Doktrin Bos Scammer Online Kamboja

"Kamu Tipulah Banyak-banyak Orang Indonesia"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Online scam menjamur di Kamboja karena kombinasi jebakan tawaran kerja palsu dengan gaji tinggi oleh sindikat internasional, kata sebuah sumber di Kementerian Luar negeri yang dihubungi Selasa (20/1).

Operasi ini dikelola secara profesional oleh jaringan internasional (seringkali Tiongkok), yang mempekerjakan penutur asli atau orang dari berbagai negara untuk menipu korban global, termasuk dari Indonesia.

Bagaimana Sindikat Beroperasi di Kamboja?

WNI direkrut melalui media sosial dengan janji gaji tinggi dan pekerjaan mudah.

Saat Korban tiba di Kamboja dipaksa menipu orang lain melalui chatting, penawaran investasi, atau hubungan romantis (romance scam).

Korban tidak bisa pulang karena paspor ditahan dan diancam jika tidak menipu.

 

Pekerja Migran Ilegal di Kamboja

Puspa, perempuan muda dari Yogyakarta, menjadi saksi kerasnya hidup sebagai pekerja migran ilegal di Kamboja. Raut wajahnya tenang saat bertutur bagaimana ia merasakan nyawanya ada di ujung tombak, di tengah lautan manusia yang tidak ia kenal, dan di negara yang jauh dari kampung halaman.

Puspa menjadi korban penipuan kerja melalui media sosial. Tanpa sepengetahuan dan persetujuannya, ia yang dijanjikan bekerja di Thailand, tiba-tiba dijebloskan ke Kamboja, sebuah negara kecil yang sempat ia dengar banyak memberikan pengalaman buruk bagi pekerja migran. Semua berawal dari perkenalannya dengan seorang penyalur di media sosial.

“Saya cari pekerjaan di sosial media Facebook. Saya memposting saya bisa kerja, apa pengalaman saya. Lalu ada seorang wanita yang inbox ke Facebook saya. Dia menawarkan pekerjaan awalnya di Macau. Lalu saya tukeran nomor WhatsApp. Kita hubungannya lewat WhatsApp, telepon-teleponan, WhatsApp-an, dan sempat video call juga. Kita intens satu bulan penuh kita berhubungan,” jelasnya pada Senin di Studio Humas Pemda DIY.

 

Staf Dapur Gaji $ 900

Kenalan Puspa mengaku punya restoran di Thailand dan menawarkan posisi staf dapur dengan gaji 900 dolar. Dokumen dan work permit akan diurus di negara tersebut. Menurut pengalamannya, dokumen bisa diurus di Singapura 

Puspa menjadi korban penipuan kerja melalui media sosial. Tanpa sepengetahuan dan persetujuannya, ia yang dijanjikan bekerja di Thailand, tiba-tiba dijebloskan ke Kamboja, sebuah negara kecil yang sempat ia dengar banyak memberikan pengalaman buruk bagi pekerja migran. Semua berawal dari perkenalannya dengan seorang penyalur di media sosial.

Menurut Puspa, scammer adalah pelaku penipuan online yang dilakukan di luar Indonesia. Pemiliknya orang Tiongkok, berkantor di Kamboja, mempekerjakan orang Indonesia, dan menargetkan korban orang Indonesia.

“Kamu tipulah banyak-banyak orang Indonesia. Kamu tidak akan bisa dipenjara. Dan jika kamu tidak bisa menipu, kamu akan didenda dan di hukum. Begitu yang mereka katakan,” ujarnya.

Puspa bekerja dalam sistem tim yang terdiri atas CS, resepsionis, dan mentor. Leader akan membagi link ke resepsionis dan CS. CS akan mengolah, menawarkan iklan dan segala hal, serta memberikan komisi awal sebesar Rp18.000 atau Rp22.000.

Para korban diarahkan untuk mengunduh aplikasi dari Google (bukan Play Store), lalu diminta top up secara bertahap: Rp110 ribu, Rp160–180 ribu, dan seterusnya. Korban dijanjikan bisa menarik dana dengan bimbingan dari admin yang tampak profesional.

 Dalam sebulan, Puspa ditargetkan menipu hingga Rp300 juta. Jika hanya mendapat separuh, ia hanya menerima 50% gaji. Jika hanya Rp100 juta, ia tidak digaji. Gaji awalnya memang $800 (sekitar Rp12 juta), namun harus dipotong denda, dan Puspa tidak tahu pasti berapa yang ia terima.

Puspa berusaha menghubungi KBRI untuk minta dievakuasi, namun statusnya sebagai PMI ilegal menyulitkannya. Ia ditahan selama satu bulan di imigrasi Kamboja sambil menunggu deportasi.

Akhirnya, ia berhasil kembali ke Indonesia. Meski sempat tertekan, ia tetap berupaya mencari bantuan. Dari BP3MI, Puspa diarahkan ke Dinas Sosial DIY yang kini menjadi tempat ia bernaung. n bin/ad/rmc

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…