3-4 Hari Tak Ada Tandon, Nelayan-Petani Ngeluruk Tambak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Perwakilan para nelayan asal desa Paseban saat di konfirmasi. SP/Lim
Perwakilan para nelayan asal desa Paseban saat di konfirmasi. SP/Lim

i

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Masyarakat yang terdiri dari pihak nelayan desa Paseban memberikan waktu 3-4 hari kepada pihak PT Bumi Subur untuk menepati janjinya dengan membuat tandon. Namun jika dalam jangka waktu yang dijanjikan belum terealisasi maka para nelayan sepakat akan ngluruk ke tambak udah meminta agar tambak udang ditutup.

Karena para nelayan sudah cukup sabar dari 10 tahun yang lalu para nelayan di duga selalu merasa terganggu, kenapa tidak ? Karena jika tambak panen ikan bisa menjauh karena takut  limbah hingga para nelayan memilih tidak turun ke laut," tegas semua para nelayan, Jum’at, 3/07/2020.

“Karena merasa dirugikan  oleh pihak tambak yang ada di dusun Meleman tersebut maka kami akan mengambil sikap dengan tegas. Hari ini kami sepakat jika dalam waktu 3 hari tidak ada sepakat membuat tandon maka masyarakat sendiri nantik yang akan berhadapan dengan PT Bumi Subur tentuanya,” ujar Mat Suri, selaku perwakilan dari semua nelayan desa Paseban saat di konfirmasi awak media di rumahnya.

Kedatangan beberapa perwakilan para nelayan yang berasal dari desa Paseban  kec Kencong kab Jember ini disamping menagih janji dari PT, juga memiliki maksud lain yaitu mengantar  surat pernyataan yang lengkap dengan tanda tangan  semua para nelayan  tersebut yang  berisi  bahwa  para nelayan  meminta kepada pihak PT Bumi Subur mendengar keluhan para nelayan yang sudah lama bersabar.

"Ya memang benar kami baru datang dari tambak karna pada 3 bulan yang lalu para nelayan khususnya  nelayan yang berasal dari desa Paseban  bersama kelompok petani dari desa Meleman datang ke tambak untuk menyampaikan aspirasinya   yang selama ini menjadi unek-unek yang masih belum terealisasi permintaannya oleh tambak udang yang ada di Jalan Pantai  Selatan. Nah maka dari itu kami datang dengan tujuan disamping menagih janji juga mengantar surat pernyataan lengkap dengan tanda tangan bahwa tambak harus membuat tandon karna jika tandon tidak di buat maka limba akan terbuang langsung ke sungai dan mengalir ke laut hingga ikan tidak ada dan menjahuh," Ungkapnya.

Dengan demikian masyarakat nelayan Paseban jika pada hari yang di tentukan tidak ada tandon maka kami sebagai perwakilan dari para nelayan desa Paseban bersepakat untuk meminta pihak tambak sementara di tutup.

Menurut Kades Desa Paseban, Lasidi , saat di di konfirmasi awak media lewat telepon dia menjelaskan, memang pada hari itu ada beberapa warganya yang telah berkomitmen untuk mengambil Langkah tegas karena sudah lelah menahan kesabaran.

"Ya mas benar, memang  kemaren sudah ada koordinasi sama saya terkait tambak udang, memang dari tambak sendiri tidak ada koordinasi padahal sudah jelas merugikan  warga saya karena di situ harus ada tandon dan ipal sehingga limbah tidak harus terbuang ke laut nah karena limbah di buang ke laut maka jelas itu nelayan kami tidak bisa mencari ikan karena ikan menjauh, saya sebagai kepala desa jangan sampai saya turun ke lapangan cukup perwakilan warga saya dulu dan ini harus ada koordinasi tetapi jika masih tetap tidak ada kepastian maka saya akan turun sendiri nantinya," tegas kades tersebut.

 Di sisi lain ada beberapa  kelompok yang mengatasnamakan kelompok masyarakat petani  dari desa setempat  ingin juga menyampaikan aspirasi dengan menagih janji yang selama ini katanya ingin melebarkan saluran air yang ada di sebelah tambak tersebut dengan sungai di duga di sempitkan oleh  pihak tambak.

Karena itu sebagai penyebab  terganggunya terhadap lancarnya irigasi, hingga air jika musim hujan bisa meluap ke persawahan dan itu bisa mematikan semua  tanaman  sekitar yang mana merugikan  para petani.

Komentar seseorang perwakilan  para petani warga Meleman yang enggan namanya di publikasikan  bahwa" kami sebagai  masyarakat dusun Meleman mempunyai hati yang sama dengan masyarakat Paseban ingin bersama sama melakukan aksi nantinya jika tambak masih tetap tidak melakukan pelebaran sungai dan membuat tandon di dalam tambak tersebut akan bertindak tegas sama dengan masyarakat Paseban harus menutupnya.

"Ya saya atas nama perwakilan dari masyarakat Meleman dan perwakilan para petani akan segera mengambil langkah untuk ngluruk nantik ke tambak udang untuk mengambil tindakan tegas karna selama ini para petani sudah cukup sabar ," Tegas perwakilan masyarakat tersebut. (Lim)

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…