Gelar Sosialisasi, BKKBN Jatim Ingin Turunkan Angka Pernikahan Dini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
BKKBN Jatim gandeng DPR RI Komisi IX sebagai mitraselenggarakan sosialisasi pembangunan keluarga. Senin, (31/8/2020).
BKKBN Jatim gandeng DPR RI Komisi IX sebagai mitraselenggarakan sosialisasi pembangunan keluarga. Senin, (31/8/2020).

i

SURABAYA PAGI, Bojonegoro -  Gandeng DPR RI Komisi IX sebagai mitra, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur selenggarakan sosialisasi pembangunan keluarga yang dikemas dengan Genre Ceria. Senin, (31/8/2020).

Mengundang beberapa remaja yang sebelumnya tergabung dalam Genre Ceria dan PIK R, agenda yang dilangsungkan di Rumah Aspirasi Abidin Fikri, terletak di desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro, nampak berlangsung dengan intens dan ceria.

Merupakan salah satu bentuk realisasi dari program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), program tersebut digadang- gadang oleh BKKBN dalam mengontrol laju pertumbuhan penduduk.

Kepada surabaya pagi, Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto usai berlangsungnya acara mengatakan jika apa yang pihaknya lakukan bersama DPR RI Komisi IX ini, merupakan usaha untuk melakukan pencegahan pernikahan usia dini.

Meski kondisi pernikahan dini di Jawa Timur belum mencapai angka yang menghawatirkan atau masih dalam batas kewajaran, akan tetapi menurutnya, keadaan demikian masih perlu diwaspadai dan segera dilakukan pencegahan.

"Meski angka pernikahan usia dini di Jawa Timur belum mengkhawatirkan, tapi hal itu tetap harus kita cegah," terangnya.

Pernikahan usia muda atau dibawah usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki- laki, dikatakan oleh Sukamto, menjadi salah satu pemicu tingginya angka kematian ibu dan anak di Jawa Timur dan Nasional. Kondisi biologis dan mental yang masih belum ideal, dianggap menjadi faktor yang menyebabkan persoalan tersebut terjadi.

Sehingga atas dasar itu, BKKBN berupaya terus meningkatkan usaha dalam mencegah berlangsungnya pernikahan usia muda. Dengan harapan agar para remaja, yang disebutnya sebagai generasi emas itu, nantinya dapat mencapai lima hal yakni usia yang sehat, pendidikan tinggi, pekerjaan layak, perencanaan keluarga dan keluarga ideal.

"Pencegahan pernikahan usia muda adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya BKKBN, tapi msayarakat juga harus saling mengingatkan," pesanya.

Dikesempatan yang sama, Nurlina, selaku perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menyambut baik atas berlangsungnya sosialisasi pembagungan keluarga yang diselenggarakan oleh BKKBN dengan mitra Komisi IX tersebut.

Dipaparkan oleh perempuan yang akrab di sapa Lina itu, untuk pertengahan tahun 2020 ini, di Kabupaten Bojonegoro sendiri, dari keseluruhan jumlah pernikahan, pasangan yang menikah di usia muda diketahui mencapai angka 10%. Sehingga hal itu menjadi alasan tersendiri bagi Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro untuk lebih getol memberi pemahaman kepada masyarakat, terutama orang tua agar sadar akan besarnya resiko ketika melangsungkan pernikahan di usia muda.

Apalagi menghadapi fenomena menikah muda yang tetap berlangsung meski telah sering dilakukan sosialisasi pada msyarakat, pihaknya kini menentukan target menurunkan angka pernikahan usia muda di Kabupaten Bojonegoro sampai hanya 5% di penghujung tahun 2020 nanti.

"Kami dari Dinas P3AKB sampai hari ini masih bekerja keras untuk menurunkan angka angka menikah muda di Bojonegoro," jabarnya.

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Dapat Apresiasi Kementan RI, Proyek UPLAND Bawang Merah Jadi Percontohan Nasional

Bupati Sumenep Dapat Apresiasi Kementan RI, Proyek UPLAND Bawang Merah Jadi Percontohan Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 15:49 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menerima apresiasi dari Kementerian Pertanian RI atas keberhasilan pelaksanaan Proyek UPLAND…

RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN

RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN

Kamis, 15 Okt 2026 15:46 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:46 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN, menggantikan D…

Pemkab Jombang Bidik Sendang Made Jadi Cagar Peringkat Kabupaten 2026

Pemkab Jombang Bidik Sendang Made Jadi Cagar Peringkat Kabupaten 2026

Kamis, 15 Okt 2026 15:40 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menargetkan penetapan Situs Sendang Made di Desa Made, Kecamatan Kudu, sebagai cagar budaya…

Kontrak Puluhan P3K Paruh Waktu Ponorogo Tidak Diperpanjang, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Kontrak Puluhan P3K Paruh Waktu Ponorogo Tidak Diperpanjang, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Kamis, 15 Okt 2026 15:34 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebanyak 1.779 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu (PW) di Kabupaten Ponorogo menjalani perpanjangan…

Klaim Hemat Rp 464 Juta per Bulan, Pemkab Lumajang Perpanjang WFH ASN

Klaim Hemat Rp 464 Juta per Bulan, Pemkab Lumajang Perpanjang WFH ASN

Kamis, 15 Okt 2026 15:16 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi…

Bidik Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Glow in the Dark

Bidik Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Glow in the Dark

Kamis, 15 Okt 2026 15:04 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun penyelenggaraan, pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, akan menghadirkan…