Mayoritas Warga Setuju, Penanganan Covid-19 Diambil Alih Pusat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polling covid-19
Polling covid-19

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Penanganan pandemi Covid-19 masih belum meninggalkan kepentingan politik. Akibatnya, masyarakat melihat antara pemerintah pusat dan daerah tidak satu tujuan dan cenderung terdapat kebijakan yang tidak sejalan. Melihat dari kasus kisruh mobil laboratorium dari BNPB yang sedianya diperbantukan untuk Kota Surabaya namun dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, memunculkan spekulasi adanya sentimen politik. Silang pendapat antara pemerintah kota Surabaya dengan pemerinta Provinsi Jawa Timur tidak terlepas dari rivalitas keduanya. Perselisihan ini akibat dari perbedaan politik saat Pilgub Jatim. Melihat polemik ini banyak masyarakat berharap para kepala daerah itu dapat fokus dan saling kerja sama dalam mengatasi persoalan akibat virus corona, bukan malah menampilkan konflik yang justru merugikan masyarakat.

Merespon hal tersebut, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar polling kepada masyarakat tentang pendapat mereka dengan pertanyaan terkait penanganan pandemi Covid-19 yang duduga ditumpangi motif politik kekuasaan.

Polling dilakukan tepat pukul 09.00 WIB  dan ditutup pukul 17.00 WIB pada Kamis (25/06/2020). Dengan koresponden rentang usia 20 tahun sampai 56 tahun dengan background mahasiswa, pekerja swasta, dan wiraswasta, dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya juga di Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Malang, Kediri.

Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media sosial Facebook dan Instagram. Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 60 responden.  Hasilnya, diperoleh bahwa 45 responsen (75 persen) merespon dengan SETUJU tentang.penanganan covid-19 di Jatim dan Surabaya Raya agar di ambil pemerintah pusat.  Sementara 15 responden (25 persen) memilih TIDAK SETUJU jika pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

 Selain itu, tidak ada satupun responden yang setuju bila penanganan covid-19 di Jatim khususnya Surabaya Raya ini ditumpangi motif politik kekuasaan. Justru sebanyak 100 persen, responden tidak setuju adanya motif politik kekuasaan di Surabaya Raya.

 Seperti apa alasan para responden yang berhasil diwawancara secara random oleh tim litbang Surabaya Pagi.

Bagi mereka yang memilih SETUJU ada beberapa alasan yang disampaikan. “Ribuan orang jatuh sakit, ratusan meninggal dunia, dan jutaan masyarakat kelas bawah mulai terdampak sehingga mengalami kesulitan hidup. Menghadapi pandemi ini, dibutuhkan solidaritas nasional dan sikap saling bahu membahu seluruh elemen bangsa.Terlebih mengingat penanganan Covid-19 ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa” urai Antok saat diwawancarai secara langsung tim litbang Surabaya Pagi, Kamis (25/06/2020).

“Saya memilih setuju karena mungkin nanti apabila diambil alih pemerintah pusat bisa lebih tegas dan banyak masayarakat yang lebih patuh” tulis salah satu akun sosial media instagram dengan nama  pengguna @zonawijayap.

Seorang pengguna di sosial media instagram menuliskan untuk mendukung pemerintah pusat dalam mengambil alih penanganan covid-19 di Surabaya Raya.” Gak papa diambil alih, kan ini urusan bersama, permasalahan negara juga dan semakin baik jika aparat yang terlibat jadi banyak, masyarakat akan semakin terbantu. “ tulisnya

Sedangkan untuk masyarakat yang TIDAK SETUJU mengungkapnya fakta ketentuan yang terkandung dalam UU Kesehatan dan UU Pemerintah Daerah, bisa dibilang bahwa penanganan penyakit menular Covid-19 ini seharusnya tidak secara eksklusif berada di bawah kendali pemerintah pusat. “Jadi ya biar saja tetap di koridornya,biar pemerintah provinsi Jawa Timur dan pemerintah Kota Surabaya yang menangani  pemerintah pusat cukup mengawasi saja” tulis salah satu responden di Facebook.

Mengenai penanganan pandemi covid-19 di Jawa Timur, perselihan antara Provinsi Jawa Timur dan pemerintah Kota Surabaya, banyak warga yang memberikan respon beragam.

“Saya berharap para kepala daerah itu dapat fokus dan saling kerja sama dalam mengatasi persoalan akibat virus corona, bukan malah menampilkan konflik yang justru merugikan masyarakat. Jadi saya yang arek Suroboyo asli ini berharap keduanya bisa akur. Diakui atau tidak, memang ada efek pilgub yang dulu dalam hubungan keduanya," kata salah satu mahasiswa politik, Untag Surabaya yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain itu warga Banyurip , Helmi juga  meminta agar provinsi Jawa Timur dan pemerintah Kota Surabaya menyatukan energi dan sumber daya untuk memperkuat upaya melawan Covid19. “Motif politik, sekat-sekat ideologi dan kepartaian, serta kepentingan-kepentingan sempit lainnya itu tolong dikesampingkan dulu. Ayo bu Khofifoh dan bu Risma yang rukun dan singkron” ujarnya.
Salah satu pengguna instagram pun juga menuliskan apabila menghadapi situasi saat ini tidak hanya urusan pemerintah saja tapi harus dihadapi bersama seluruh elemen masyarakat. Masyarakat harusnya tidak tercerai-berai, bekerja sendiri-sendiri. Saatnya bekerja sama agar bisa segera keluar dari krisis akibat Covid-19. "Saatnya bersatu rek, tidak saling menyalahkan, dan tidak terkotak-kotak. Ayo berjuang bersama agar seluruh rakyat Indonesia selamat dari wabah ini,"ajaknya. litbangSP/ana

Berita Terbaru

Pemkab Dorong Penataan Berkelanjutan, Alun-alun Jombang Bersih dari PKL Liar

Pemkab Dorong Penataan Berkelanjutan, Alun-alun Jombang Bersih dari PKL Liar

Jumat, 24 Apr 2026 12:34 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Demi arus lalu lintas yang lebih lancar serta meningkatnya kenyamanan bagi pengunjung, program penataan kawasan Alun-alun Jombang…

Dongkrak Sektor Pariwisata Berkelanjutan, Pemkab Dorong Kebijakan Presisi

Dongkrak Sektor Pariwisata Berkelanjutan, Pemkab Dorong Kebijakan Presisi

Jumat, 24 Apr 2026 12:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka mendongkrak sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi perekonomian masyarakat, Pemerintah…

Uji Coba Drone Semprot Pupuk Disambut Antusias Sejumlah Petani di Bojonegoro 

Uji Coba Drone Semprot Pupuk Disambut Antusias Sejumlah Petani di Bojonegoro 

Jumat, 24 Apr 2026 12:14 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 12:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Terbaru, sektor pertanian kini didukung dengan alat-alat canggih untuk mempermudah para petani, salah satunya di areal…

Tahun 2027, Pemkot Madiun Target Tambahkan 10 Ribu Peserta Pro JKK-JKM

Tahun 2027, Pemkot Madiun Target Tambahkan 10 Ribu Peserta Pro JKK-JKM

Jumat, 24 Apr 2026 11:46 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai langkah dan fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur khususnya untuk membantu keluarga penerima ketika terjadi…

Dongkrak Perekonomian, Pemkab Banyuwangi Optimalkan Potensi Wisata Berbasis Alam

Dongkrak Perekonomian, Pemkab Banyuwangi Optimalkan Potensi Wisata Berbasis Alam

Jumat, 24 Apr 2026 11:38 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Sebagai langkah strategis dalam mendongkrak perekonomian di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, saat ini Pemerintah Kabupaten…

Per 2026, DPMPTSP Targetkan Investasi Rp454 M Lewat Agenda ‘Situbondo Investor Day’

Per 2026, DPMPTSP Targetkan Investasi Rp454 M Lewat Agenda ‘Situbondo Investor Day’

Jumat, 24 Apr 2026 11:31 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat telah…