Gagas RS Kontainer, Tim Mahasiswa ITS Sabet Emas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi desain rumah sakit kontainer yang berkapasitas 25 kontainer dengan masing-masing kontainer terdiri dari dua orang pasien. SP/BYTA
Ilustrasi desain rumah sakit kontainer yang berkapasitas 25 kontainer dengan masing-masing kontainer terdiri dari dua orang pasien. SP/BYTA

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Berkat gagasan ide yang berjudul Rancang Bangun Integrated Smart and Sustainable Container Hospital sebagai fasilitas karantina pasien Covid-19, tim mahasiswa ITS bernama Tiksna Falcata Team berhasil membawa pulang Gold Medal pada kategori Physics and Engineering di ajang Young National Scientist Fair (YNSF) 2020.

Tim yang berasal dari Departemen Teknik Fisika angkatan 2017 ini beranggotakan Robert Ciputra Hermantara, Handy Suryowicaksono, Syaharussajali, Akbar Anugrah Putra, Aulia Rayimas Tinkar dan Bagas Hani Pradipta. Berangkat dari permasalahan bertambahnya jumlah orang yang terjangkit virus Covid-19 menyebabkan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan mengalami kelebihan kapasitas.

Robert Ciputra Hermantara selaku ketua tim mengatakan, apabila tempat penanganan pasien sudah over capacity,  dampaknya banyak pasien yang tidak tertangani dengan baik dan tingkat penularan virus juga semakin tinggi.

“Oleh sebab itu, ide kami menggunakan kontainer dengan memanfaatkan sifat portable-nya, sehingga mudah untuk dipindahkan dan dilengkapi fitur smart system,” ungkapnya.

Lebih lanjut, terdapat beberapa fitur untuk ruang isolasi dan juga pembatasan fisik di dalamnya yang tentunya sudah disesuaikan dengan standar dan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO, sehingga aman untuk digunakan sebagai fasilitas karantina.

“Maka harapannya rumah sakit kontainer cerdas ini dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada,” lanjutnya.

Rancangan rumah sakit kontainer yang juga mendapatkan MIICA Special Award Road to IIIC 2020  ini mempunyai desain rumah sakit berkapasitas 25 kontainer, dengan masing-masing kontainer terdiri dari dua ruang kamar pasien beserta toilet masing-masing, dan satu control room untuk tenaga medis memonitor kondisi pasien dan bangunan kontainer.

Robert menjelaskan, adanya Human Machine Interface (HMI) yang ada di control room berfungsi bagi tenaga medis atau operator terkait untuk dapat melakukan pengendalian dan monitoring kondisi bangunan kontainer baik temperatur, kelembaban, pencahayaan, penggunaan energi, maupun monitoring kondisi pasien.

“Selain di ruang kontrol, pihak rumah sakit dapat melakukan monitoring kondisi bangunan dan info pasien melalui aplikasi yang dihubungkan secara langsung dengan gawai terkait.” papar mahasiswa yang juga menjadi anggota Tim Barunastra ITS ini.

Kelebihan dari container hospital, yaitu rancangan tersebut lebih concern ke pembatasan fisik dengan penggunaan isolation box dalam kamar pasien dan teknologi smart system yang mengandalkan sensor dan alat medis yang dipasang baik pada pasien maupun bangunan kontainer.

“Sehingga cukup mudah dalam melakukan pengawasan dan penanganan pasien melalui control room maupun aplikasi di gawai,” tuturnya.

Namun, ada beberapa kendala saat merancang container hospital ini. Salah satunya, tim sulit untuk berkomunikasi dan hanya mengandalkan aplikasi konferensi video saja karena kondisi pandemi saat ini. Untungnya, ada beberapa anggota yang kebetulan sedang di Surabaya dan bisa berkoordinasi secara langsung.

“Paling sering secara keseluruhan kami tetap menggunakan sistem daring untuk berdiskusi,” jelasnya.

Untuk mengatasinya, Robert mengatakan bila timnya menerapkan sistem kerja yang terjadwal dan terbagi tiap minggunya. Selain itu juga dievaluasi tiap minggu. Jadi semacam logbook, sehingga semua anggota tim mengerti dan dapat melihat jobdesk apa saja yang akan dilakukan di minggu tersebut.

“Juga dalam seminggu, kami melakukan 2-3 kali rapat untuk progres dan evaluasi progres,” katanya.

Pada ajang ini, menurut Robert, selain mengumpulkan paper dan presentasi di depan juri, tim Tiksna Falcata juga mengirimkan dua perwakilannya saja yaitu Handy Suryowicaksono dan Syaharussajali untuk didaftarkan.

“Namun, untuk pengerjaan total mulai dari awal hingga akhir dikerjakan oleh seluruh anggota tim dengan tugas masing-masing,” lanjutnya.

Harapannya, Tim Tiksna Falcata ini dapat menyempurnakan kembali karyanya, dan menambahkan fitur-fitur yang mempermudah pekerjaan dari tenaga medis serta meningkatkan keamanan tenaga medis maupun pasien Covid-19.

"Mungkin juga dari pihak pemerintah dapat menjadikan ide kami sebagai referensi dan solusi dalam memitigasi kasus pandemi Covid-19 ini," pungkasnya.Byt

 

Berita Terbaru

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada…

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…