Polisi Sita Rp 17,3 Juta Diduga Hasil Pungli

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Sumenep AKBP Sudarman (tengah) menunjukkan barang bukti hasil OTT di pasar Tradisional Kecamatan Lenteng. SP/AR
Kapolres Sumenep AKBP Sudarman (tengah) menunjukkan barang bukti hasil OTT di pasar Tradisional Kecamatan Lenteng. SP/AR

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep – Kasus 3 oknum pasar Lenteng yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) masih terus didalami pihak kepolisian Polres Sumenep.

Terbaru, tim penyidik Polres Sumenep menyita barang bukti (BB) berupa uang tunai sebesar Rp 17.300.000 diduga hasil pungutan liar (pungli) yang dilakukan para tersangka kepada para pedagang pasar.

“BB berupa uang tunai itu kami sita dari tiga tersangka sebesar Rp 15.300.000 dan dari pedagang pasar sebagai korban dugaan pungli sebesar Rp 2.000.000. Jadi uang yang Rp 2.000.000 itu posisinya sedang diserahkan korban ke tersangka,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Darman, Rabu (01/07/2020).

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Unit Tindak Pidana Korupsi (Pidkor) bersama Resmob Polres Sumenep pada Minggu (28/6/2020) mengamankan tiga tersangka, masing-masing berinisial MR berstatus ASN di lingkungan Pemkab Sumenep dan dua PHL yakni J dan SB. Setiap harinya, ketiga tersangka bertugas di pasar tradisional Kecamatan Lenteng.

“Jadi modusnya, para tersangka memaksa para pedagang membayar sejumlah uang untuk menempati los baru di Pasar Lenteng. Para pedagang dalam membayar uang Rp 2.000.000 ,” terangnya.

Saat ini ketiga tersangka telah ditahan di Polres Sumenep, dijerat pasal 12 huruf e Undang-Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah ditambah dan diubah dengan undang-undang no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 KUH pidana.

“Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau penjara minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 milyar,” ungkapnya. AR

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Hentikan Pembangunan Rumah Kos Langgar Perizinan di Kandangan Jaya

Pemkot Surabaya Hentikan Pembangunan Rumah Kos Langgar Perizinan di Kandangan Jaya

Rabu, 28 Okt 2026 11:25 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran perizinan dan struktur bangunan yang tidak sesuai standar di rumah kos enam lantai di…

Tekan Lonjakan Kasus Demam Berdarah, Pemkab Pamekasan Gencarkan PSN

Tekan Lonjakan Kasus Demam Berdarah, Pemkab Pamekasan Gencarkan PSN

Rabu, 28 Okt 2026 11:11 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 11:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai upaya dalam menekan kasus demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, terus berkomitmen dengan…

Dukung Aktivitas dan Kenyamanan Dagang, Pemkab Probolinggo Revitalisasi Pasar Bertahap

Dukung Aktivitas dan Kenyamanan Dagang, Pemkab Probolinggo Revitalisasi Pasar Bertahap

Rabu, 28 Okt 2026 11:08 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, berusaha mendorong aktivitas…

Pascapenahanan SY, Pelayanan Publik di DTPHP Jember Tetap Berjalan Optimal

Pascapenahanan SY, Pelayanan Publik di DTPHP Jember Tetap Berjalan Optimal

Rabu, 28 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 10:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menindaklanjuti pascapenahanan SY kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut setelah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan…

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Harti, ibu kandung Dini Hardiyanti (30) meminta tersangka Dwi Bagus dihukum seberat-beratnya, bahkan ia menuntut hukuman mati. Harti …

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan disebut sempat dijemput oleh Polda Jatim di kediamannya pada 19 Oktober 2026…