ketika diharuskan kembali ke sekolah. "Tak menutup kemungkinan (gelombang kedua corona) ini bisa terjadi di Indonesia. Jangan sampai sekolah dan madrasah menjadi klaster terbaru penyebaran covid-19," ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Fahriza Tanjung, juga turut berpendapat bahwa komunikasi, koordinasi, dan pendataan kasus corona antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperbaiki sebelum sekolah dibuka. Ia khawatir jika koordinasi pemerintah pusat dan daerah masih jadi persoalan, maka kebijakan pembukaan sekolah bakal turut bermasalah seperti polemik penyaluran bantuan sosial di sejumlah daerah.

Indikasi ini, kata dia, bahkan sudah terlihat dari beda pernyataan pemerintah pusat dan daerah soal pembukaan sekolah di tengah pandemi. "Baru-baru ini Pemerintah Kota Bukittinggi sudah menetapkan pertengahan Juli nanti sekolah-sekolah akan diaktifkan kembali. Padahal di sisi lain pemerintah pusat belum memutuskan. Alhasil siswa, guru dan orang tua pun bingung," lanjutnya. Fahriza juga menilai pemerintah dan sekolah perlu memastikan kelengkapan fasilitas pendukung protokol kesehatan. Ini termasuk hand sanitizer, sabun cuci tangan, keran air, masker sampai penyediaan alat perlindungan diri (APD) di unit kesehatan sekolah (UKS).

Menurutnya, Kemendikbud juga harus membuat Pedoman Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk sekolah. Salah satunya mengenalkan Protokol Kesehatan kepada warga sekolah.

 

Keselamatan Siswa

Kepala Gugus Tugas Doni Monardo menyatakan ada 110 kabupaten/kota yang tercatat tak memiliki kasus positif. Sebanyak 87 kabupaten/kota di antaranya sudah ditawarkan untuk membuka kembali aktivitas di tengah pandemi corona. Respon terkait wacana pembukaan sekolah pun datang dari berbagai pihak. Orang tua maupun guru khawatir pembukaan sekolah membahayakan keselamatan siswa dan orang di sekitarnya.

Namun di sisi lain banyak siswa yang tak nyaman melakukan PJJ selama pandemi karena berbagai kendala. Terlebih bagi sekolah dan wilayah yang tak punya fasilitas internet memadai. n jk/erc/cr3/rmc

Tag :

Berita Terbaru

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …