KBM Tatap Muka 13 Juli Disambut Hore!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi karikatur
Ilustrasi karikatur

i

Sejumlah Guru di Surabaya yang 3 bulan ini Megap-megap, Sambut Antusias. Tapi Kadindik Jatim Masih Ragu Pertengahan Juli bisa Setujui Ada Belajar Mengajar Tatap Muka di Jatim. Ia tetap Menunggu Rekomendasi dari Ketua Rumpun Kuratif Gugur Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Jatim dr. Joni Wahyuhadi, bukan Mendiknas Nadiem Makarim 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, pada tanggal 13 Juli 2020 mendatang, disambut suka cita alias hore oleh sejumlah guru di Surabaya. Pasalnya, sejak Indonesia “kedatangan” pandemi virus Corona (Covid-19), awal Maret 2020, KBM diubah secara daring atau tanpa tatap muka. Nyatanya, aktivitas KBM secara daring tiga bulan ini, tak hanya dirasakan berat oleh wali murid dan peserta didik, juga oleh para pengajar, baik pendidik sekolah ataupun pendidik di Lembaga Bimbingan Belajar (LBB).  Pasalnya, selama tiga bulan ini, baik wali murid serta peserta didik dan para pendidik sama-sama “dirugikan”. Bila walimurid harus membayar penuh biaya sekolah satu bulan meski belajar secara daring. Sementara pendidik, berkeluh kesah, penghasilannya berkurang. Bahkan, penghasilan tambahan yang datang dari les privat atau mengajar di LBB, berkurang bahkan nyaris tidak ada. Berikut liputan khusus tim Surabaya Pagi yang dikoordinir Raditya Mohammer Khadaffi bersama tim peliput Byta Indrawati, Aditya Putra, Septyan Ardiyanto dan Patrick Cahyo sejak Kamis (18/6/2020) hingga Minggu (21/6/2020). Liputan khusus terkait bagaimana keluh kesah para pendidik dan menyambut gembira rencana KBM tatap muka yang diprogramkan Kemdikbud pada masa new normal ditengah masa pandemi Covid-19.

“Jujur, saya mendukung proses belajar mengajar tanggal 13 Juli, yang direncanakan pak Nadiem, benar-benar terealisasi. Meskipun, nantinya kita akan patuh pada protokol kesehatan,” ujar Risky, salah satu guru kelas 3 SD Negeri di Surabaya, kepada Surabaya Pagi, Kamis (18/6/2020).

Pasalnya, proses belajar daring yang disepakati akibat pandemi virus Covid - 19, memaksa guru, peserta didik, wali murid, hingga guru les privat maupun tutor bimbel untuk beradaptasi dengan kondisi yang menuntut untuk terus menyampaikan materi pembelajaran.

 

Cari Tambahan Pendapatan

Bahkan, tambah Risky yang punya dua murid dalam jasa les privatnya, harus mencari cara untuk dapat tambahan income. Bahkan, terpaksa les privat dihentikan, karena tidak ada kepastian kapan para siswa masuk kembali di sekolah.

"Selain guru di sekolah, saya juga mengajar les privat. Namun semenjak virus ini dirasa semakin parah maka saya diberhentikan sementara dengan alasan ekonomi keluarga. Ditambah tidak pastinya sekolah akan masuk kembali mulai kapan," ungkapnya.

Hal yang sama juga di keluhakan oleh Felycia Dewi Witanto selaku asisten School Founder Growing Kid School. Ia juga melayani jasa dengan menjadi guru les privat kepada murid-muridnya.

Felycia mengaku bila semenjak virus Covid - 19 menjadi pandemi nasional bahkan internasional, ia terpaksa merelakan pendapatan tambahan yang ia biasa dapatkan dari les privat. "Iya semenjak jadi pandemi dari 7 murid saya, hanya 3 yang masih tetap saya ajar tatap muka karena masih TK. Sementara satu murid memilih istirahat lesnya, lalu 3 murid lainnya memang via online tapi saya tidak mendapatkan gaji karena hanya online dan tidak tatap muka. Karena yang 4 murid itu sudah besar," keluhnya.

Ia mengeluh bila pendapatnya menjadi berkurang setengah, namun ia juga semakin ditawari untuk mengajar kelas taman kanak-kanak dengan mengajar baca tulis hitung (calistung) dibandingkan mengajar sekolah dasar atau menengah. "Jujur pendapat saya dari les privat berkurang setengah karena sisanya tidak mendapat gaji dari les online. Justru dari wali murid TK banyak yang menawarkan untuk ngajar les calistung," terangnya.

 

KBM Daring, SPP Bayar Penuh

Sementara, beberapa wali murid mendukung bila KBM tatap muka akan digelar pada 13 Juli 2020 mendatang oleh Kemendikbud. Pasalnya, selama tiga bulan KBM secara daring, biaya sekolah tak ada pemotongan sama sekali. Selain itu, banyak tugas dan pekerjaan rumah justru membuat anak lebih stres saat belajar daring ketimbang belajar tatap muka. Bahkan, para wali murid menilai, KBM tatap muka diperlakukan dengan protokol kesehatan.

 “Selama ini kegiatan belajar secara daring diskusi antara peserta didik sih berjalan. Tetapi lebih efektif lagi kalo tatap muka langsung. Apalagi tugas-tugas banyak dan harus penyesuaian cepat. Belum lagi selama online, pihak sekolah juga tidak lakukan pengurangan atau potongan biaya administrasi untuk pembayaran SPP. Hanya pembebasan biaya waktu ujian kemarin saja. Ini khan tambah berat,” kata Sulastri yang masih menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar Banyu Urip kelas 4 SD. 

Hal senada juga dirasakan Wyndi Eka, walimurid siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Taman Pelajar Surabaya. Dimana, model pembelajaran daring yang diterapkan guru selama pandemi belum sepenuhnya dirasa efektif bagi siswa. "Saya rasa model pembelajaran daring itu belum efektif untuk murid, jadi harus ada dampingan orangtua. Itupun kalau orangtua nya tidak gagap teknologi, kalau gagap teknologi bagaimana. Belum lagi kalau orang tua bekerja," ungkap Wyndi, Jumat (18/6/2020).

Wyndi juga menambahkan, rasa ketakutan jika anaknya tertinggal mata pelajaran. Dirinya harus mengeluarkan biaya lagi untuk pembayara les privat sang buah hati. Les privat tersebut untuk dua mata pelajaran seperti Matematika dan Bahasa Indonesia. Dari dua mata pelajaran tersebut, Wyndi harus mengeluarkan uang sebesar Rp 250.000 per bulannya.

"Kalau sudah begini bagaimana, SPP juga gak ada potongan dari sekolahan. Saya juga gak tau apa nanti masih kena daftar ulang apa tidak. Di tambah lagi saya harus keluarkan uang tambahan untuk biaya les privat. Saya harap pemerintah juga memperhatikan dunia pendidikan seperti memberi kelonggaran SPP dan biaya daftar ulang bagi sekolah swasta. Makanya saya mendukung bila sekolah yang katanya 13 Juli sudah boleh tatap muka," kata Wyndi. adt/byt/tyn/pat/rm

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …