Data KPM BLT Terdampak Covid-19 di Jombang Dikeluhkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana RDP Komisi A dengan PPDI Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)
Suasana RDP Komisi A dengan PPDI Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Carut marutnya data keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan langsung tunai (BLT) dari Kemensos, Dana Desa, APBD provinsi dan kabupaten bagi warga terdampak Covid-19 dikeluhkan para perangkat desa.

Perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Jombang, mengadu terkait persoalan tersebut melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi A DPRD Jombang.

Sekretaris Komisi A DPRD Jombang, Kartiyono mengatakan, menyikapi carut-marutnya data penerima bantuan, pihaknya mengundang Dinas Permberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), serta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang.

"Agar semuanya selesai. Dan melalui audensi yang juga dihadiri tiga OPD yang bersangkutan, semuanya mulai menemukan titik terang. Kedepan, sejumlah perbaikan terkait hal itu bakal segera dilakukan,” katanya, Jumat (10/7/2020).

Kartiyono menegaskan, pihaknya mendorong agar permasalahan pendataan ini cepat diselesaikan, sehingga kedepan tidak menimbulkan permasalahan. "Hearing ini juga untuk penyamaan persepsi terkait regulasi serta permasalahan penanganan Covid-19," tegasnya.

Hal ini, lanjutnya, menyusul ditetapkannya UU Nomor 2 Tahun 2020, tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk penanganan Covid-19 dan atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan.

Kartiyono mengungkapkan, menjadi ganjalan bagi PPDI seiring dengan kebijakan keuangan negara dan stabilitas keuangan untuk penanganan Covid-19, pada poin pasal 28 poin 8 UU Nomor 2 Tahun 2020, bahwa pasal 72 UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa yang mengatur terkait pendapatan menjadi tidak berlaku.

“Dengan persepsi tersebut, mereka menganggap bahwa sumber tadi dihapus, sehingga terjadi kekhawatiran. Apabila regulasi tadi ditetapkan, semua dana dari APBN bakal ditarik oleh pusat. Padahal bukan seperti itu maknanya, hanya lebih difokuskan untuk penanganan Covid-19,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua PPDI Jombang, Teguh Wahyudi menerangkan, karena tidak akuratnya data yang muncul dari Dinas Sosial Kabupaten Jombang atas pengiriman data warga desa, sehingga sasaran KPM tidak tepat.

"Ada warga yang kondisi perekonomian atau kesejahteraannya kurang beruntung tidak memperoleh bantuan, namun warga yang lebih layak mendapat bantuan," terangnya.

Kondisi ini, paparnya, mengakibatkan RT/RW hingga yang berkedudukan di kantor desa menjadi sasaran amuk warga yang tidak mendapat BLT. Sebab itu pihaknya melakukan hearing dengan Komisi A agar ada titik temu.

"Mengingat kejadian ini berulang kali, seakan data yang dikirim atas permintaan Dinsos tidak bisa sinkron. Kami berharap, untuk menyamakan data perlu ada tindak lanjut yang sinergis," paparnya.

Senisal, lanjut Teguh, perlu ada pelatihan tentang input atau update dari desa. Karena yang memahami kondisi riil masyarakat/perangkat desa.

“Kami sesalkan, data orang meninggal dunia 10 tahun lalu masih muncul. Kami ingin berinisatif mengganti KPM untuk meratakan bantuan agar semua memperoleh BLT, tapi tidak berani,” pungkasnya.(suf)

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…