Walikota Blitar Dilaporkan Atas Dugaan Kasus Penipuan Rp 600 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Joko Trisno SH menunjukkan laporannya ke  polisi terkait dugaan kasus penipuan yang menyangkut nama Walikota Blitar. SP/Les
Joko Trisno SH menunjukkan laporannya ke polisi terkait dugaan kasus penipuan yang menyangkut nama Walikota Blitar. SP/Les

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Mantan Walikota melaporkan  Walikota Blitar Santoso ke Polres Blitar Kota melalui pengacara Joko Trisno SH atas dugaan keterlibatan kasus penipuan senilai Rp 600 juta.

Adanya laporan keterlibatan Santoso dalam kasus dugaan penipuan ini, disampaikan oleh Joko Trisno setelah kliennya yakni M Samanhudi Anwar yang juga mantan Walikota Blitar. Pasalnya, kliennya merasa tertipu dalam proses pengurusan Akademi Putra Sang Fajar menjadi Universitas Putra Sang Fajar.

"Klien saya (Samanhudi Anwar) ingin meningkatkan status dari akademi menjadi universitas, untuk mendukung program pendidikan S1 (sarjana) gratis di Kota Blitar," ujar Joko kepada wartawan.

Joko lebih lanjut menjelaskan bahwa  beberapa bulan setelah terpilih menjadi Walikota Blitar periode kedua pada pertengahan 2016 lalu, klien saya didatangi Santoso yang saat itu menjabat Wakil Walikota Blitar mengenalkan seseorang bernama M Mukhroji.

"Wawali Santoso saat itu mengatakan bahwa Mukhroji bisa menguruskan perubahan tersebut, karena memiliki kenalan di Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut disepakati adanya biaya untuk mengurus perubahan tersebut sebesar Rp 800 juta, dengan perjanjian akan dikembalikan jika tidak berhasil. Karena meyakini dengan omongan Santoso, akhirnya disepakati biaya Rp 800 juta tersebut.

"Akhirnya dengan uang pribadinya klien saya memberikan uang tunai Rp 600 juta yang ditransfer ke rekening atas nama Mukhroji, sisanya akan dilunasi jika proses selesai atau SK perubahan sudah diterima," terang Joko menyampaikan atas keterangan kliennya itu.

Setelah uang ditransfer, ternyata proses perubahan tidak ada realisasinya. Meskipun sudah berulang kali ditanyakan kepada Santoso tidak ada tanggapan, hingga mengakibatkan kerugian materiil yang di tanggung kliennya senilai Rp 600 juta.

" Serta kerugian immaterial, karena rasa malu klien saya tidak bisa mewujudkan program pendidikan S1 gratis bagi warga Kota Blitar," ungkap Joko lagi.

Setelah menerima kuasa dari Samanhudi, beberapa upaya sudah dilakukan Joko untuk menyelesaikan masalah ini. Mulai dari musyawarah tidak direspon, bahkan kemudian di lakukan somasi pertama dan kedua juga tidak dijawab. Hingga akhirnya dilaporkan melalui pengaduan ke Polres Blitar Kota, akhirnya oleh Pengacara Joko pada 14 Juli 2020 dan baru diberikan tanda terima tertanggal 23 Juli 2020.

Di singgung mengapa baru melaporkan sekarang seiring  menjelang digelarnya Pilwali Kota Blitar, apakah tidak bermuatan politis. Dengan tegas Joko membantahnya, karena ini murni masalah pribadi dan selama ini kliennya sudah berulang kali menanyakan dan menagih dan melakukan Somasi.

"Tapi tidak ada respon sama sekali, termasuk dengan adanya 2 somasi yang saya sampaikan juga tidak dijawab. Jadi silahkan dinilai seperti apa, karena soal hukum dan politik itu jelas jauh berbeda," tandas Joko.

Ditambahkan Joko, apa yang dilakukannya adalah sebuah upaya hukum untuk meminta kembali hak seseorang yang telah diambil tanpa pertanggungjawaban.

"Jadi tolong dibedakan proses hukum dan proses politik, jangan dicampuradukkan, nggak nyambung kan,"  imbuh Pria jangkung ini.

Secara terpisah Walikota Blitar, Santoso ketika dikonfirmasi terkait laporan polisi ini melakui Whatsappnya menjawab bahwa semua itu tidak benar. Bahkan ketika dimintai tanggapannya, Santoso menjawab percuma membuang waktu dan energi masih banyak yang harus kita pikirkan. Tujuanya jelas membikin sensasi menjelang Pilkada, bagi saya tidak perlu ditanggapi tulisnya melalui pesan WhatsApp. Les

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…