Miris, Lansia Tewas Dipangkuan Sang Anak Usai Dianiaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas mengevakuasi jenazah korban.
Petugas mengevakuasi jenazah korban.

i

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung – Warga Banjarejo Kecamatan Rejotangan mendadak gempar terkait ditemukan tewasnya lansia tergeletak di pangkuan sang anak. Mirisnya pelaku pembunuhan tak lain adalah sang anak.

Korban adalah Tamiran (80), warga Banjarejo Kecamatan Rejotangan sedangkan sang anak bernama Imam Basori (30).

Tewasnya korban pertama kali ditemukan oleh tetangga korban.  Saat ditemukan, korban sudah dalam posisi tergeletak di halaman rumah dengan dipangku oleh anaknya sendiri yang terlihat menangis sesenggukan.

“Tadi pagi itu saya mau jenguk Mbah Tumiran ini, ternyata sudah tereletak di pangkuan Basori. Kemudian saya teriak-teriak minta tolong ke warga,” ungkap saksi.

Warga kemudian menutupi jasad korban dengan kain jarit sambil menunggu petugas dari polsek Rejotangan sampai di lokasi.

Kapolsek Rejotangan Iptu Hery Purwanto mengungkapkan, ditemukannya sejumlah luka menjadi bukti kuat korban meninggal karena dibunuh. Adapun luka di tubuh korban antara lain luka bacok di tangan kiri, tulang hidung korban juga patah.

Mendapati hal itu, anak korban langsung diamankan.

Iptu Hery mengatakan, Imam mengakui telah menganiaya ayahnya sebelum ditemukan meninggal. Imam mengaku sebelumnya sempat dipukuli oleh ayahnya yang kemudian dibalasnya hingga akhirnya sang ayah meninggal dunia.

“Pengakuan anaknya ini, korban dipukuli, dibenturkan kepalanya kemudian dibacok,” ungkap Iptu Hery Purwanto, Kamis (23/7).

Jenazah korban telah dievakuasi ke Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSUD dr Iskak tulungagung.

Sementara itu, dari hasil olah TKP yang dilakukan unit Inafis Polres Tulungagung, ditemukan sejumlah luka di tubuh korban. Polisi juga menemukan bercak darah di tangga rumah korban. Dari bercak darah ini, korban diyakini dibenturkan kepalanya oleh pelaku.

“Kami juga temukan batako dengan bercak darah,” sambung Iptu Hery Purwanto.

Dalam kasus ini, polisi menyita sabit, batako dengan bercak darah dan balok kayu sebagai barang bukti. Sementara Imam dibawa ke Polsek Rejotangan.

Lebih jauh, Iptu Hery mengaku masih akan mendalami kasus ini. Pasalnya Imam merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Atas hal tersebut, proses hukum tidak bisa dilanjutkan.

Dari keterangan sejumlah warga gangguan jiwa itu sudah diidap Imam sejak 10 tahun terakhir.

“Dulu itu sempat beberapa kali kami bawa ke rumah sakit jiwa,” ujar Kepala Desa Banjarejo Zainuddin.

Tak hanya Imam yang diketahui ODGJ, ternyata korban juga mengidap ODGJ namun tak separah sang anak.

“Sama-sama ODGJ. Hanya Mbah Tumiran tidak separah anaknya,” terang Zainudin.

Dari keterangan warga, korban dan pelaku selama ini hanya tinggal berdua. Keduanya selama ini diurus oleh warga dan pemerintah desa setempat.

“Korban ini sudah biasa datang ke rumah saya, atau ke kantor minta makan. Warga juga sudah biasa,” ungkap Zainuddin.

Kapolsek Rejotangan Iptu Hery Purwanto menambahkan, saat ini polisi masih berusaha berkomunikasi dengan pelaku. Ia juga belum bisa memastikan apakah kasus ini akan dilanjutkan ke proses hukum atau tidak mengingat pelaku berstatus ODGJ.

“Kami periksa dulu, tapi dari informasi warga, pelaku sudah berulangkali masuk rumah sakit jiwa,” kata Hery.

 

Berita Terbaru

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …