KIPP Nilai Risma dan ASN Pemkot Tak Netral

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur Novly Bernado Thysson.SP/ALQ
Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur Novly Bernado Thysson.SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur menilai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak netral. Bahkan Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemkot Surabaya mulai terindikasi terlibat dukung mendukung terhadap salah satu bakal pasangan calon (bapaslon) Pilwali Surabaya.

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur Novly Bernado Thysson menyebut salah satu bukti ketidak netralan Tri Rismaharini adalah foto Risma dicatut dalam baliho bapaslon Eri Cahyadi dan Armuji. Hal itu melanggar undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilukada serentak. 

"Kepala daerah baik bupati, walikota dilarang menggunakan kewenangannya, programnya, yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon. Misalnya gambar Risma dicatut dalam baliho salah satu paslon itu tidak boleh," ungkapnya kamis (17/9).

Menurutnya, seharusnya Risma sebagai wali kota Surabaya netral. Ketika dicatut dalam baliho, Risma sama sekali tidak menegur. Itu artinya Risma mengamini dan membiarkan dukungan kepada Eri dan Armuji. 

"Harusnya bu Risma memberikan contoh kepada masyarakat dan bereaksi ketika fotonya dipasang oleh Eri dan Armuji," ungkapnya.  

Novli menegaskan, di masa senja kepemimpinan Risma sebagai walikota, seharusnya meninggalkan contoh yang baik. Namun faktanya, tidak ada contoh baik yang bisa ditiru dari Risma. "Lihat bu Khofifah dan Pak Emil, di baliho mereka pakai masker mereka mengedukasi masyarakat, gimana dengan Bu Risma, apakah ada bu Risma yang pakai masker di baliho?” ucapnya.

Contoh lain ketidak netralan Risma sebagai kepala daerah adalah penggunaan Taman Harmoni sebagai tempat penyerahan rekomendasi kepada Eri-Armuji, apalagi pemberian rekom itu dilakukan pada saat jam kerja, bukan pada hari libur. 

"Kapasitas Risma sebagai wali kota Surabaya. Tidak bisa dong kalaupun dia sebagai pengurus DPP PDIP.  Bijaknya mendeklarasikan ngak apa-apa, tetapi harus mencari tempat netral, tidak memakai Taman Harmoni yang notabene milik pemerintah," tegasnya.

Potensi penyalahgunaan kewenangan dan jabatan bapaslon Eri-Armuji sangat besar. Meski bukan petahana, namun bapaslon PDIP ini didukung oleh patahana. Di dalam pemilukada, bapaslon patahana atau yang didukung patahana cenderung berpotensi menyalahgunakan fasilitas negara. Selain itu juga berpotensi memobilisasi ASN secara terstruktur dan masif. 

"Maka kita harus ingatkan jangan sampai itu terjadi. Prinsipnya adalah Risma harus netral. Tidak ada pengondisian pejabat eselon sampai kelurahan untuk mendukung Eri-Armuji. Sehingga netralitas ASN bisa terjaga," katanya. 

Menurut Novli, Risma sudah mulai mengeluarkan kebijakan yang bersifat politis. Salah satunya adalah keputusan swab gratis khusus masyarakat Surabaya. Padahal, pandemi covid sudah mulai melandai.

"Mengapa baru sekarang gratis, kok saat zona merah tidak masif. Saya apresasi kebijakan ini, tapi sarat indikasi ini dipolitisasi," ucapnya. 

Peresmian Laboratorium Kesehatan Daerah sebagai tempat swab gratis bagi warga Surabaya menjadi penanda kebijakan baru Risma. Namun, bagi masyarakat luar Surabaya dikenakan tarif sebesar Rp 120 ribu. 

"Pengelolaan anggaran harus jelas. Pertanyaanya sekarang pertanggung jawaban uang itu kemana, yang ngelola siapa," ungkapnya.

Novli mengingatkan kepada seluruh bapaslon agar berkompetisi secara sehat. Pilwali Surabaya bukan hanya untuk kepentingan bapaslon, tetapi juga melakukan edukasi politik kepada masyarakat dan KIPP saat ini metracking berbagai fakta Ketidaknetralan maupun penyalahgunaan wewenang untuk dilaporkan ke Bawaslu.

"Berkampanyelah dengan sportif, jangan gunakan cara curang. Indikator pemimpin yang baik bisa dilihat dari cara dia berkampanye. Kalau sejak awal sudah banyak menyalahgunakan wewenang, tidak menutup kemungkinan, saat memimpin akan melakukan hal yang sama. Khusus untuk ASN harus netral, karena tugas mereka melayani masyarakat bukan terlibat dukung mendukung," tukasnya. Alq

 

Berita Terbaru

Bulan Berkah, Kabupaten Mojokerto Terima Lima Bansos dari Pemprov Jatim

Bulan Berkah, Kabupaten Mojokerto Terima Lima Bansos dari Pemprov Jatim

Jumat, 27 Feb 2026 08:31 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 08:31 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan Bantuan Sosial (Bansos) dan taliasih bagi pilar-pilar kesejahteraan…

Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Kamis, 26 Feb 2026 21:05 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 21:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Darma Lautan Utama (DLU) menggelar acara buka puasa bersama mitra usaha, agen, dan ekspedisi dengan mengusung tema “Tebar Keb…

Penanganan Ritel Modern, 3 Menteri Berseberangan

Penanganan Ritel Modern, 3 Menteri Berseberangan

Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB

Mendes PDT, Stop Ekspansi ke Desa   Mendag, Minta Indomaret dan Alfamart Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih    PDIP Dukung Rencana Penghentian Indomaret d…

Rugikan Negara Rp 200 Triliun, Eks Dirut PT Pertamina Hanya Divonis 9 Tahun

Rugikan Negara Rp 200 Triliun, Eks Dirut PT Pertamina Hanya Divonis 9 Tahun

Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIB

Anak Buahnya, Edward Corne (EC) selaku eks VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Divonis 10 tahun penjara    SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks D…

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Kamis (26/2/2026) sore kemarin, KPK menetapkan seorang pegawai Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP), sebagai tersangka baru kasus s…

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dengan perpanjangan ini, ia berharap bunga kredit makin kompetitif sehingga penyaluran kredit UMKM bisa lebih kencang tahun ini.…