Kades Mojopuro Gede Dilaporkan ke Kejaksaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Charif Anam saat menyerahkan laporan yang diterima Kasubag TU Kejari Gresik Arifin SH.SP/M.AIDID
Charif Anam saat menyerahkan laporan yang diterima Kasubag TU Kejari Gresik Arifin SH.SP/M.AIDID

i

SURABAYAPAGI.com,Gresik - Kasmuji (55), Kades Mojopuro Gede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik dilaporkan sebuah LSM ke Kejaksaan Negeri (kejari) Gresik. Sangkaannya, dia diduga menyalahgunakan kewenangan dalam pengerjaan pembangunan tanah penahan tembok (TPT) di desanya.

Ketua LSM Ilham Nusantara, Charif Anam mengaku telah melaporkan tindakan Kades Kasmuji kepada kejari untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, pada Kamis lalu (3/09/2020).

Dalam laporannya, Charif menyebutkan bahwa pihaknya telah menemukan banyak ketimpangan pada pengerjaan TPT di Dusun Jeraganan, Desa Mojopuro Gede.

Proyek senilai Rp 200 juta yang bersumber dari pos bantuan keuangan APBD Gresik 2020, itu menurut Charif serasa proyek pribadi Kades Mojopuro Gede.

Betapa tidak? Karena semua pengerjaan proyek tersebut dikendalikan oleh kades. Mulai dari pengerjaan bangunan sampai penyediaan material sepenuhnya diatur Kades Kasmuji.

"Tim pelaksana kegiatan (TPK) yang sejatinya menjadi pelaksana pembangunan TPT hanya dijadikan boneka, karena semua pekerjaan dan penyediaan material dihandle langsung oleh kades," ungkap Charif usai melapor ke Kejari Gresik.

Ali Mahmudi yang ditunjuk sebagai ketua TPK mengaku kepada Charif, tidak tahu menahu soal siapa saja anggota tim yang dipimpinnya. Karena struktur tim semua dibuat oleh Kades Kasmuji.

Ali Mahmudi yang sehari-hari menjabat Kaur Perencanaan Desa Mojopuro Gede, mengonfirmasi kepada Charif bahwa dia tidak diberi kewenangan untuk melakukan pembelanjaan barang untuk kebutuhan proyek TPT.

"Jadi kalau butuh barang atau material untuk proyek TPT, Ali Mahmudi cukup memberitahu kades, dan kades akan siap menyediakannnya," ungkap Charif atas temuan kejanggalannya.

Lucunya lagi, tambah Charif, barang atau material bangunan untuk TPT tersebut dipasok dari toko KM Jaya yang nota bene pemiliknya adalah Kades Kasmuji sendiri. "Jadi memang sudah luar biasa dugaan kongkalikongnya," ucapnya.

Dari hasil penelusuran lapangan, Charif menduga telah terjadi penyalahgunaan kewenangan Kades Mojopuro Gede atas pembangunan TPT di desanya.

Akibat dari perbuatan tersebut tentu akan berdampak atas kerugian keuangan negara untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Charif juga menyayangkan pada pihak-pihak terkait yang menghambat LSM yang diketuainya untuk mendapatkan informasi mengenai pembangunan TPT di Desa Mojopuro Gede tersebut.

"Mulai dari pemdes, pemerintahan kecamatan sampai DPUTR sudah saya mintai RAB TPT di Desa Mojopuro Gede, tapi hingga kini tidak pernah saya dapatkan," katanya, menyesalkan.

Terakhir, dia bahkan bersurat ke inspektorat kabupaten untuk mendapatkan dokumentasi RAB sesuai "perintah" pihak DPUTR. Tapi upaya itupun belum berhasil.

Belum adanya keterbukaan informasi itu justru semakin menimbulkan kecurigaan di mata penggiat antikorupsi seperti Charif Anam.

"Sebenarnya dengan dokumen RAB kita bisa membandingkan kelayakan sebuah bangunan dengan fakta pengerjaan di lapangan, tapi begitu sulitnya dokumen itu kami peroleh," pungkasnya.

Sementara itu, Kades Mojopuro Gede Kasmuji saat dihubungi lewat pesan WhatsApp membantah tudingan penyalahgunaan kewenangan yang ditujukan kepada dirinya. did

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…