Tertipu, Pria ini Mengaku Wanita Hingga Menikah di Lombok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi pernikahan. SP. PJ
Illustrasi pernikahan. SP. PJ

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Polres Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan seorang pria berinisial S alias Mita (25) sebagai tersangka dalam kasus penipuan jenis kelamin yang mengakibatkan terjadi pernikahan sejenis.

Jejak dugaan penipuan pria mengaku wanita itu sendiri terendus polisi berdasarkan laporan korban ke pihak penegak hukum tengah pekan lalu.

Kasat Reskrim Polres Loba AKP Dhafid Shiddiq pun membeberkan kronologi kasus tersebut. Ia mengatakan dugaan kasus penipuan itu berawal dari perkenalan mengatakan kasus tersebut bermula dari perkenalan korban berinisial M dengan Mita.


Dikutip dari CNN Indonesia, "Korban berkenalan dengan seseorang lewat media sosial dan mengaku sebagai seorang wanita atas nama saudari Mita," kata Dhafid, Selasa (9/6) malam.

Setelah berkenalan, korban dan tersangka pun sepakat untuk bertemu di kawasan Taman Udayana, Mataram. Usai pertemuan tersebut, dua sejoli itu lalu menjalin hubungan asmara.

"Selama menjalin hubungan asmara sudah beberapa kali (keduanya) melakukan hubungan badan," ucap Dhafid.

"Dan, karena rasa cinta korban kepada saudari Mita hingga akhirnya memutuskan untuk menikah," imbuhnya.

Pernikahan dua sejoli itu lalu digelar di sebuah musala di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, NTB, pada 2 Juni lalu. Pengikatan janji pernikahan mereka turut disaksikan Kepala Dusun di Gelogor, pihak Kantor Urusan Agama (KUA), serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

"Selanjutnya pada saat malam pertama Mita menolak untuk berhubungan badan dengan korban dengan alasan haid, dan dua hari kemudian korban merasa curiga dengan Mita, terutama dengan jenis kelaminnya," ujar Dhafid.

Korban, kata Dhafid, kemudian menanyakan hal tersebut kepada Mita. Namun, tanpa alasan yang jelas, Mita justru meminta cerai dan kabur dari rumah.

Korban lantas mencari tahu siapa sosok Mita sebenarnya, termasuk perihal jenis kelaminnya kepada Kepala Lingkungan Pajarakan, Kecamatan Ampenan, Mataram. Itu adalah alamat Mita sebelum menikah dengan M.

Selain dari kepala lingkungan itu, kata Dhafid, korban lalu menelusuri identitas Mita kepada pihak keluarga dan warga setempat. Dari keterangan warga akhirnya diketahui ternyata Mita adalah seorang pria dengan nama inisial S.

"Atas hal tersebut korban merasa kaget dan merasa ditipu, dan nama baik keluarga korban serta Desa Gelogor tercemar. Dan korban secara material mengalami kerugian sekitar Rp20 juta untuk mahar dan biaya atas pernikahan tersebut," tutur Dhafid.

Korban kemudian melaporkan Mita ke pihak kepolisian pada 6 Juni 2020. Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Tersangka, kata Dhafid, akhirnya berhasil diamankan warga Desa Gelogor di wilayah Senggi dan selanjutnya dibawa ke Polres Loba untuk diproses hukum.

Dhafid menerangkan dalam kasus ini penyidik telah melalukan gelar perkara pada Selasa (9/6), dan akhirnya menetapkan Mita sebagai tersangka. Mita dijerat Pasal 378 KUHP karena memalsukan data diri pada KTP.

"Sudah kami gelarkan, setelah pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti, kita tetapkan terlapor sebagai tersangka," katanya terkait kasus penipuan pria mengaku wanita tersebut.  dsy2

Berita Terbaru

Masuki Pendaftaran SPMB, Dinsos Magetan Failitasi Pengurusan SK DTSEN Desil 1-5

Masuki Pendaftaran SPMB, Dinsos Magetan Failitasi Pengurusan SK DTSEN Desil 1-5

Minggu, 07 Jun 2026 11:46 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna mendukung persyaratan mendaftar Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 jenjang SD dan SMP via jalur…

Jaga Suplai dan Stok Cabai, TPID Kota Madiun Perkuat Kerjasama Antardaerah

Jaga Suplai dan Stok Cabai, TPID Kota Madiun Perkuat Kerjasama Antardaerah

Minggu, 07 Jun 2026 11:40 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Demi menjaga suplai dan stok komoditas cabai di pasaran wilayah Madiun, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun mulai…

Melalui Cek In Warga, Pemkot Surabaya Perketat Validasi Domisili SPMB

Melalui Cek In Warga, Pemkot Surabaya Perketat Validasi Domisili SPMB

Minggu, 07 Jun 2026 11:10 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/20267, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur mulai…

Pemdes Dukuhsari Jabon Salurkan Bantuan Pangan ke 968 KPM, Ada Beras dan Minyak Goreng

Pemdes Dukuhsari Jabon Salurkan Bantuan Pangan ke 968 KPM, Ada Beras dan Minyak Goreng

Minggu, 07 Jun 2026 11:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa Dukuhsari Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan…

Pemkot Malang Siapkan Seragam Gratis ke 4 Ribu Siswa SD dan SMP Negeri

Pemkot Malang Siapkan Seragam Gratis ke 4 Ribu Siswa SD dan SMP Negeri

Minggu, 07 Jun 2026 10:57 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Memasuki tahun ajaran baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur telah menyiapkan kuota pemberian seragam sekolah gratis…

Sukses Pikat Turis Asing, Spirit 'Reogevolution' di Grebeg Suro 2026 Dobrak Stigma Tari Jawa

Sukses Pikat Turis Asing, Spirit 'Reogevolution' di Grebeg Suro 2026 Dobrak Stigma Tari Jawa

Minggu, 07 Jun 2026 09:27 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 09:27 WIB

SURABAYA PAGI,Ponorogo – Kesan keliru bahwa seni tari tradisional Jawa selalu identik dengan gerakan yang lambat dan gemulai seketika runtuh di Alun-Alun P…