Polisi Tunggu Hasil Visum Wadir Pascasarjana UINSA

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban saat membuat laporan ke Polrestabes Surabaya. SP/Jemmy
Korban saat membuat laporan ke Polrestabes Surabaya. SP/Jemmy

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum Dosen, Wakil Direktur Pascasarjana salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS), di Kota Surabaya, Achmad Nur Fuad (56), mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, Selasa (11/8)petang. 

Achmad melaporkan Oknum Dosen berinisial S, seorang pria yang masih satu komplek di kampus tersebut. Dalam laporan itu, korban mengaku mendapat lima kali pukulan di wajah sebelah kiri. Achmad menjelaskan, kejadian bermula saat dirinya tengah sibuk di ruang kerjanya.

Mendadak, S masuk ke ruangannya dengan nada tinggi. Dia mengaku tidak terima karena salah satu peserta didik melakukan konsultasi prodi dengan korban. Tanpa adu mulut, S langsung melayangkan bogem mentah kearah Achmad.

"Saya saat itu duduk, Tiba-tiba diserang dan dipukul di bagian kiri wajah. Saya tidak sempat menghindar dan hanya bisa bertahan," kata Achmad ditemui usai menerima surat tanda terima laporan (STTL).

Ahmad menjelaskan, setelah kejadian tersebut dirinya sempat melaporkan ke atasannya. Achmad mengaku laporan ini perlu dilakukan  agar tidak ada hal yang sama terjadi lagi dengan korban lain.

Karena dari informasi yang diterima, sudah banyak orang yang memperoleh perlakuan yang sama. Namun rata-rata secara verbal. "Banyak yang sudah kena namun baru saya yang melaporkan," ungkap dia.

Setelah laporan diterima, korban langsung diarahkan ke rumah sakit untuk menjalani visum. Selanjutnya akan ditindaklanjuti. "Setelah ini menjalani visum dulu ke rumah sakit yang ditunjuk kepolisian," pungkas dia.

Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan laporan tersebut. 

Saat ini, proses laporan tersebut tengah ditangani Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. "Iya benar, laporan baru kami Terima kemarin, saat ini ditangani Unit Jatanras, " Kata Sudamiran, Rabu (12/8/2020). 

Dikonfirmasi melalui sambungan telelponnya, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra membenarkan penanganan kasus dugaan penganiayaan antar dosen itu.

"Benar saat ini kami sedang menangani laporan tersebut, ini kami masih melakukan penyelidikan," Kata Agung. 

Hingga kini, polisi masih masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit untuk melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini kami masih memeriksa korban, dan masih menunggu hasil visum. Insyallah besok (Jumat) keluar hasilnya" Tutup Agung. Jem

Berita Terbaru

Minat Konsumen Nyaris Nol, Lamborghini Batalkan Peluncuran Konsep Mobil Listrik Murni

Minat Konsumen Nyaris Nol, Lamborghini Batalkan Peluncuran Konsep Mobil Listrik Murni

Selasa, 24 Feb 2026 12:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, merek kendaraan mewah Lamborghini membuat kejutan dengan memperkenalkan konsep mobil listrik, arah strateginya kini…

Honda Navi Tetap Jadi Motor Mini Favorit di AS, Hadirkan Warna Baru 2026

Honda Navi Tetap Jadi Motor Mini Favorit di AS, Hadirkan Warna Baru 2026

Selasa, 24 Feb 2026 12:12 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sepeda motor kecil paling menonjol dan…

Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang hukum islam, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur yang…

PT Weichuang Kantongi Izin Kawasan Berikat, Serap 120 Tenaga Kerja

PT Weichuang Kantongi Izin Kawasan Berikat, Serap 120 Tenaga Kerja

Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB

‎SURABAYA PAGI, Ngawi – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Kanwil DJBC Jawa Timur II menerbitkan izin fasilitas Kawasan Berikat pertama tahun 2026…

Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

Selasa, 24 Feb 2026 11:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka mengembangkan usaha pelaku usaha mikro dan kecil agar usaha yang masih berkembang, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,…

Cegah Potensi KLB Terkait Keamanan Pangan, Pemkab Ponorogo Perketat Operasional SPPG

Cegah Potensi KLB Terkait Keamanan Pangan, Pemkab Ponorogo Perketat Operasional SPPG

Selasa, 24 Feb 2026 11:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Guna mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) akibat persoalan keamanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa…