Pasien RSI, Mau Dikubur, Baru Tahu Tertukar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar petugas pemulasaran jenazah yang menggunakan APD membawa kembali jenazah yang tertukar di salah satu TPU di Surabaya.

Foto: SP/repro patrick
Tangkapan layar petugas pemulasaran jenazah yang menggunakan APD membawa kembali jenazah yang tertukar di salah satu TPU di Surabaya. Foto: SP/repro patrick

i

 

Warga di Tempat Pemakaman di Pagesangan Mendadak Geger 

 

Sebuah video yang menggambarkan tim pemulasaran jenazah memakai pakaian APD saat berada di tempat pemakaman umum (TPU) membawa kembali jenazah yang hampir dikuburkan beredar di grup-grup WhatsApp di Surabaya dan mendadak viral. Hal tersebut dikarenakan, petugas tak jadi mengkebumikan jenazah karena jenazahnya tertukar. Loh kok bisa? Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi, Patrick Cahyo dan Ilham Sugiarto.

 

Warga Surabaya dihebohkan dengan beredarnya video tim pemulasaran jenazah yang tak jadi memakamkan jenazah lantaran jenazah tertukar di salah satu kompleks pemakaman di kota Surabaya, Rabu (24/6/2020). Dalam video yang berdurasi 1.39 menit ini memperlihatkan sejumlah petugas ber-APD mengambil kembali peti mati yang terbungkus plastik dari makam. Peti mati tersebut lalu dimasukkan kembali ke ambulans.

Dari informasi yang digali Surabaya Pagi, TPU yang tergambar di dalam video yakni tempat pemakaman di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan. Dalam video berdurasi 1.39 menit itu, terlihat tim pemulasaraan berjumlah lima orang dengan APD lengkap berwarna putih sibuk mengurus sebuah peti jenazah di dekat liang lahat.

Beberapa pria tanpa APD terlihat berlalu-lalang di dekat ambulans. Terdengar suara tangis seorang perempuan, diduga anggota keluarga jenazah. Tak lama kemudian, peti jenazah yang sudah berada di pinggir liang diangkat kembali oleh tim dan dimasukkan ke ambulans. Jenazah disebut dibawa kembali ke Rumah Sakit Islam Surabaya, tempat jenazah awal dirawat.

 

Harusnya Lelaki, tetapi Perempuan

Informasi beredar, jenazah itu dibawa kembali oleh tim pemulasaraan karena tertukar. “Jenazahnya tertukar. Harusnya yang dimakamkan di sini laki-laki, tapi di surat yang kami terima perempuan,” kata Amir Mahmud, kerabat keluarga almarhum kepada wartawan di lokasi.

Tidak hanya itu, di peti mati juga tertulis bahwa jenazah adalah warga Kecamatan Wonocolo, bukan Jambangan.  "Yang tertulis di surat tersebut jenazah berjenis kelamin perempuan, termasuk tanda keterangan di peti jenazah. Di surat keterangan dijelaskan jika jenazah tersebut adalah warga Kecamatan Wonocolo, bukan warga Jambangan,” kata Amir, saat ditemui dilokasi.

Warga setempat yang bernama Edi saat ditanya awak media membenarkan adanya jenazah tertukar saat hendak dimakamkan.

Jenazah tersebut adalah tetangganya yang bernama Samsulhuda, pensiunan karyawan pabrik sabun di Surabaya, yang tinggal di Jalan Pagesangan, Jambangan Surabaya.

 

RSI Akui Kesalahan

Terkait hal ini, Direktur RSI Surabaya Ahmad Yani, dr Samsul Arifin membenarkan, insiden jenazah tertukar itu terjadi dalam penanganan tenaga medis di rumah sakitnya.

Ia mengakui, insiden tertukarnya jenazah itu murni  kesalahan teknis yang dilakukan petugas pemulasaraan jenazah yang bertugas di rumah sakitnya. "Jadi penyebabnya adalah kesalahan fatal dari petugas saya," ujarnya, Rabu (24/6/2020).

Samsul juga mengakui, petugasnya mengabaikan sejumlah rangkaian prosedur teknis Standar Operasional (SOP) dalam proses pemulasaraan jenazah. "Semua sudah clear, saya sudah tugaskan petugas untuk datang ke pihak keluarga untuk minta maaf. Ya harus diakui yang salah adalah petugas saya," jelasnya. pat/ham



 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Lumajang Pastikan Perubahan APBD 2026 

Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Lumajang Pastikan Perubahan APBD 2026 

Minggu, 19 Jul 2026 15:20 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan Perubahan Anggaran…

Pangkas Waktu Lebih Cepat, Petani Trenggalek Pakai Drone Untuk Semprot Sawah

Pangkas Waktu Lebih Cepat, Petani Trenggalek Pakai Drone Untuk Semprot Sawah

Minggu, 19 Jul 2026 15:19 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Penerapan teknologi kini mulai dirasakan di sektor pertanian. Bagaimana tidak, baru-baru ini para petani di Kabupaten Trenggalek…

Mulai Pilah dari Rumah, Pemkab Catat Produksi Sampah di Jombang Tembus 530 Ton per Hari

Mulai Pilah dari Rumah, Pemkab Catat Produksi Sampah di Jombang Tembus 530 Ton per Hari

Minggu, 19 Jul 2026 15:01 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menindaklanjuti produksi sampah di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 530 ton per hari, saat ini masalah tersebut telah menjadi…

Sepi Pembeli, Harga Daging Sapi di Pasar Porong Tembus hingga Rp140 Ribu/Kg

Sepi Pembeli, Harga Daging Sapi di Pasar Porong Tembus hingga Rp140 Ribu/Kg

Minggu, 19 Jul 2026 14:01 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pada umumnya, setelah Hari Raya Idul Adha harga daging umumnya cenderung turun karena pasokan melimpah. Namun tahun ini justru…

Usai MBG Kembali Beroperasi, Harga Ayam Melonjak di Kota Malang Alami Kenaikan

Usai MBG Kembali Beroperasi, Harga Ayam Melonjak di Kota Malang Alami Kenaikan

Minggu, 19 Jul 2026 13:51 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Diduga akibat beroperasinya kembali SPPG untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sejumlah komoditas khususnya harga…

Petani Meringis! Tanaman Sayur Busuk dan Mati Dampak Fenomena Embun Upas di Ijen Bondowoso

Petani Meringis! Tanaman Sayur Busuk dan Mati Dampak Fenomena Embun Upas di Ijen Bondowoso

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Kawasan Ijen, Bondowoso kembali diselimuti fenomena embun upas atau embun salju yang menciptakan pemandangan yang eksotis,…