Keluh Kesah Kaum Hawa pada saat Aksi Sosialisasi GETOL

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pejuang Kaum Hawa sekaligus anggota FSPMI. SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi   
Pejuang Kaum Hawa sekaligus anggota FSPMI. SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi   

i

 

 SURABAYAPAGI, Surabaya -Antusiasme dan emosional terlihat dari raut wajah para aksi GETOL (Gerakan Tolak Omnibus Law). Diiringi dengan teriakan para orator, semangat para kaum buruh wanita menolak mentah mentah poin dalam UU Cipta Kerja yang baru saja di sahkan DPR.

Poin poin dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja dianggap telah merugikan kaum buruh, khususnya wanita. Tak heran jika kaum wanita ikut meramaikan aksi nasional ini.

Ke-khawatiran yang tak bisa dibendung lagi tengah meluap di daerah Margomulyo. Terik panas matahari tak dihiraukan oleh kaum hawa yang ikut serta dalam aksi ini. Jumlah kalangan remaja, dewasa bahkan sampai orang tua pun semakin membeludak dalam aksi ini.

Antusiasme Buruh Wanita dalam Memperjuangkan Keadilan

Poin poin dalam UU Ciptakerja yang baru baru ini di sah-kan memang banyak menuai kontroversi, tak terkecuali poin poin yang dianggap menindas kaum buruh wanita. "Jam kerja bertambah, cuti hamil berkurang. Lantas bagaimana kondisi fisik kita nantinya ?. Kami harap, aksi kami ini direspon dengan hati para dewan," dengan lantang Punggawa Aksi Gerakan Tolak Omnibus Law berucap. Rabu (7/10/2020).

"Ini sangat bertentangan dengan Sila ke-5. Di"KEMANA"kan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ?," tegas Pejuang kaum hawa yang disamarkan identitasnya. Pantas saja UU Omnibus Law Cipta Kerja dianggap melemahkan para buruh karena bertentangan dengan pedoman rakyat Indonesia.

Suara suara dari kaum buruh wanita diiringi lantangnya orator yang memimpin aksi di garda terdepan membuat semangat persatuan individu, kelompok maupun serikat semakin berkobar. Mereka dengan lantang mengatakan "SIAP" untuk menjalani aksi puncak pada Kamis (8/10/2020). mbi

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…