Demi Sinyal, Anak SD di Jombang Belajar di Makam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anak-anak di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Jombang saat belajar di area makam. (SP/M. Yusuf)
Anak-anak di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Jombang saat belajar di area makam. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Demi mendapat jaringan seluler, sejumlah anak-anak rela belajar di area pemakaman umum di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sinyal hanya diperoleh di area pemakaman umum yang terletak di tengah hutan itu. Dan anak-anak yang masih duduk di bangku SDN Sumberaji 2 itu, harus mengerjakan tugas sekolah daring di masa pandemi Covid-19.

Salsa Bila Dwi Azizah (12), siswi kelas 6 SDN Sumberaji 2, harus berjalan sekitar 300 meter dengan medan menanjak menuju bukit desa setempat tanpa didampingi orang tua. Di makam umum inilah sinyal seluler biasa didapatkan untuk belajar daring oleh Salsa dan teman-temannya.

Tiba di lokasi makam di atas bukit, Salsa bersama lima temannya langsung mengeluarkan ponselnya masing-masing dan berburu sinyal. "Cari sinyal di kuburan, karena dirumah tidak ada sinyal," ujarnya, Sabtu (08/8/2020).

Keenam pelajar itu saling berpencar. Ada yang di samping pinggiran area makam, ada pula yang sampai ke tengah area makam. Selain pagi, mereka datang ke area makam juga pada sore hari.

Belajar di area makam, Salsa dan teman-temannya tidak merasa takut. Mereka terlihat serius mengerjakan tugas tematik yang diberikan gurunya melalui online.

"Gak takut. Ini tugasnya setiap hari. Jadi setiap hari sama teman-teman ke sini. Biasanya pagi, kadang sore," terangnya.

Salsa berharap, sekolah tatap muka segera bisa diberlakukan secepatnya, agar tidak lagi berburu sinyal seluler ke makam untuk mengerjakan tugas.

"Tidak enak (sekolah online, red), karena nyari sinyalnya jauh. Lebih suka sekolah tatap muka, saya sudah kangen," harapnya.

Salsa dan teman-temannya belajar di area makam di area perbukitan ini sudah dilakukan.kurang lebih selama empat bulan. Dan para siswa mengeluh sekolah daring, lantaran sinyal susah didapat.

Terpisah, Kepala SDN Sumberaji 2, Surati mengakui, bahwa ada kendala sinyal untuk siswanya saat sekolah daring.

"Saya juga mengetahui kalau siswa-siswi kerap mencari sinyal ke area makam di perbukitan untuk belajar daring," akunya.

Surati menegaskan, bahwa pihak sekolah memberi kelonggaran waktu bagi siswa untuk mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru.

"Anak-anak yang daring harus mencari sinyal dulu ke makam. Tugas yang diberikan hari ini tidak bisa dikumpulkan langsung hari ini. Jadi bisa dikumpulkan besok," tegasnya.

Surati mengungkapkan, untuk sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19 ini belum bisa dilakukan. Saat ini hanya bisa memfasilitasi guru mendatangi siswa ke rumah untuk memberikan tugas.

"Tatap muka cuman sebentar memberi tugas tadi. Setelah itu anak-anak harus didampingi orang tua. Dan kita kembali ke sekolah. Kemudian kita nunggu anak-anak mengembalikan tugasnya ke sekolah, ke gurunya masing-masing," ungkapnya.

Surati berharap pandemi Covid-19 lekas berlalu, sehingga dapat menggelar sekolah secara tatap muka. Surati merasa kasihan melihat siswanya belajar di makam.

"Saya dan teman-teman berdoa, semoga pandemi ini segera berakhir biar anak-anak bisa belajar maksimal sesuai kurikulum. Dan sudah banyak wali murid yang mengeluh," pungkasnya.suf

Berita Terbaru

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rabu ( 9 September 2026 ) pukul 17.00, warga Desa Tingal Kec.Garum Kab.Blitar di kejutkan adanya tewasnya seorang laki laki sekitar…

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/9/2026), dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Gubernur atas Rancangan Perda …

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi meminta perusahaan dan pemberi kerja meningkatkan kesadaran dalam memberikan…

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan beras jenis premium…

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Melalui menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pihak yang berwenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo…

Fraksi Demokrat Kompak Absen saat Gubernur Khofifah Bacakan Nota APBD 2027

Fraksi Demokrat Kompak Absen saat Gubernur Khofifah Bacakan Nota APBD 2027

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seluruh Anggota Fraksi Partai demokrat Jawa Timur kompak absen dalam Paripurna pembacaan Nota Keuangan Gubernur Jawa Timur…