Kasihan Pelaku Seni Jika Pindah Profesi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Edi Irawan mewakili Kemendikbud dalam diskusi during. SP/ Dudung
Edi Irawan mewakili Kemendikbud dalam diskusi during. SP/ Dudung

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kasihan jika pelaku seni beralih pada kegiatan lain Karena itu, bukan dibidangnya.

Hal itu dilontarkan Edi Irawan mewakili Kemendikbud dalam diskusi during bertema 'Saatnya Bangkit Bersama' pelaku industri kreatif di Indonesia, khususnya dibidang musik dan film.

Terkait hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan dan Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (Kophi) mengajak para pekerja seni untuk bangkit dan bergandegan tangan untuk berkarya bersama dimasa Pandemi Covid – 19.

Dampak pandemi covid -19, berdampak pada seluruh sektor industri. Termasuk pelaku seni dan penunjang seni, yang berdampak pada kerugian yang sangat besar.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Benny Banke dan Kang Edo ini, Edi Irawan mewakili Kemdikbud mengatakan pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk kreatif dan mengajarkan untuk bersama bangkit kembali dalam kehidupan.

“Kasihan jika pelaku seni berpindah profesi, seperti berdagang. Itu bukan keahliannya. Karena itu, ini menjadi permasalahan musik Indonesia yang memang luar biasa besarnya. Karena itu, mari kita duduk bersama. Semoga diskusi ini bisa menemukan solusi terbaik," kata Edi Irawan dalam virtual yang digelar Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru (PMBB) Kemendikbud RI dan Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (Kophi), kemarin.

Dikatakan Edi Irawan, pandemi mengajarkan semua orang berhati-hati menghadapi peringatan ini.

"Karenanya, kita harus berupaya berubah, memaksa kita untuk berkolaborasi, bersama dalam bermusik. Jadi, tidk hanya segelintir saja yang menonjol tapi semuanya untuk bangkit,” jelasnya.

Promotor Harry ‘Koko’ Santoso mengaku sangat terdampak dengan kenyataan ini dan mengajak semua pekerja seni dimanapun berada untuk bersatu dalam upaya bangkit dan berkarya.

“Kita berharap pemerintah memberi kemudahan, kelonggaran bahkan harapan tempat-tempat fasiltas-fasilitas pemerintah daerah dari sabang sampai merauke sebagai contoh ada lapangan-lapangan yang dimiliki oleh Pemda, pengurus – pengurus olahraga di daerah maupun pusat memberikan tempat untuk kita tampil bermusik,” terangnya.

H. Firman Bintang pengamat dan produser Film, menyarankan agar bioskop jangan terburu-buru dibuka.

"Kita tidak ingin terburu-buru bioskop dibuka. Kita harus patuhi pemerintah. Bioskop dibuka, tidak menjamin pengunjung datang. Dan jangan seperti di Korea, malah jadi klaster baru. Tapi, kita tetap buat persiapan," ujarnya seraya mengatakan, saat ini ketika bioskop ditutup atas nama menegakkan protokol kesehatan, cobaan produser film, memang makin besar.

“Covid 19 menjadi momen penting jangan sampai kita kehilangan semangat, sekaligus kreatifitas. Karena mata uang yang sebenarnya dalam industri ini adalah kreatifitas,” katanya.

Musisi senior Candra Darusman mengajak semua pihak, khususnya para pekerja seni untuk tetep berkarya dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. dudung

Berita Terbaru

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

SurabayaPagi, Bangkalan – Mengawali bulan suci Ramadan dengan semangat berbagi dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk T…

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wali Kot…

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian…

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota Ika…