Polisi Kembangkan Kasus Pil Koplo dalam Buah Salak di Lapas Jombang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho.  (SP/M. Yusuf) 
Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho. (SP/M. Yusuf) 

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Terkait penyelundupan pil dobel L atau pil koplo di Lapas Kelas II B Jombang yang dilakukan oleh seorang istri napi, kepolisian akan mengembangkan kasus tersebut. 

Vina (33), warga Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Jombang, diringkus anggota Satreskoba Polres Jombang pada Senin, (24/8) pukul 15.30 WIB usai menyelundupkan pil koplo di dalam buah salak yang jumlahnya 1.815 butir untuk suaminya, Hermanto (35), di lapas. 

Namun, usaha menyelundupkan pil koplo itu tidak berhasil. Pasalnya, buah salak yang hendak dikirim ke suaminya, keburu diketahui oleh sipir yang menggeledah barang bawaan. 

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, pil koplo dimasukkan ke dalam sebuah salak yang buahnya sudah dikosongkan. Kemudian diberi tisu, lalu diberi lem agar rekat untuk mengelabui petugas lapas. 

"Pelaku sudah dua kali mengirim pil koplo dengan modus yang sama. Pertama dilakukan pada bulan Juli kemarin. Barang didapatkan dari kenalan suaminya di luar lapas," katanya, saat pers rilis di Polres Jombang, Kamis (27/8/2020) sire. 

Agung menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku tidak mengenali orang yang memberikan salak berisi pil koplo tersebut. Diduga orang yang memberikan barang ke pelaku ini, merupakan pemasok pil koplo di Jombang. 

"Untuk mengungkap identitas bandar pil koplo tersebut, masih akan melakukan pemeriksaan terhadap suami pelaku yang berada di Lapas Kelas II B Jombang. Apakah nanti memeriksanya di sini (Polres Jombang, red), atau penyidik yang ke sana (Lapas Jombang, red). Ini akan mengembangkan pemasoknya siapa. Gitu ya," jelasnya. 

Agung mengungkapkan, bahwa penyidik saat ini fokus untuk memeriksa suami pelaku. Melihat kasus tersebut, suami pelaku berpotensi menjadi tersangka. 

"Belum (penetapan tersangka, red), kita periksa dulu. Kalau memang seperti ini keterangannya, kemungkinan ya (suami pelaku) akan jadi tersangka," pungkasnya. suf

 

Berita Terbaru

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bandung – Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru kasus video porno yang menjerat Lisa Mariana dan mantan manajernya sebagai tersangka. Kabid P…

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memastikan PDIP tidak terusik dengan pernyataan JK. Andreas awalnya menyampaikan bahwa p…

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan anak-anak dan perempuan seringkali menjadi korban radikalisme pemahaman k…

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Hercules, Hercules Rosario Marcal, Ketua Umum GRIB Jaya, "tarik" beberapa pejabat, Ketua Satgas Anti-Mafia, tangani lahan yang ia k…

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Belakang ini Ustaz Solmed digunjingkan terlibat kasus pelecehan seksual. Ia tak terima. Ada dampak serius akibat fitnah yang b…

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan ketersediaan obat di RI masih aman untuk enam bulan ke depan d…