Ambil Sabu dari Lapas Porong, Dibayar Rp 1 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ES dirilis depan wartawan beserta barang bukti, Selasa (21/7/2020).
ES dirilis depan wartawan beserta barang bukti, Selasa (21/7/2020).

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Tanjung Perak kembali berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu jaringan lapas Porong. Penangkapan terjadi dirumah terasangka di Jalan Krembangan Bhakti , Surabaya.

Tersangka yang diamankan berinisial ES (45), warga Jalan Krembangan Bhakti, Surabaya.

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Moch. Yasin mengatakan, awalnya ES mengakui barang haram narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dari seseorang berinisial AT.

"AT saat ini berada di lapas porong, dan ES diberi imbalan Rp 1.000.000 untuk perannya sebagai kurir," ujar Yasin.

Kali ini, pria yang diamankan dari dalam kamar kos yang di Jalan Wonokromo itu terlibat kasus narkotika jenis sabu-sabu. Pelakunya berinisial ES (45) warga Jalan Krembangan Bakti Surabaya berdasarkan informasi adalah pengedar jaringan Lapas.

Kasat Narkoba Polres Tanjung Perak AKP M Yasin mengatakan, informasi yang didapat oleh anggota langsung ditindaklanjuti oleh Satresnarkoba Perak dengan melakukan penyelidikan di wilayah Surabaya Utara di daerah Jalan Krembangan Bakti Surabaya.

“Kemudian petugas melakukan penggeledahan di dalam rumah pelaku ES dan saat itu petugas berhasil menemukan barang bukti sabu,” sebut Yasin, Senin (20/7/2020).

Barang bukti itu berupa, 1 (satu) buah klip plastik kecil yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu dengan berat 0,51 gram beserta pembungkusnya, 2 buah timbangan elektrik, 3 pack klip plastik kecil, dan 3 buah sekrop yang terbuat dari sedotan plastik.

Kepada Petugas pelaku ES mengaku bahwa barang bukti berupa narkotika jenis sabu tersebut didapatkan dari seseorang yang bernama AT yang berada di dalam Lapas Porong. ES menjadi kurir dengan cara diberi upah Rp 1 juta tiap pengiriman 100 gram dari seseorang yang dikendalikan oleh saudara AT.

“ES dikendalikan oleh saudara AT (Napi LP Porong) tersebut sudah selama  4 bulan dan diupah sebesar Rp 1 juta. Untuk setiap pengambilan dan pengiriman sebanyak 100 gram,” tambah Yasin.

Saat ini ES beserta barang bukti dibawa ke Polres Tanjung Perak dan dilakukan penahanan. Dia akan dijerat Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika yang ancamannya penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun. ty

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…