Aksi "Frontal" Suarakan Tuntutan Ojek Online di tengah Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ribuan massa ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) melakukan konvoi sepeda motor dan orasi menyampaikan aspirasi di Jalan Urip Sumoharjo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/9).SP/Patrik Cahyo
Ribuan massa ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) melakukan konvoi sepeda motor dan orasi menyampaikan aspirasi di Jalan Urip Sumoharjo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/9).SP/Patrik Cahyo

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Ribuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam organisasi dan komunitas ojek online se-Jawa Timur melakukan aksi demo di Kota Surabaya. Aksi demo ini diberi nama Frontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) Jilid 2.

Para pengemudi ojek online ini diantaranya berasal dari Himpunan Pengusaha Daring Indonesia (HIPDA), Asosiasi Driver Online (ADO) Jawa Timur, Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur dan juga komunitas atau paguyuban driver online yang ada di Jawa Timur.

"Masing-masing daerah akan mengirimkan perwakilannya untuk menyuarakan beberapa tuntutan," ujar Daniel, Selasa (15/9/2020)

Mereka menuntut penghapusan potongan 20 persen tiap kali mitra driver mendapatkan orderan selama masa pandemi, pembagian bantuan sosial dari pemerintah yang tidak merata untuk driver online, zona merah yang masih berlaku untuk transportasi online di beberapa wilayah di Jawa Timur, dan pressing debt collector yang masih terjadi pada driver online yang mengambil kredit di leasing selama masa pandemi tanpa ada keringanan kebijakan.

Dalam pantauan media, aksi yang diikuti para pengemudi dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, bahkan Malang ini dimulai dari titik kumpul Frontage Ahmad Yani sisi barat di samping City of Tomorrow (CITO) menyasar beberapa lokasi.

Diantarannya Dishub Jawa Timur, Diskominfo Jawa Timur, Polda Jawa Timur, KPPU Jawa Timur, DPRD Jawa Timur, Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan,  Kantor Gojek di Jalan Ngagel, Kantor Grab di Jalan Pemuda (Depan WTC), dan berakhir di Grahadi.

Saat berada di depan kantor Diskominfo Jatim, orator menyuarakan tuntutan kepada pihak Diskominfo agar menindak aplikasi liar yang tidak mempunyai izin karena merugikan para pengemudi ojek online.

"Aplikasi liar itu siapa yang tanggung jawab? Apa gunanya Kominfo ini? Tidak ada fungsinya kantor ini," ujar orator dari atas truk komando.

Pihak Kominfo melalui perwakilannya, akhirnya keluar dan menerima aspirasi yang disuarakan oleh ribuan pengemudi ojek online. Namun perwakilan dari Kominfo ini juga mengatakan jika para pimpinan Kominfo sedang rapat dan tidak sedang berada di kantor.

Selama aksi, pengemudi ojek online roda dua dan empat se-Jatim yang tidak turun jalan, dihimbau untuk melakukan Off Bid (mematikan aplikasi atau tidak mengangkut penumpang atau kirim makanan dan barang) selama aksi berlangsung sampai tuntutan kami dipenuhi, sebagai bentuk dukungan kepada rekan-rekannya yang sedang demo turun ke jalan.

"Ini semua demi kesejahteraan driver online,” tegas Daniel.

Daniel yang juga Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur ini juga meminta maaf buat para pengguna jalan jikalau merasa terganggu selama aksi berlangsung akibat kemacetan yang akan ditimbulkan dalam demo ini.

Termasuk buat para pemakai jasa transportasi online yang akan mengalami kesulitan saat memesan ojek online atau taksi online dan pemesanan makanan atau kirim barang pada tanggal 15 September.

"Ini berlaku tidak hanya di Surabaya, tapi juga di beberapa daerah di Jawa Timur," ungkapnya.

Daniel juga menegaskan pada rekan-rekan driver online yang ikut demo untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, khususnya memakai masker selama mengikuti aksi. Serta membawa hand sanitizer.

Termasuk juga tertib berlalu lintas dan mengikuti arahan dari pihak kepolisian untuk pengaturan lalu lintas.

"Semoga ada hasil yang memuaskan dan semua tuntutan kami dipenuhi", pungkasnya. Adt

 

Berita Terbaru

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada…

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…