HIMPAUDI Harapkan Kelana - Dwi Astutik Angkat Kesejahteraan Guru Paud

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bendahara Himpaudi Hj.Inyuli Indra SE, saat ditemui di salah satu kediaman tokoh muslimat NU, Hj.Fatimah berbicara tentang PAUD sebagai dasar pembinaan anak. SP/SUGENG
Bendahara Himpaudi Hj.Inyuli Indra SE, saat ditemui di salah satu kediaman tokoh muslimat NU, Hj.Fatimah berbicara tentang PAUD sebagai dasar pembinaan anak. SP/SUGENG

i

SURABAYA PAGI, Sidoarjo - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi bagi pendidikan di kemudian hari. Meski begitu, kesejahteraan guru PAUD dinilai masih kurang mendapat perhatian.

Bendahara Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kec. Porong,Sidoarjo, Hj.Inyuli Indra SE, saat ditemui di salah satu kediaman tokoh muslimat NU, Hj.Fatimah,di Desa Kesambi, Kec.Porong, mengatakan PAUD merupakan dasar dari pembinaan anak. 

Di usia keemasan, anak harus mendapat pendidikan yang baik agar tumbuh kembangnya berjalan baik.Sebagai pondasi pendidikan, guru PAUD mempunyai beban yang berat. Namun dibalik tugas dan tanggung jawab yang besar, kesejahteraan guru PAUD masih minim. 

Menurut Inyuli Indra, mewakili suara para Bunda Paud, jika gaji mereka jauh dari kata layak. Maka dari itu bersama guru PAUD Kecamatan Porong berharap kepada Cabub dan Cawabub Kelana-Dwi Astutik, kelak memberikan perhatian kepada guru PAUD.

"Kami ingin pendapatan kami bisa setara minimal dengan guru SD sebesar Rp 1250.000. Selama ini APBD standart intensif yang diberikan secara merata Rp. 350.000 perbulan. Padahal justru pendidikan PAUD itu lebih sulit dari pendidikan diatasnya," ungkapnya,kemarin. Minggu (27/09/2020).

"Menurut saya Bu Dwi Astutik ini bisa berperan dalam mengembangkan pendidikan PAUD. Apalagi background beliau adalah pengajar," harap Inyuli Indra. 

Diketahui di Kecamatan Porong terdapat 125 KB dan 30 PAUD yang tersebar di 18 Desa. Kehadiran sosok perempuan ditengah pilihan paslon Bupati dan Wakil Bupati ini pun membuat ibu-ibu merasa lebih terlindungi dan terayomi.

Satu- satunya perempuan berpotensi di Pilbup 9 Desember 2020 mendatang hanyalah Calon Wakil Bupati Dwi Astutik atau biasa dipanggil Bunda Dwi. Dia ialah tokoh Muslimat NU berpotensi.

Selama ini, selain aktif dalam kepengurusan Muslimat NU Jatim, ia juga dikenal pegiat pendidikan dan pemberdayaan. Diharapkan pola pikir Dwi Astutik yang cerdas dan berwawasan luas, harus diterapkan dalam dunia pendidikan di Sidoarjo, sehingga pendidikan di Kota Delta semakin maju. Sg

 

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…