RSUD Dr. Soetomo Tak Siap Hadapi Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
RSUD dr Soetomo sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 terbesar di Jawa Timur. SP/ BS
RSUD dr Soetomo sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 terbesar di Jawa Timur. SP/ BS

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pengelolaan RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur dalam menghadapi pandemi Covid-19 mendapat kritik keras dari DPRD Jawa Timur. Pasalnya, rumah sakit milik Pemprov Jatim itu dinilai tak siap dan tak melakukan antisipasi yang tepat dalam menghadapi pandemi virus corona.

”Saya sudah cek, saya sudah tanya beberapa tenaga medis dan tenaga kesehatan di sana. Kacau, ternyata di lapangan tidak ada perbaikan dan langkah aksi yang terukur dan strategis,” ujar anggota Komisi E DPRD Jatim Deni Wicaksono kepada Surabaya Pagi, Senin (22/6/2020).

Deni mencontohkan bagaimana IGD RSUD Dr. Soetomo di tempat triase, hanya ada satu bed saja untuk isolasi Covid-19. Ruang triase ini sebagai tempat skrining Covid-19.

”Sebagai tempat skrining Covid-19, dengan satu bed saja apa bisa? Apakah kita tidak memegang prinsip semua pasien yang masuk IGD dianggap covid-19, sampai terbukti tidak. Maka ruang isolasi di lantai dasar harus ditambah kapasitas. Perombakan IGD besar-besaran sebagai keharusan. Kenapa ini tidak diantisipasi sejak Maret lalu? Bagaimana pembacaannya?” ujar Deni.

Dia menambahkan, IGD sebagai tempat skrining wajib ada teknologi tekanan negatif. Bila tidak ada pengaturan ruangan bertekanan negative, ini justru IGD akan terpolusi, infeksius, bahaya buat pasien dan tenaga medis serta tenaga kesehatan.

“Skrining diselesaikan di lantai dasar IGD dengan ruangan terstandar, sampai dipastikan Covid-19 positif atau negatif sebelum diputuskan dirawat atau pindah ruangan lain. Bila alur ideal skrining ini tidak jalan, bisa dipastikan ruangan lain infeksius, apalagi kondisi sama tidak ada dukungan teknologi tekanan negatif,” tegas Deni.

Deni menerangkan, tak ada yang mengetahui pandemi ini akan berakhir sampai kapan. Jika kasus semakin menanjak, sementara rumah sakit lain juga overload, RSUD Dr. Soetomo harus mengantisipasi ini karena sebagai rujukan terbesar.

Deni menilai, RSUD Dr. Soetomo tak terlalu berkinerja optimal. ”Sebagai ketua rumpun kuratif, dr Joni yg merangkap sbg Direktur Utama RS. Dr. Soetomo abai dalam mengantisipasi lonjakan kasus, sehingga rumah sakit di Jatim ini sempat overload. Di provinsi lain tidak ada yang overload. Seharusnya dia sebagai ketua rumpun kuratif, harus mengoordinasi semua jaringan untuk segera menyiapkan bed-bed isolasi tambahan sejak Maret, bukan baru bingung RS darurat akhir-akhir ini,” tegasnya.

Deni juga menyampaikan aspirasi para tenaga kesehatan di lingkungan RSUD Dr. Soetomo. ”Dengan kondisi yang infeksius ini apakah nakes ada hak untuk swab berkala, karena kemungkinan ruangan yg bukan isolasi khusus justru yg mengkhawatirkan. Apakah mereka di-swab berkala?” tanya Deni.

Dia menegaskan, para tenaga kesehatan tidak pernah menuntut, termasuk PPDS (program pendidikan dokter spesialis), merekalah motor di RSUD dr. Soetomo.

”Mereka statusnya sbagai pelajar fakultas kedokteran, dan bekerja atau magang di RSUD Dr. Soetomo, kontraknya untuk belajar dari kasus-kasus yang ada. Tapi dengan situasi pandemi ini apakah ideal untuk pembelajaran, apakah mereka diperhatikan insentif atau jaminan keamanan mereka?” jelasnya.

”Saya dengar ada ada PPDS mengkritik RS tapi justru dipanggil oleh RS,” imbuh Deni. (adt)

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Gercep Tertibkan Lapak PKL di Jalan Gembong Tebasan, Kembalikan Fungsi Saluran Air

Pemkot Surabaya Gercep Tertibkan Lapak PKL di Jalan Gembong Tebasan, Kembalikan Fungsi Saluran Air

Rabu, 10 Jun 2026 14:37 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya penegakan aturan serta pengembalian fungsi saluran air dan bahu jalan yang selama ini digunakan untuk berjualan,…

Curi Gabah Dua Sak Milik Warga, Residivis di Blitar Berhasil Diringkus

Curi Gabah Dua Sak Milik Warga, Residivis di Blitar Berhasil Diringkus

Rabu, 10 Jun 2026 14:33 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kus (52) warga Desa/ Kec.Nglegok Kab.Bltar berhasil di tangkap warga masarakat di Desa Candirejo Kec.Ponggok Kab.Blitsr pada hari…

Giat Polisi Sahabat Anak Pelajar Sekolah, Siswa siswi SDN Bence 1 Grudug Polres Blitar

Giat Polisi Sahabat Anak Pelajar Sekolah, Siswa siswi SDN Bence 1 Grudug Polres Blitar

Rabu, 10 Jun 2026 14:31 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam upaya menanamkan disiplin dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, Satlantas Polres Blitar menerima kunjungan…

Kuota Capai 270 Siswa, Pemkab Jombang Terjun Langsung Verifikasi Door to Door Peserta Sekolah Rakyat

Kuota Capai 270 Siswa, Pemkab Jombang Terjun Langsung Verifikasi Door to Door Peserta Sekolah Rakyat

Rabu, 10 Jun 2026 14:11 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 14:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Dalam rangka memastikan program tepat sasaran, tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, turun langsung ke lapangan…

Per Desember 2026, Bupati Lumajang Janji 2.791 Rumah Siap Teraliri Air Bersih

Per Desember 2026, Bupati Lumajang Janji 2.791 Rumah Siap Teraliri Air Bersih

Rabu, 10 Jun 2026 14:05 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 14:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen dengan berjanji pada Desember 2026 nanti sebanyak 2.791 rumah warga di…

Dipicu Faktor Global, Harga Cabai Rawit di Tuban Tembus Rp65 Ribu per Kg

Dipicu Faktor Global, Harga Cabai Rawit di Tuban Tembus Rp65 Ribu per Kg

Rabu, 10 Jun 2026 13:59 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 13:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Adanya gangguan pasokan maupun gagal panen, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Tuban mengalami kenaikan, khususnya komoditas…