Stop Siswa Sekolah Daring di Warkop

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siswa melakukan sekolah virtual dengan memanfaatkan wifi di warkop Pitulikur kawasan jalan Bagong Tambangan Surabaya, Selasa (21/7/2020). Siswa memilih belajar di Warkop karena pelaksanaan belajar dari rumah membutuhkan jaringan internet.
Foto: SP/Julian
Siswa melakukan sekolah virtual dengan memanfaatkan wifi di warkop Pitulikur kawasan jalan Bagong Tambangan Surabaya, Selasa (21/7/2020). Siswa memilih belajar di Warkop karena pelaksanaan belajar dari rumah membutuhkan jaringan internet. Foto: SP/Julian

i

DPRD Surabaya Minta Walikota Berdayakan Balai RW Diberi Wifi Gratis

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Fenomena KBM secara daring siswa dari SD hingga SMA, yang dilakukan tempat umum seperti warung kopi, mendapat sorotan dari para wakil rakyat. Mereka khawatir, kondisi pandemi Covid-19, dengan KBM daring di warkop, bisa menimbulkan klaster baru.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati mengaku bila dirinya khawatir bila anak belajar di warung kopi. Sebab menurutnya, arahan kemendikbud adalah belajar dari rumah (BDR) bukan ke warkop. "Kondisi Surabaya masih zona merah, sesuai SE kemendikbud no 15 tahun 2020, BDR dilakukan bisa luring dan daring. pembelajaran yang dibuat harus dipastikan bisa dijangkau oleh semua murid, jangan malah memposisikan anak di tempat beresiko terpapar covid-19, seperti halnya berkerumun di warkop" ungkapnya kepada Surabaya Pagi.

Politisi Gerindra ini menyampaikan bila, Pemkot sebaiknya segera memberikan fasilitas RW yaitu wifi gratis agar dimanfaatkan untuk para peserta didik yang tidak mampu. "Secepatnya merealisasikan rencana dengan penambahan bandwidth internet, repeater, router, komputer dan printer di balai RW karena pembelajaran sudah dimulai minggu ini. konsep yang diarahkan disdik bisa mencermati sebaran kondisi siswa yang terkendala BDR dan kepala sekolah bisa memanfaatkan Dana Bos untuk pembiayaan kuota paket internet guru dan siswa karena sudah diberikan diskresi dari kemendikbud," jelasnya.

 

Pemkot Anggarkan Rp 11 Miliar

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah Ketua menyatakan bila kendala saat ini dimasyarakat merupakan gadget dan kuota yang dimiliki. "Sebetulnya Pemerintah Kota Surabaya sedang menyiapkan internet untuk warga dengan persiapan nilai sebesar Rp 11 M. Dalam pekan ini atau pekan depan kami akan menjadwalkan dengan Dinas Pendidikan untuk rapat koordinasi terkait internet yang dibutuhkan oleh warga itu seperti apa untuk proses pembelajaran" kata Khusnul Khotimah.

Menyikapi dengan munculnya fenomena para peserta didik belajar di warung kopi, Khusnul menyatakan bila hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan.

"Hal ini akan menimbulkan klaster baru di warung kopi. Namun saat ini guru di tuntut inovatif terhadap proses belajar daring ini, harusnya bisa dilaksanakan tanpa harus daring dan menurunkan bobot materi itu sendiri," ungkapnya.

Ia kemudian memberikan beberapa catatan mengenai program yang akan dibuat oleh Pemerintah Kota Surabaya mengenai BLC (Broadband learning center) dan memberdayakan di balai RW yang akan digunakan menjadi tempat belajar. "Masyarakat sebaiknya bersabar dulu untuk program yang akan direalisasikan oleh pemerintah kota. Namun ada catatan dari kondisi jaringan WiFi ke RW itu yang tidak representatif atau kampung yang yang tidak memiliki balai RW maka itu harus kita koordinasikan bersama" ucapnya.

 

Pemerintah Gandeng Provider

Sementara, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Deni Wicaksono prihatin setelah mendengar dan melihat siswa yang harus mencari wifi gratis hingga ke warung kopi (warkop) demi melakukan proses KBM secara daring.

"Hal ini menjadikan keprihatinan kita bersama. Padahal konsepnya di rumah, namun sayangnya tidak disertai dengan subsidi dan kebijakan khusus dari pihak terkait terhadap permasalahan yang timbul ini," ujar Deni kepada Surabaya Pagi, Selasa (21/7/2020)

Deni mengakui jika sepengetahuannya, belum ada kebijakan khusus dari pihak Pemerintah Provinsi mengenai subsidi paket data internet. Dirinya juga berharap jika pihak-pihak terkait harus mulai tanggap dengan hal ini. "Sepengetahuan saya belum ada kebijakan khusus dari Pemprov terkait hal itu, khususnya untuk siswa SMA/SMK. Karena kan yang SD/SMP masih menjadi ruang lingkup Pemkab/Pemkot masing-masing. Harusnya memang ada plot anggaran yang dialokasikan untuk permasalahan ini. Dan harusnya juga pemerintah mulai tanggap," jelasnya.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini juga mengaku pihaknya siap untuk membantu pemerintah untuk menyisir siapa saja siswa yang kesulitan untuk membeli paket data internet untuk menunjang proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan mereka berhak mendapat subsidi dari pemerintah.

Deni juga mengatakan jika sebuah terobosan yang bisa dilakukan oleh pemerintah maupun dinas pendidikan terkait permasalahan ini adalah salah satunya dengan cara menjalin kerjasama dengan pihak provider penyedia paket data internet. Sehingga bentuk kerjasama tersebut nantinya berupa subsidi paket data internet yang diperuntukkan bagi siswa yang tidak mampu membeli paket data tersebut untuk PJJ.

 

Program Balai RW dan BLC

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya menggelar video conference dengan para pelajar SD dan SMP. Timbul banyak keluhan bahwa beberapa pelajar tidak bisa mengikuti pembelajaran virtual karena tidak punya handphone dan banyak pula yang mengaku tidak punya paket data. Setelah mendengar keluhan tersebut, Walikota Surabaya kemudian membuat program untuk menjadikan balai RW dan BLC sebagai tempat belajar baru anak-anak kurang mampu.

"Karena kita semua belum tahu anak-anak ini belajar virtual sampai kapan, maka nanti akan lebih memaksimalkan fungsi balai RW dan BLC untuk belajarnya anak-anak," kata Walikota Surabaya.

Nantinya semua balai RW yang sudah dilengkapi fasilitas internet, akan lebih dimaksimalkan karena mungkin masih lemot dan sebagainya. Bahkan jika memang dibutuhkan nanti akan ditambahkan fasilitas router, hingga printer, dan kertas di tiap balai RW itu.

Nantinya juga akan ada pendampingan, maka anak-anak tersebut akan dibagi sesuai jarak rumahnya. Bagi anak-anak yang dekat dengan fasilitas BLC, maka bisa langsung ke BLC. Begitu pula sebaliknya, jika lebih dekat dengan balai RW, maka nanti belajarnya di balai RW.

"Tapi sekali lagi ini khusus anak-anak yang kurang mampu itu, sedangkan anak-anak yang mampu, tolong tetap belajar di rumah seperti biasanya, karena saya tidak ingin balai RW itu jadi sekolah baru bagi mereka, itu dapat menimbulkan masalah baru. Jadi, intinya akan dibatasi nanti yang belajar di Balai RW," ujar Risma. byt/adt

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…