Cek Fakta, Kang Emil Ambil Darah Pakai Vacutainer!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil melaksanakan visit ke-3 partisipasi relawan uji klinik di puskesmas garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020). SP/ Riku Abdiono
Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil melaksanakan visit ke-3 partisipasi relawan uji klinik di puskesmas garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020). SP/ Riku Abdiono

i

SURABAYAPAGI.com, Bandung -  Hendaknya berilmu sebelum berkomentar. Terlebih sampai menuduh. Yang dituduh, orang nomor satu di Jawa Barat lagi. Malu dong, sudah menuduh, salah pula.

“Perkuat iman dan ilmu,” tulis Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di laman Instagram pribadinya _@ridwankamil_, Jumat (2/10)

Beliau menanggapi mereka yang nyinyir sekaligus menuduhnya melakukan pembohongan publik. Terkait aktivitasnya saat menjadi relawan tes vaksin Covid-19, Rabu (30/9).

Bermula dari tampilan foto Kang Emil, sedang dalam proses pengambilan darah oleh petugas medis.

Karena menggunakan vacutainer, terkesan tabung vacutainer yang menempel pada lengan Kang Emil, seperti jarum suntik yang belum dibuka tutupnya. Seolah proses ambil darah itu bohongan.

Bagi masyarakat umum, teknologi vacutainer mungkin masih tampak asing. Tidak sedikit yang memberi komentar miring terkait giat kemanusiaan Kang Emil tersebut.

Mereka yang minim pengetahuan medis, ditambah gejala buruk sangka pada pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini, bertubi menuduh Gubernur Ridwan Kamil melakukan pencitraan. Bahkan pembodohan publik.

Seperti akun _@teluuur_ menulis: _padahal tutup jarum suntiknya belum dibuka._ Lalu, _@payy86_ mengomentari: _pembodohan ini mah._

Ada lagi _@alwisyahabb_: _Dunia ini panggung sandiwara... Ada peran berpura-pura... Mengapa kita bersandiwara._

Tidak ketinggalan [email protected]_ menulis: _Alangkah senangnya penguasa bila rakyatnya tak mampu berpikir... Manipulasi yang luar biasa pak kamil._

Serta masih banyak lagi cemoohan lainnya.

Namun, dengan santai Kang Emil memberi penjelasan yang menyenangkan. Sekaligus menambah wawasan bagi mereka yang belum tahu teknologi vacutainer.

“Alat ini namanya vacutainer. Ada dua jarum: satu ke vena, satu ke tabungnya. Yang terlihat seperti tutup, ya itu tabung vacumnya,” tuturnya.

Kang Emil menyebutkan ini teknologi baru dalam pengambilan darah. “Berbeda lewat jarum suntik _jadul_ yang biasa dipakai,” tambahnya.

Mantan Wali Kota Bandung itu mengingatkan dengan bijak, siapapun yang tidak mengerti satu hal, sebaiknya menanyakan kepada ahlinya. Bukan menuding dengan segala nyinyiran dan sindiran.

“Kasihan, yang tidak berilmu, _dikeproki_(didukung) yang tidak berilmu lagi. Tapi ya, dimaafkan,” ucapnya lantas tersenyum.     

Keterangan Kang Emil di atas diperkuat oleh _@labkesprovjabar_, bahwa pengambilan darah atau _phlebotomy_ bisa diambil melalui tusukan vena, kulit dan arteri atau nadi. Untuk vena ada dua cara pengambilan, yakni manual dan vakum.

Dijelaskan, teknologi vakum termasuk ke dalam cara modern. Tabung dengan tekanan negatif (vacutainer) akan menghisap darah sampai volume tertentu.

Lalu, vacutainer dihubungkan dengan _double side needle_ (jarum dua sisi). Jarum dua sisi dipasang pada alat khusus, yaitu vacutainer holder berbentuk selongsong tabung darah.

Metode ini memungkinkan pengambilan banyak tabung darah (sesuai keperluan) dengan hanya satu kali tusuk.

Melihat komentar negatif, tentu tenaga medis yang paham teknologi vacutainer tidak diam.

Di antaranya _@lenykarengkuan_ balik membalas: _medis ketawa ngakak lihat orang indo lagi heboh masalah jarum suntik buat ambil sampel darah._

_Cuma gak habis pikir, kok bisanya kalian gak tau ilmunya, tapi langsung aja bikin narasi negatif, dan lagi ngerasa bener lagi uda ngehujat._

Adapula dari _@surya_iman_ yang mengatakan: _kami yg tau ilmunya cuma bisa ketawa seakan menertawakan anak kecil yg gak tau suatu benda, tapi marah2. Pengen ngakak sengakak2nya, norak lu pada!_

“Di masa Covid-19 ini, pemerintah pusat dan daerah bekerja keras demi kepentingan rakyat. Mari disiplin menjalankan protokol kesehatan, sambil menunggu vaksinnya,” pesan Kang Emil. (rko)

Berita Terbaru

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Jombang - Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Korem 082/CPYJ meraih juara 1 Lomba Menembak Pistol Danrem 082/CPYJ Cup Kategori Eksekutif…

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik Iwan Susanto menilai keterangan saksi Daffa dan Noer Aflah dalam sidang ketujuh perkara dugaan korupsi dan…

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo bergerak cepat mengusut dugaan penganiayaan yang diduga d…

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jember — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikhyansah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program H…

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan Universitas Brawijaya (UB) terkait …

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Akui Pernah Titipkan Uang Rp50 Juta Lewat Ajudan…