Brigjen Pol Prasetijo Diduga Dihubungi Mafia Hukum

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gambar visual by SP
Gambar visual by SP

i

Pemberi Surat Jalan Buron Djoko Candra, Sejak Semalam di Sel di ruangan khusus Propam Mabes Polri 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Kasus rekomendasi surat jalan untuk buron Djoko Tjandra, akan melebar ke mafia hukum, termasuk dugaan suap kepada Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Selain pasal menghalangi penyidikan atas buron Djoko Tjandra.

Divisi Propam Polri, sejak Rabu (15/7/2020) pagi kemarin memeriksa Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo. Hasil pemeriksaan Prasetijo, di Propam Rabu sore kemarin ditemukan sejumlah pelanggaran hukum yang merusak citra Polri. Makanya, mulai malam tadi Brigjen Prasetijo dimasukan sel khusus Propam Polri selama 14 hari. Dalam 14 hari, Brigjen yang sudah tak punya jabatan lagi akan diusut, termasuk keterlibatan pihak lain. Pengusutan ini terkait pembuatan surat jalan untuk Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, yang kini dikejar oleh Kejagung.

“Mulai hari ini (kemarin, red) juga BJP PU ditempatkan di tempat khusus selama 14 hari. Jadi ada tempat provos untuk penempatan khusus untu anggota dan sudah disiapkan mulai malam ini BJP PU ditempatkan di tempat khusus di provos mabes polri selama 14 hari,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, dalam konferensi pers, Rabu (15/7/2020).

Hal nyata yang dilakukan Kapolri adalah mencopot Brigjen Prasetijo Utomo dari jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri. Keputusan pencopotan Prasetijo tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 yang diteken As SDM Kapolri, Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.

Sementara, Irjen Argo Yuwono menyebut tidak ada perintah pimpinan terkait pembuatan surat itu. Prasetijo disebut Argo berinisiatif membuat surat itu.

“Jadi dalam pemberian surat jalan tersebut, kepala biro tersebut adalah inisiatif sendiri dan nggak izin sama pimpinan," kata Jenderal mantan Kabid Humas Polda Jatim ini.

 

Terendus Mafia Hukum

Sementara Kompolnas mengendus ada mafia hukum terlibat. Ini karena Djoko terlibat kejahatan uang dalam jumlah besar. Kompolnas mencurigai si Brigjen bisa dikejar dugaan suap dan menghalangi penyidikan terhadap buron Djoko Tjandra.

“Ini peristiwa sangat memalukan. Apalagi melibatkan seorang Brigjen. Reformasi Polri harus ditingkatkan,” kata Poengky Indarti, anggota Kompolnas dalam wawancara dengan sebuah stasiun TV swasta, Rabu (15/7/2020).

 

Dibuka MAKI dan IPW

Sedangkan, terungkapnya 'surat jalan' atas peran Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI). Setelah itu Indonesia Police Watch (IPW) membeberkan lebih detail pembuat 'surat jalan' untuk Djoko Tjandra itu. "Dari data yang diperoleh IPW, Surat Jalan untuk Joko Chandra dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020, dan ditandatangani Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo. Dalam surat jalan tersebut Joko Chandra disebutkan berangkat ke Pontianak, Kalimantan Barat, pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020," kata Neta S Pane selaku Ketua Presidium IPW dalam keterangan pers.

Neta S Pane mempertanyakan urgensi Brigjen Prasetyo Utomo mengeluarkan 'surat jalan' itu. Dia mendesak agar Brigjen Prasetyo Utomo diperiksa Propam Polri.  n erc/jk/cr2/rm

Berita Terbaru

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …

Istri Sah Bagus Baru Tahu Suaminya Nikah Siri Dua Tahun, Terungkap pada 10 Oktober‎

Istri Sah Bagus Baru Tahu Suaminya Nikah Siri Dua Tahun, Terungkap pada 10 Oktober‎

Senin, 02 Nov 2026 15:39 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha Amalia Iflahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama d…

Pemkot Surabaya Target 5 Rumah Pompa Baru Siap Beroperasi 1 Desember 2026

Pemkot Surabaya Target 5 Rumah Pompa Baru Siap Beroperasi 1 Desember 2026

Senin, 02 Nov 2026 15:33 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - menjelang musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengebut penyelesaian lima rumah pompa baru, yang ditargetkan mulai…

Pemkot Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Tekan Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun

Pemkot Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Tekan Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun

Senin, 02 Nov 2026 15:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat, menggerakkan masyarakat, kelompok…

Dukung Kesetaraan Gender, Perempuan Bakal Banyak Isi Jabatan Eselon II dan III di Pemkab Ponorogo

Dukung Kesetaraan Gender, Perempuan Bakal Banyak Isi Jabatan Eselon II dan III di Pemkab Ponorogo

Senin, 02 Nov 2026 15:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita berencana memperbesar keterwakilan perempuan dalam jabatan strategis di lingkungan Pemerintah K…