Gaji Memang Pas-pasan, tapi soal Pergaulan Bebas......

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi demo buruh menolak UU Cipta Kerja di Surabaya, Kamis (8/10/2020).
Aksi demo buruh menolak UU Cipta Kerja di Surabaya, Kamis (8/10/2020).

i

 

‘Mengintip’ Kehidupan Buruh di Surabaya

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Unjuk rasa besar-besaran  menolak disahkannya UU Cipta Kerja mencerminkan kerasnya niat dan usaha para buruh untuk memperbaik kualitas hidup. Hal yang sangat wajar jika UU ditolak, karena para buruh menganggap nasib mereka bakal lebih sengsara. Lalu, bagaimana sebenarnya kehidupan para buruh di Surabaya? Berikut ini penelusuran tim Surabayapagi;

Secara umum, dari hasil penelusuran wartawan, kehidupan buruh di kota Surabaya  kurang mencukupi. Di kawasan Rungkut industri, Jumat (9/10/2020) tepat jam makan siang, terlihat segerombolan buruh yang beristirahat makan sembari bergurau dengan rekan-rekannya.

Tidak sedikit di antara mereka yang lebih memilih untuk membawa bekal dari rumah dari pada membeli di warung. Rata-rata,  mereka adalah buruh di salah satu perusahaan di kawasaan Rungkut industri.

Salah satu buruh bernama Sunyoto mengatakan,  dirinya  bekerja sebagai buruh bongkar muat di perusahaan distributor minyak goreng. Dia  indekost di sekitar kawasan tersebut tinggal bersama istri dan kedua anaknya. Tempat tinggal itu, ia sewa dengan harga murah.

"Saya sudah berumah tangga dan punya anak dua anak yang masih kecil, dengan gaji yang pas-pasan terpaksa saya harus cari tempat kost yang murah," ujarnya.

Dari hasil pantauan Surabaya pagi, kost di kawasan Rungkut industri tersebut mayoritas dihuni oleh kalangan buruh. Kehidupan yang sangat sederhana tampak terlihat jelas.

Tidak hanya Sunyoto, ada juga Fitria (29). Warga asli Kudus, Jawa Tengah ini menceritakan jika dirinya harus tinggal di tempat yang dihuni berdua dengan rekannya.

Dengan alasan yang sama, dirinya terpaksa tinggal bersama rekannya karena karena penghasilan yang ia terima terbilang kecil. Yang mengagetkan,  dalam keseharian,  Fitria beranggapan jika  pergaulan bebas adalah hal yang  wajar baginya.

"Pergaulan bebas seperti apa dulu nih mas, kalau main pulang malam sih sudah biasa. Kalau free sex sih lihat dulu orangnya, manis gak, berduit gak," terangnya sambil tertawa.

Fitria juga menambahkan, seks bebas yang ia lakukan ada batasannya, ia hanya mau melakukan hal itu dengan kekasihnya. "Gak semua pria saya mau mas, kayak wanita murahan aja. Kalau mau sudah banyak yang ajakin dari dulu, meskipun ajaknya dengan kode-kode atau mancing pembicaraan menjurus kesitu," ucapnya.

Rungkut adalah salah satu pilihan bagi mayoritas buruh, karena lokasi yang strategis dan jarak tempuh yang dekat menjadi alasan tersendiri bagi kaum buruh.

 Hal itu ditegaskan lagi oleh Agus Hartono, pegawai Pabrik Roti di kawasan Waru, Sidoarjo. "Selain lokasinya deket dari pabrik, cari makan juga gampang mas di sini (Rungkut). Ya meskipun harga kos nya agak mahal," ungkap Agus yang tinggal di kos keluarga dengan kedua orang tua dan satu kakak.

Agus mengaku h sangat gusar dengan UU  Cipta Kerja. "Jangankan UMK ditiadakan, pas ada UMK aja masih ngirit ngirit mas. Harus biayain orang tua, bayar cicilan dan kebutuhan lainnya," tambah Agus.

Tingginya nilai UMK di Surabaya dan Sidoarjo membuat mereka memilih bekerja di kawasan itu.

Beberapa buruh dari luar kota yang tinggal di Medokan Asri Surabaya juga mengeluhkan UU Omnibus Law tersebut. "Saya tiap bulan harus ngirim uang ke ibu saya mas buat memenuhi kehidupannya. Kalau bukan saya ya gak ada lagi," Rijal, buruh yang lain.

Kehidupan kaum buruh terbilang dalam klasifikasi menengah kebawah. Atap dan pangan menjadi prioritas bagi kaum buruh. Tidak sempat untuk menghamburkan uang, memenuhi kebutuhan primer  saja masih terbilang berat.

"Istri saya satu, anak saya dua. Satunya masih kecil, satunya sudah sekolah. Kalau ada potongan gaji, apa bisa saya menghidupi mereka mas ?," kata Rijal memelas.

Rijal memang sudah lama menetap di Surabaya. Dia sudah terbiasa dengan gaji UMK yang diterimanya. Ketika potongan gaji diputuskan, Rijal merasa hak-nya telah direduksi. Rijal juga tergabung dalam aksi yang berlangsung pada tanggal 6-8 Oktober di Surabaya. Hal itu dilakukan hanya karena Rijal ingin mempertahankan perekonomiannya.tyn/emb

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…