Komoditas Udang Diandalkan Prabowo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden Jokowi saat bersama Prabowo Subianto dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meninjau Budidaya Tambak Udang, di Jawa Tengah, baru-baru ini.
Presiden Jokowi saat bersama Prabowo Subianto dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meninjau Budidaya Tambak Udang, di Jawa Tengah, baru-baru ini.

i

Banyuwangi Punya Potensi Besar di Bidang Perikanan Air Tawar Khususnya Udang

 

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Pemerintahan Prabowo-Gibran, punya cita-cita besar yaitu Indonesia  bisa punya bursa perikanan sendiri. Salah satu komoditas yang dapat menjadi andalannya adalah udang.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono optimistis industri perikanan bisa menjadi mesin penggerak ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan di atas 8%, seperti yang ditargetkan presiden terpilih Prabowo Subianto. Hal ini didukung dengan penerapan modeling Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

"Kalau saya bilang, suatu saat Indonesia itu harus bisa menjadi bursa perikanan. Contohnya begini, di Arafura ini kan terkenal udang laut," kata Trenggono di Kota Tual, Minggu (2/6/2024).

 

Potensi Besar Banyuwangi

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Surabaya Pagi, Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi besar di bidang perikanan. Bukan hanya perikanan tangkap, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini punya potensi sangat besar di bidang perikanan air tawar dan air payau, khususnya udang.

Jumlah produksi udang di Banyuwangi pada tahun 2018 lalu nyaris mencapai 20 ribu ton, tepatnya 19.900 ton. Dengan total produksi sebesar itu, Banyuwangi menjadi daerah dengan total produksi udang terbesar di Jatim. Di sisi lain, Jatim merupakan provinsi penghasil udang tertinggi di tingkat nasional.

Tapi sejak tahun 2023, sebanyak 78.000 hektar tambak udang di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura), mulai Serang, Banten dampai Banyuwangi, Jawa Timur tidak terpakai alias nganggur.

Menurut Presiden Joko Widodo jika ada sekitar 78.000 hektar tambak udang yang tidak terpakai atau idle, di sepanjang Pantura Jawa.

Informasi ini diperoleh dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Senin (3/6).

Orang nomor satu di Republik Indonesia ini menyebutkan setelah dihitung-hitung, alih fungsi tambak udang menjadi budi daya lain yang bernilai ekonomi seperti tambak nila salin memakan biaya hingga Rp 13 triliun.

Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, BUBK Kebumen Senin (3/6) masih merupakan tambak udang modern terbesar di Indonesia dengan luasan lahan potensial mencapai 100 hektare.

Selain beberapa daerah penghasil utama produksi udang Jatim, yakni Sidoarjo, Banyuwangi, Situbondo, Surabaya, dan Sampang.

Secara geografis, lokasi Kabupaten Sidoarjo dapat dikategorikan sebagai dataran delta. Ini menjadi alasan kenapa Kabupaten Sidoarjo bisa memiliki banyak tambak seperti tambak ikan bandeng atau tambak udang. Dan ini  menjadi ikon kabupaten ini.

 

Indonesia Peringkat Keenam

Berdasarkan data dari International Trade Center (trademap.org), nilai ekspor Perikanan (HS 03 dan 1603-1605) dunia di pasar global pada tahun 2021 mencapai US$164,24 miliar atau naik 15,34 persen year on year (yoy)

Khusus untuk produk udang dan olahannya, Indonesia mampu menempati peringkat keenam setelah India, Ekuador, Tiongkok, Kanada dan Vietnam," jelas Kepala Divisi IEB Institute, Rini Satriani, tahun 2022.

Trenggono mengatakan, Indonesia punya potensi yang begitu besar di sektor perikanan dan kelautan, namun banyak yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Apabila bisa dimaksimalkan, menurutnya pertumbuhan ekonomi di atas 8% bukan sesuatu hal yang mustahil.

"Kalau presiden terpilih misalnya ingin menaikkan pertumbuhan kita menjadi 8% misalnya di tahun-tahun yang ternyata sangat mudah dan sangat bisa karena potensi kita itu yang belum terkendali dengan baik itu di seluruh yang besar banyak sekali di sektor perikanan, kelautan perikanan banyak sekali," tambah Trenggono.

 

Jalan Penuh Rintangan

Bahkan menurut Trenggono, optimalisasi satu komoditas kelautan sudah mampu untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia mencontohkannya dengan yang terjadi di Norwegia. Di sana, budi daya ikan salmon menjadi sumbangsih ekonomi nomor dua setelah minyak di Afrika.

"Komoditi risetnya (Norwegia) 50 tahun dan dia sudah mendunia. Kita komoditinya itu macem-macem, tropical. Tropical ini kan banyak sekali, nah kita analisis kira-kira dari sekian banyak itu mana yang punya value paling tinggi itu kita ambil," ujarnya.

Namun Trenggono tak memungkiri bahwa industri perikanan dan kelautan Indonesia menemui jalan penuh rintangan. Salah satunya, Indonesia masih kalah jauh dalam penerapan teknologi penangkapan ikan, di mana nelayan Indonesia kebanyakan masih menggunakan metode konvensional.

Meski begitu, ia optimistis Indonesia masih punya kesempatan untuk mendorong industri perikanannya. Salah satu upayanya ialah melalui implementasi modeling Penangkapan Ikan Terukur (PIT). Modeling PIT perdana diimplementasikan di dua wilayah zona 3 perikanan, antara lain Kota Tual dan Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. n erc/jk/bay/rmc

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…