Alami Kelonjakan Kasus Corona, Malaysia Akan Perpanjang Lockdown

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). SP/ K24
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). SP/ K24

i

SURABAYAPAGI.com, Malaysia - Pemerintah Malaysia berencana menerapkan kembali kebijakan penguncian wilayah atau lockdown jika kasus baru virus corona (Covid-19) melonjak hingga 100 pasien per hari.

Malaysia saat ini tengah berada dalam tahap pemulihan dan sudah tak menerapkan perintah pengawasan pergerakan (MCO) ketat. Hampir seluruh kegiatan bisnis dan ekonomi telah berjalan kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Namun, pihak berwenang Malaysia kembali mendeteksi lonjakan kasus corona baru dalam beberapa pekan terakhir.

"Jika (kasus corona baru) mencapai tiga digit, kami tidak memiliki pilihan selain menerapkan kembali MCO. Kita lihat," kata Menteri Pertahanan sekaligus Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob, pada Minggu (26/7).

Dalam empat hari terakhir, Malaysia mencatat hingga 23 kasus corona baru pada Sabtu (25/7), 21 kasus pada Jumat, sembilan kasus pada Kamis, dan 16 kasus pada Rabu.

Penemuan kasus baru ini muncul setelah Kementerian Kesehatan sempat mengumumkan nol kasus corona baru pada 1 Juli lalu untuk pertama kalinya sejak Maret.

Ismail mengatakan salah satu faktor kasus Covid-19 baru melonjak adalah bahwa masyarakat sudah lupa terkait ancaman corona dan protokol kesehatan untuk mencegah penularan.

"Ini karena publik sudah lupa apa yang perlu dilakukan ketika pemerintah melonggarkan MCO sehingga jumlah kasus (Corona) mulai meningkat lagi," ujar Ismail.

Malaysia tercatat terakhir kali mendeteksi kasus corona baru hingga lebih dari 100 kasus dalam sehari yakni pada 4 Juni lalu. Saat itu, Malaysia menemukan 277 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam.

"Saya mengerti bahwa jika MCO ditegakkan kembali, itu akan membuat kesulitan bagi semua pihak, termasuk kita yang ingin bekerja dan sebagainya, tetapi langkah itu harus diambil," kata Ismail seperti dilansir the Straits Times.

Malaysia pertama kali menerapkan lockdown pada 18 Maret hingga Juni lalu setelah kasus corona melonjak akibat sebuah acara keagamaan yang diselenggarakan oleh jemaah Tabligh Akbar di sebuah masjid di Petaling.

 Mulai 10 Juni, Malaysia melonggarkan kebijakan MCO di mana hampir semua sektor sosial, pendidikan, agama, bisnis, dan ekonomi diizinkan beroperasi secara bertahap.

Saat itu, Malaysia juga mulai mengizinkan perjalanan antar-negara bagian.

Berdasarkan statistik Worldometer per Senin (27/7), Malaysia tercatat memiliki 8.897 kasus virus corona dengan 124 kematian.  dsy6

Berita Terbaru

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …