Nakes Positif Corona, Puskesmas di Pamekasan Ditutup

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puskesmas Batumarmar ya g ditutup lantaran ada Nakes yang terinfeksi Covid-19.SP/SP
Puskesmas Batumarmar ya g ditutup lantaran ada Nakes yang terinfeksi Covid-19.SP/SP

i

 SURABAYAPAGI.COM,  Pamekasan - Lantaran tenaga medis mulai dari perawat hingga dokter positif terinfeksi virus corona (Covid-19).Salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)  Batumarmar, berlokasi di wilayah pantai utara Pamekasan , Jawa Timur ditutup.

Sementara waktu, warga sekitar yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan disarankan ke Puskesmas Waru dan Pasean.

Prosesi penutupan puskesmas dilakukan secara seremoni oleh forum komunikasi pimpinan kecamatan setampat. Di antaranya disaksikan oleh Camat, Kapolsek, Danramil, dan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Kepala Puskesmas Batumarmar, Rasid mengatakan, sesuai protokol Covid-19, 14 hari selama masa inkubasi, puskemas dibawah naungan tidak boleh ada aktivitas alias ditutup. Terhitung mulai Jumat 24 Juli sampai 6 Agustus 2020.

Menurutnya, perawat hingga dokter yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut totalnya berjumlah tujuh. Di antaranya lima perawat dan dua dokter. Bukti terkonfirmasi Covid-19 didapat setelah hasil tes swab keluar.

"Kapan hari ada pemeriksaan masal ke seluruh tenaga medis di seluruh puskemas di Pamekasan, ternyata ada karyawan kami yang terkonfirmasi Covid-19, pemerintah setempat pun akhirnya memutus untuk ditutup," kata Rasid, Jumat (24/7).

Rasid menyampaikan, selama masa penutupan, semua karyawan dan tenaga medis disarankan untuk tidak beraktivitas. Harus isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Karyawan di sini kisaran ratusan, 14 hari mereka harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya, hingga menunggu kabar berikutnya," sarannya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan Syaiful Hidayat menyampaikan, Puskesmas Batumarmar, merupakan puskesmas ke dua di Pamekasan yang ditutup karena sebagian tenaga medisnya positif Covid-19.

"Sebelumnya, Puskesmas Larangan 14 hari ditutup dengan kasus yang sama. Penutupan layanan ini atas permintaan dari pimpinan puskesmas yang disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Tim Satgas Covid-19," ungkap Syaiful

Dalam waktu dekat, puskemas tersebut akan dilakukan proses sterilisasi yakni dengan penyemprotan cairan disinfektan untuk membasmi berbagai macam virus..Ana

 

Berita Terbaru

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…

Menkes "Angkat Tangan" Soal Mutasi Ketua Umum IDAI

Menkes "Angkat Tangan" Soal Mutasi Ketua Umum IDAI

Rabu, 25 Feb 2026 19:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:32 WIB

Konsultan Senior Jantung Anak Merasa Keputusan Mutasinya Dilandasi 'abuse of power'      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) me…