Bonek Pertanyakan Eri Cahyadi Saat Persebaya Terusir dari Mess Karanggayam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Husain Ghozali, dari Green Nord.
Husain Ghozali, dari Green Nord.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pendukung Persebaya, Bonek, meminta keluarga besar Bajol Ijo untuk tidak terlibat politik. Energi yang ada saat ini, sebaiknya difokuskan untuk memenangkan gugatan melawan Pemerintah Kota Surabaya. Terkait status Wisma dan Lapangan Persebaya di jl Karanggayam 1 Surabaya.

”Sudah Gak perlu terlibat (politik). Sayang nama besar Persebaya. Lebih baik fokus lawan Pemkot,” ujar Husain Ghozali, dari Green Nord.

Menurut sosok yang akrab dipanggil Cak Cong ini, pihaknya perlu bersuara. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, nama Persebaya dikait-kaitkan dengan urusan dukung mendukung pilkada.

Ini merujuk pada langkah mantan pemain Persebaya, Muharrom Rusdiana yang terang-terangan mendukung Eri Cahyadi. Bahkan, dalam Muharrom meminta bila Eri Cahyadi terpilih sebagai wali kota, bisa menjadi ketua umum Persebaya.

”Eri kemana saat Persebaya diusir dari Karanggayam?” tanya Cak Cong. ”Sekarang lebih baik kita fokus (Karanggayam) hadapi Pemkot di pengadilan,” tambahnya.

Soal Karanggayam, ingat Cak Cong, Bonek juga punya catatan tersendiri pada sosok Eri Cahyadi. Kepala Bapeko Surabaya ini dinilai turut bertanggung jawab membuat lapangan legendaris Persebaya itu jadi merana seperti sekarang ini.

”Apa enggak ingat dulu dia koar-koar Karanggayam untuk Persebaya. Dijamin segala. Ternyata Persebaya malah terusir. Tribun dirobohkan. Lapangan penuh semak belukar. Kita gak akan lupa,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Chonie Candranata, salah seorang pentolan Gate Jhoner 21. Lapangan Karanggayam jangan sampai lepas dari Persebaya.

Lapangan ini dianggap memiliki nilai historis. Bahkan menjadi kawah candradimuka bagi bibit-bibit sepak bola Surabaya. ”Pokok e ojo sampe Karanggayam lepas. Siapa saja yang menghalangi wajib kita ingat,” tegasnya. Alq

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…