3 Sahabat Kompak Jual Pil Koplo Secara Estafet

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring menunjukkan barang bukti pil koplo dan ketiga tersangka dalam rilis di Mapolres Trenggalek, Kamis (11/6).
Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring menunjukkan barang bukti pil koplo dan ketiga tersangka dalam rilis di Mapolres Trenggalek, Kamis (11/6).

i

Kasus peredaran narkotika jenis pil koplo masih marak terjadi. Belum lama, peredaran pil koplo di Surabaya dibongkar, kasus peredaran pil koplo di Trenggalek juga berhasil dibongkar. Tiga orang yang merupakan sahabat ketiganya menjadi pengedar pil koplo tersebut. Berikut laporan koresponden Surabaya Pagi Ducan Perkasa di Trenggalek,

 

Tiga pria di Trenggalek diamankan Tim Satresnarkoba Polres Trenggalek karena terbukti mengedarkan pil koplo jenis duble L. ketiganya merupakan sahabat.

Para tersangka itu merupakan warga Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Mereka adalah Khusnul (23) dan Sugeng (24), keduanya warga Desa Sukorejo dan Rozikin (34) warga Desa Wonoanti.

Para tersangka yang merupakan sahabat kompak menjalankan bisnis haram sebagai pengedar pil koplo.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring menjelaskan, penangkapan tiga tersangka itu bermula Ketika polisi menggeledah sebuat tas milik seorang warga di daerah pusat kota pada Selasa (9/6) kemarin.

Dalam tas tersebut, polisi menemukan 95 butir pil putih yang merupakan pil koplo. Atas temuan tersebut, warga yang tidak disebutkan Namanya itu kemudian dibawa ke Mapolres Trenggalek untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil interogasi, 95 butir pil koplo tersebut dibeli dari tersangka Khusnul.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung memburu pelaku di kediamannya yang sudah diketahui lokasinya. Khusnul akhirnya berhasil diamankan oleh petugas. 

"Saat penggeledahan itu, tim kami menemukan 95 butir pil koplo. Lalu dari tersangka Khusnul kami melakukan pengembangan," ungkap Doni di Mapolres Trenggalek, Kamis (11/6/2020).

Kepada polisi, Khusnul mengaku jika pil koplo itu didapat dari seorang temannya yang bernama Sugeng. Khusnul mengaku membeli obat keras berbahaya tersebut sebanyak 100 butir seharga Rp 250 ribu. Beberapa butir ia konsumsi sendiri, sedangkan sisanya dijual kembali oleh Khusnul.

"Pil dobel L itu diakui didapat dari rekannya yang lain inisial S (Sugeng)," kata Doni, dalam rilis tangkapan di Mapolres Trenggalek, Kamis (11/6/2020).

Mendapat informasi dari Khusnul, polisi langsung bergerak memburu tersangka Sugeng keesokan harinya.

Kepada polisi tersangka mengaku menjual pil koplo kepada temannya K (tersangka Khusnul). Ia juga mengaku kalau barang haram yang dijualnya kepada K (Khusnul) itu didapat dari temannya yang bernama Rozikin.

"Dari hasil introgasi, S mengakui telah mengedarkan pol dobel L kepada K (Khusnul). Dia menjelaskan bahwa mendapat pil dobel L itu dari temannya berinisial R (Rozikin)," sambungnya.

Berbekal informasi tersebut, polisi kemudian memburu tersangka ketiga yakni Rozikin. Ia berhasil ditangkap di kediaman orang tuanya di Desa Wonoanti.

Dalam penangkapan tersangak Rozikin, polisi turut melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti berupa 265 butir pil koplo yang disimpan di dalam toples di kamar tersangka.

"Beserta seratus lembar plastik klip yang disimpan di dalam kardus di dalam kamar. Petugas juga menyita satu buah telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp 350.000," tuturnya.

Doni menambahkan, polisi masih mendalami kasus tersebut guna memburu pengedar yang menyuplai pil koplo tersebut kepada Rozikin.

"Kami masih memburu seseorang yang menjadi penyuplai ke Rozikin. Ketiga tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Trenggalek," tambahnya.

Para tersangka yang bekerja sebagai buruh di pabrik pembuat genteng dan tukang las itu kini harus mendekam di balik jeruji besi tahanan. Kawanan tersangka ini mengaku telah tiga kali mengedarkan pil koplo secara estafet. Dan biasanya dijual kepada kelompok pemuda di Kecamatan Gandusari.

“(Edarkannya) di rumah,” kata tersangka Khusnul.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) subs Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar rupiah," tandasnya.

 

 

 

 

 

 


 

Berita Terbaru

Sarasehan Doktor dan Profesor Alumni Gontor Ponorogo, Siapkan Hadiah Untuk Indonesia

Sarasehan Doktor dan Profesor Alumni Gontor Ponorogo, Siapkan Hadiah Untuk Indonesia

Sabtu, 11 Jul 2026 16:15 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 16:15 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- memasuki abad ke dua, Pondok Modern Darussalam Gontor tengah bersiap meluncurkan sebuah karya monumental berbentuk buku bertajuk…

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Peran sektor swasta dalam mendukung program kesehatan nasional kembali mendapat pengakuan. PT Wings Surya menerima penghargaan dari K…

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di depan Toko La Tansa, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipadati ratusan pelari pada Sabtu…

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …