Security DPRD Jadi Calo CPNS, Tipu Korban Puluhan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaku saat diamankan di Mapolsek Sawahan Surabaya. SP/Jemmi
Pelaku saat diamankan di Mapolsek Sawahan Surabaya. SP/Jemmi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Bekerja sebagai security DPRD Kota Surabaya, dimanfaatkan Sugiarto untuk melakukan penipuan. Berdalih bisa meloloskan seseorang sebagai CPNS melalui jalur belakang, pria 46 tahun warga Jalan Menganti, Gresik ini menipu korban hingga puluhan juta.

Dan saat ditagih janjinya korban malah berbelit-belit bahkan kabur.

Setelah pelarian panjangnya usai melakukan penipuan, Sugiarto tak menyangka kepulangannya telah diincar tim anti bandit Polsek Sawahan Surabaya.

 Ia ditangkap Tim Antibandit Polsek Sawahaan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari korban, yang dijanjikan oleh pelaku bakal bisa bekerja di salah satu dinas di Pemkot Surabaya.

Kejadian tersebut bermula saat korban bernama Septian mendapat tawaran penerimaan pegawi negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah kota Surabaya melalui jalur belakang. Korban dijanjikan akan masuk tanpa perlu susah payah berkompetisi dengan pendaftar CPNS lainnya.

“Awalnya ditawari, dengan kata-kata yang meyakinkan akhirnya korban dan ibunya percaya dan menyetorkan sejumlah uang,” beber Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto, Minggu (28/6).

Salah satu yang membuat korban percaya bujuk manis pelaku adalah karena tersangka mengaku sebagai sekuriti DPRD kota Surabaya.

"Ngakunya jadi sekuriti di DPRD Kota Surabaya," kata Ristitanto, Minggu (28/6/2020).

Dalam melakukan penipuan, lanjut Risti, pelaku  mengaku bisa memberikan pekerjaan kepada korban, sebagai tenaga outsourcing di salah satu dinas di Pemkot Surabaya. "Korban dijanjikan pekerjaan outsourcing, kontrak di bagian Dinas Kebersihan atau Dinas Pariwisata," tambah Ristitanto.

Ristitanto menambahkan, saat itu, korban memberikan uang kepada pelaku hingga puluhan juta rupiah, sebagai pelicin untuk bisa bekerja. Namun hingga awal 2020, janji pelaku tidak dipenuhi dan korban meminta uangnya kembali. Karena uang tersebut sudah digunakan, pelaku tak bisa mengembalikan uangnya tersebut.

Kepada polisi, pelaku mengaku menghabiskan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam kejadian ini, polisi mengamankan 5 lembar bukti kwitansi pembayaran dengan total Rp 55 juta. “Jika ada yang merasa jadi korban, silahkan lapor kepada kami,” tutup Risti.

Saat ditangkap, Sugiarto mengaku telah menyerah setelah pelarian panjangnya berpindah dari kota ke kota. Ia juga mengatakan terpaksa menipu karena terlilit kebutuhan hidup.

"Ya terpaksa karena butuh uang saat itu. Sebenarmya gak bisa masukin PNS. Tapi ada yang mau dan jadi kesempatan. Saya khilaf," akunya. (Jem)

Berita Terbaru

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal hadir di sidang perkara fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah…