Santri Sunan Drajat Panen Semangka Inul Kuning

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Habiburrahman guru pembimbing santri dan siswa SMK Sunan Drajat Paciran Lamongan saat akan memasukan semangka ke karung. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Habiburrahman guru pembimbing santri dan siswa SMK Sunan Drajat Paciran Lamongan saat akan memasukan semangka ke karung. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bila tahun  sebelumnya siswa SMK Sunan Drajat Banjaranyar Paciran Lamongan berhasil memanen buah melon dan memanenya, kali ini siswa yang juga santri ini berhasil panen semangka, Senin (7/9/2020).

Semangka Inul kuning ini dipanen di tengah kondisi musim kemarau, di area 2000 m2. Yang lebih membanggakan pupuk yang digunakan saat menanam semangka ini diantaranya pupuk organik, meski harus dikombinasikan dengan pupuk non organik.

"Siswa dan santri terus berupaya menghilangkan ketergantungan pupuk kimia saat menanam buah semangka inu, walaupun masih pakai pupuk kimia, persentasenya sedikit dan itu untuk merangsang manis nya buah," kata Habiburrahman guru pembimbing SMK Sunan Drajat Lamongan.

Disebutkan olehnya, hasil panen semangka ini, menjadi motivasi tersendiri bagi siswa dan santri, bahkan mereka ikut bangga jerih payahnya ini menghasilkan uang yang lumayan. Karena menurutnya panen semangka ini ia jual ke pengecer tingkat akhir bukan tengkulak jadi hasilnya cukup menggembirakan.

"Untuk semangka ini tidak kami jual ke pengepul atau tengkulak, tapi kami jual ke pengecer tingkat akhir, dan harganya lumayan sekilonya masih Rp 5 ribu, kalau ke tengkulak hanya dihargai Rp 2 ribu per kilonya," jelasnya.

Di lahan sekitar 2000 m2 ini kata Habib panggilan guru pembimbing ini, ia bersama siswa menanam 450 populasi, yang ia bagi tiga petak, dan bisa panen sampai 4 ton. "Kita ini panen sudah 10 hari ini, 10 kali ini karena memang panen nya tidak bisa bareng karena tingkat kesuburannya berbeda-beda meski satu lokasi, "terangnya.

Semangka ini lanjut Habib, mulai ditanam pada 1 Juli 2020, dan dua bulan selanjutnya sudah bisa dipanen. "Mulai tanam sampai panen butuh waktu 2 bulan, atau lebih cepat 1 Minggu sampai 10 hari dari tanam semangka jenis biasa," ungkap guru produktif pertanian SMK Sunan Drajat, jurusan Agrobisnis Tanaman Pangan Holtikultura.

Keberhasilan para siswa dan santri menanam Semangka  mendapatkan apresiasi dari  KH. Abd Ghofur pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan. 

Kiai Ghofur  mengungkapkan rasa bangganya terhadap jerih paya ustadz dan santri yang dengan telaten menanam Semangka dalam kondisi kekeringan seperti ini. "Menanam itu shodaqoh oksigen yg pahalanya luar biasa. Tanaman juga bertasbih pahalanya untuk yang menanam disamping punya nilai ekonomis," terang kyai Ghofur.

Apalagi kata kiai Ghofur, tanaman semangka ini prosesnya tanpa cepat dan hanya 2 bulan sudah panen. "Ini luar biasa, saya berharap hal yang demikian ini untuk terus dikembangkan, agar bisa menambah nilai ekonomi dan bermanfaat," harapnya. jir

Berita Terbaru

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…