Produksi Cocopeat, Agus Hasilkan Jutaan Rupiah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Agus saat mengolah limbah kulit kelapa menjadi cocopeat. SP/M. Yusuf
Agus saat mengolah limbah kulit kelapa menjadi cocopeat. SP/M. Yusuf

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Bagi masyarakat yang hobi dan gemar bercocoktanam, maka tak asing lagi dengan cocopeat. Cocopeat sendiri merupakan nama lain dari serbuk serabut kelapa. Cocopeat dimanfaatkan sebagai media tanam hidroponik sebagai pengganti media tanah.

Seperti halnya Agus Winarno (51), warga Dusun Kedungbentul, RT 03/RW 03, Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang membuat cocopeat.

Agus mengatakan, dirinya membuat cocopeat berawal saat melihat limbah kulit kelapa tidak terpakai di tetangganya. Pemiliknya kebingungan mau dibuang kemana limbah kulit kelapa tersebut.

"Akhirnya saya mencoba membuat cocopeat untuk media tanam bonsai kelapa saya. Dan ternyata, coco fibernya juga bermanfaat," katanya, kepada jurnalis di tempat usahanya, Senin (14/9/2020).

Selanjutnya, jelas Agus, ia membuat pot dan berhasil. Setelah itu coco fiber juga bermanfaat untuk media tanam untuk tanaman apa saja. Keistimewaan coco fiber, yakni dapat menyimpan air lebih lama.

"Tidak harus disiram setiap hari. Bahkan saya juga menguji tanaman milik saya. Selama satu minggu tidak disirampun ternyata masih basah dibawahnya," jelasnya.

Untuk permintaan, Agus mengaku lumayan untuk pot dan cocopeatnya. Itu ada permintaan untuk produksi campuran pupuk organik.

"Saya produksi sekitar audah 8 bulan, pada bulan Januari. Untuk pemasaran, selain Jombang ada dari Gresik dan Sidoarjo yang mengambil coco fiber langsung kesini," akunya.

Soal produksi, Agus menggunakan dengan mesin kecil. Dalam sehari, produksi cocopeat hanya tiga karung. Sedangkan untuk coco fiber, sehari dua karung besar.

"Untuk bahan baku limbah kulit kelapa, saya membeli. Satu karung besar saya beli seharga Rp 5 ribu. Itu kalau diproses dan diuangkan, menjadi sekitar Rp 500 ribu," tandasnya.

Dalam mengerjakan produksinya, Agus dibantu oleh dua orang. Satu orang untuk bagian penguraian, penggilingan, dan satu orang lagi bagian perakitan.

Agus menerangkan, pengaruh meningkatnya permintaan, salah satunya karena sekarang musim banyaknya orang yang hobi bercocoktanam bunga dan sejenisnya, terutama pada potnya.

"Satu karung besar bisa menjadi sekitar 50 pot lebih. Untuk harga pot yang sudah jadi Rp 12 ribu. Untuk coco fiber, dikantong ukuran 2 kilogram isi 1 ons, harganya Rp 5 ribu rupiah," terangnya.  

Sedangkan Cocopeat, lanjut Agus, kantong 2 kilogram isi 4 ons, dijual dengan harga Rp 4 ribu. Penghasilan Agus dalam satu bulan dalam penjualan pot, rata-rata sekitar Rp 4 juta.

"Itu belum termasuk penjualan dari cocopeat dan coco fibernya. Kalau total secara keseluruhan, dalam satu bulan saya dapat menghasilkan Rp 7-8 juta," pungkasnya. suf

Berita Terbaru

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rabu ( 9 September 2026 ) pukul 17.00, warga Desa Tingal Kec.Garum Kab.Blitar di kejutkan adanya tewasnya seorang laki laki sekitar…

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/9/2026), dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Gubernur atas Rancangan Perda …

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi meminta perusahaan dan pemberi kerja meningkatkan kesadaran dalam memberikan…

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan beras jenis premium…

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Melalui menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pihak yang berwenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo…

Fraksi Demokrat Kompak Absen saat Gubernur Khofifah Bacakan Nota APBD 2027

Fraksi Demokrat Kompak Absen saat Gubernur Khofifah Bacakan Nota APBD 2027

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seluruh Anggota Fraksi Partai demokrat Jawa Timur kompak absen dalam Paripurna pembacaan Nota Keuangan Gubernur Jawa Timur…